DI BALIK HIJAB ITU

DI BALIK HIJAB ITU
KEJUJURAN


__ADS_3

Setelah satu jam berdiri di bawah guyuran air dingin elang merasa tubuhnya kembali normal, ia meraih handuk Dan memakai nya. Lusi sepertinya sudah lelah berusaha merayu elang suaranya sudah tak lagi terdengar. Hampir saja ia menodai peraduan nya dengan fajrina akibat ulah lusi. Ia berjalan perlahan keluar Dari kamar mandi kemudian mendekatí pintu kamarnya Dan langsung menguncinya.


Elang merasa takut berhadapan dengan wanita itu, elang bahkan tak pernah berfikir lusi akan melakukan Hal Hal licik seperti itu untuk mendapatkan ya.


Dengan cepat elang mengenakan pakaian kemudian ia meraih koper Dan meletakkan beberapa helai pakaian fajrina Dan juga dirinya. Kemudian elang berjalan keluar kamar Dan mencari keberadaan lusi.


Elang mengedarkan pandangan nya mencari lusi, ia tak ada di ruang tamu Mau pun dapur. Hingga ia berjalan ke arah kamar lusi kemudian mulai mengetuk nya.


"Apa?". Ujar lusi sambil memonyongkan bibir nya.


"Kemasi pakaian mu, ikut aku pindah Dan tinggal beberapa saat di rumah ayah Dan bunda ku". Ujar elang sambil meninggalkan lusi


" Aku tak Mau ". Jawab lusi, ia tak Mau pindah ke rumah keluarga manggala, jika ia pindah Maka ia tak punya kesempatan lagi bertemu dengan joyo.


" Kau harus ikut dengan ku". Elang mulai kehilangan kesadaran nya.


"Siapa kau berani mengatur ku, aku akan tetap tinggal di sini, jika kau ingin pergi Maka pergilah, mungkin aku akan kembali ke apartemen lama ku". Lusi menatap malasa elang, ia Masih kesal atas kejadian tadi. Padahal ia merasa bahwa yang telah ia lakukan pada elang akan berhasil namun nyatanya gagal total.


"Itu terserah padamu, aku sudah meminta mu ikut dengan ku, jika kau menolak nya Maka jangan Salah kan aku jika aku tak lagi mengurus mu". Elang kembali menyeret kopernya. Namun Kali ini lusi menghentikan elang.


" Baiklah, tunggu sebentar". Lusi langsung beranjak Dan menuju kamarnya. Lusi tak Mau kehilangan kesempatan , Kali ini dia harus bisa dinterima oleh agung Dan Cindy. Ia pasti akan di perlakukan sperti putri di rumah itu. Lagipula siapa sih yang tak Mau tinggal di rumah sebesar istana itu.


Lusi berjalan mengikuti langkah kaki elang, ia bahkan bergelayutan di lengan pria itu. Elang membiarkan nya begitu saja, Selama wanita itu tak cari-cari masalah.


"Akhirnya aku bisa duduk di samping mu sebagai Nona muda manggala". Ujar lusi bangga.

__ADS_1


"Tak perlu terlalu norak begitu". Elang benci ketika lusi berlagak seperti nyonya sungguhan. Jika saja lusi tak hamil, ia tak kan menikahi wanita mengerikan itu.


"Sayang, mengapa kau lari dari ku tadi, padahal aku sudah siap menerima kehangatan mu , bahkan anak kita minta kau menengoknya loh". Lusi berkata manja sambil meraba paha elang.


"Berhenti di situ, angkat tangan mu Dari situ, atau akan ku lemparkan kau Dari mobil ini " . Terbukti kesadaran elang ada batasnya, ia bahkan tega berkata kasar pada wanita hamil itu.


"Mengapa kau kasar sekali". Lusi berdecak, ia tak menyukai sikap kasar elang.


"Sikap ku tergangung dirimu lusi, jika kau bisa menjaga dirimu, Dan tak merayu ku Maka aku akan menghormati mu. Untuk kejadian yang tadi aku harao itu tak lagi terulang, atau aku akan benar-benar membunuhmu". Lusi melengos, ia takut jika elang sudah marah seperti itu.


Namun itu semua tak jadi masalah buat lusi, yang penting sebentar lagi ia akan memasuki rumah keluarga manggala yang sangat di idam kan banyak wanita di luar Sana.


"Baiklah.. kau cerewet sekali". Ujar lusi, kemudian ia tersenyum. Ia telah memikirkan ide baru untuk menjatuhkan fajrina setibanya di rumah agung.


"Bagus jika kau Mau mengerti".


"iya, kenapa?".


"kenapa lama sekali , apa saja yang kau lakukan di Sana?". elang berubah gugup, ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"apartemen kita sangat berantakan, sampah berserakan, piring -piring Kotor Dan Masih banyak lagi, lusi membuat apartemen kita porak poranda". ujar elang melebih-lebih kan, ia tak mungkin menceritakan yang telah terjadi di apartemen mereka. apa lagi tadi selang sempat dengan rakut mencium lusi Dan bermain-baik di sekitaran dada lusi.


"benarkah?? apa kau lelah". fajrina mulai memijat pundak suaminya.


"tidak sayang, aku tidak lelah". ujar elang sambil memegang jemari fajrina yang tengah berada di pundak nya itu.

__ADS_1


"apa ada yang kau sembinyakan Dari ku elang?". elang kaget mendengar ucapan fajrina, ya memang istrinya ini tak bisa di bohongi. elang diam, ia sedang mencari kata-kata yang tepat untuk mejelaskan segalanya pada fajrina.


pria itu menoleh Dan menatap netra indah istrinya. kemudian ia tertunduk malu. fajrina langsung melepaskan jemarinya Dan genggaman elang, ia Tau ada Hal yang tak beres telah terjadi. namun ia sengaja menunggu sang suami untuk berkata dengan jujur sebelum ia bertanya.


"lusi, kembali menjebak ku.. tapi aku tak terjebak sayang , aku bisa memastikan itu". elang dengan gugup menjelaskan segala yang terjadi pada fajrina.


" kau mulai tak jujur padaku elang".


" bukan nya tak ingin jujur, mengingat kejadian yang baru saja kau alami aku merasa tak bisa memberimu beban pikiran lagi sayang, mengertilah". elang lalu memeluk tubuh istrinya itu.


" apa yang terjadi".


" aku hanya membuat nasi goreng Karna lelah, aku membereskan apartemen kita yang sangat berantakan, tapi aku tak langsung memakan nasi goreng itu.. aku memutuskan madi dulu Karna tubuhmu terasa sangat lengket, namun setelah makan tubuh ku terasa sangat panas, aku juga tak bisa berdiri dengan tegak.. ". elang menggantung ceritanya, ia bingung bagaiamana cara dia mejelaskan kejadian berikut nya pada fajrina.


" lalu? ". sedangkan fajrina menunggu elang melanjutkan ceritanya


" hasrtaku naik, bahkan dengan cepat adik ku bangun , aku merasa sangat butuh pelampiasan, aku bahkan tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh seséorang.. tapi aku Masih berusaha melangkah ke kamar kita sayang, tapi lusi menahan ku.. tanpa sadar aku menyentuh nya, merabanya.. mencium nya".


fajrina menghela nafasnya, ia rasanya Tau apa yang terjadi setelah itu. fajrina berdiri Dari ranjang ia ingin meninggalkan elang, namun elang langsung menarik tangan fajrina.


"dengarkan, ceritaku belum selesai". ujar elang sedikit memoho agar fajrina Mau mendengarkan nya.


"apa lagi, apa aku harus mendengar ceritamu sampai titik bercintanya kalian". wanita itu terlihat sangat kecewa.


"aku tak melakukan itu sayang, aku memang meraba Dan mencium nya , namun ketika ia siap menerimaku.. wajah mu tiba-tiba terlintas di benak ku, aku langsung masuk kamar mandi Dan membiarkan air meninginkan Dan membuat efek obat itu hilang .. percayalah pada ku sayang, kami tak sempat melakukan itu". elang berhasil menceritakan segala yang terjadi, namun reaksi fajrina tidak seperti yang ia bayangkan.

__ADS_1


fajrina mengangkat kepalanya kemudian tersenyum


"ayo makan.. aku lapar"


__ADS_2