
Setelah pengungkapan cinta Davina kemarin, kini Davina semakin dekat dengan Harris walaupun Davina masih merahasiakan hubungan mereka dari depan publik. Karena Davina masih ingin mendapatkan popularitasnya, walaupun dia tau sendiri bahwa Harris telah mengalahkannya yang notabenya adalah suaminya sendiri.
Seperti saat ini Davina yang sedang merasa bosan berniat akan membujuk Harris untuk menonton film bersamanya.
"Harris," Panggil Davina pada sang suami yang sedang fokus dengan laptopnya.
"Hm," Jawabnya tanpa menoleh karena masih berkutat dengan laptop miliknya. Sepertinya Harris sedang menyelesaikan tugas miliknya.
"Apa aku boleh minta sesuatu kepadamu?" Ucap Davina.
Harris menoleh kearah sang istri, "Apa?" Tanya Harris.
"Aku ingin menonton film ditemani kamu," Ucap Davina.
"Hanya itu? Ya Tuhan, aku kira tadi kamu mau minta apa. " Balas Harris sambil tertawa.
Davina mengerucutkan bibirnya, "Salah ya kalo aku menginginkan itu."
"Gak salah kok, itu bibirnya jangan dimanyunin kode minta aku cium ya?" Goda Harris pada sang istri.
"Iihh ogah, dasar mesum!" Balas Davina.
"Baiklah, tunggu sebentar." Ucap Harris kemudian menyelesaikan pekerjaannya.
Tak berapa lama setelah pekerjaannya itu selesai, Harris langsung menghampiri Davina yang sudah duduk bersila di atas ranjang siap dengan laptop di depannya.
"Mau nonton apa sih, Davina?" Tanya Harris.
"Film ini rekomendasi dari temenku tadi pagi, katanya sih bagus banget. Aku jadi penasaran, makanya aku ajak kamu." Ucap Davina, kemudian ia menekan tombol play.
Mereka berdua menonton film tersebut, walaupun sebenarnya Harris sangat terpaksa karena dirinya tidak suka hal seperti itu. Tapi untuk istri tercintanya, apa sih yang tidak ia lakukan.
Davina sangat menikmati film tersebut sampai-sampai tanpa sadar dirinya menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik Harris.
Harris tersenyum, kemudian membelai puncak kepala Davina yang tidak terbalut hijab, karena jika hanya berdua dengan Harris di dalam kamar Davina akan mengurai rambut panjang miliknya.
Hingga film tersebut selesai, Davina sama sekali tidak bergerak sedikitpun.
"Akhirnya selesai juga," Batin Harris merasa lega. Pasalnya dirinya tidak menikmati alur dari film tersebut.
"Udah selesai filmnya, buruan tidur Davina." Perintah Harris. Namun tidak mendapat respon sedikitpun.
"Davina,,, Davina." Panggil Harris sambil menggoyangkan tubuhnya.
"Hufftt, ternyata dia sudah tidur." Harris kemudian memindahkan Davina dari dadanya untuk berbaring lebih nyaman, menutupinya dengan selimut supaya istrinya itu tidak kedinginan karena kebetulan cuaca malam itu sedang hujan deras.
Harris menutup laptop milik Davina dan menyimpannya. Ia menghampiri sofa beserta laptop miliknya yang sempat dia tinggalkan sebelumnya. Dia menyelesaikan kegiatannya itu. Sebenarnya ia ingin menyusul Davina yang sudah tidur pulas itu, tapi ia masih ingat akan pekerjaannya yang penting itu.
***
__ADS_1
Pagi-pagi sekali Davina sudah bangun dari tidurnya, bahkan ia lebih dulu bangun dari pada Harris. Mungkin karena Davina tidurnya lebih awal sedangkan Harris tadi malam sempat begadang.
Setelah sholat subuh Davina memasak sarapan untuk Harris, sedangkan Harris memilih untuk berolahraga pagi dengan jogging di sekitaran sana supaya tubuhnya tetap bugar.
"Harris, sarapannya sudah siap. Cepat kamu habiskan, setelah itu siap-siap karena aku ada kelas pagi." Ucap Davina ketika Harris sampai di apartemen.
Harris mengernyit, "Kamu mau berangkat semobil denganku, Davina? "
Davina menggeleng, "Mau naik motor, siapa lagi kalo bukan kamu yang nyupirin kan aku nggak bisa." Jawab Davina dengan santainya.
Harris tersenyum kemudian menghabiskan sarapan buatan istri tercintanya.
Setelah mereka selesai bersiap-siap, Harris mengambil motor miliknya di bagasi kemudian ia memanaskannya. Sedangkan Davina mengambil tas miliknya dan mengunci pintu apartemen.
Davina akan turun kebawah, tapi ia mengernyit ketika melihat Harris bersama Shafira di parkiran. Sedang apa dia menemui Harris.
"Ekhem," Deheman Davina menghampiri mereka berdua.
Shafira nampak terkejut ketika melihat Davina menghampiri dirinya dan Harris, tapi kemudian ia menundukkan kepala nya.
"Sedang apa kamu di sini?" Tanya Davina dengan nada yang ketus sengaja karena dirinya tidak suka melihat suaminya mengobrol berduaan dengan Shafira.
Shafira menatap kearah Davina, "Kamu satu apartemen dengan Harris?" Ucapnya seolah mewakili tanda tanya di otaknya.
"Aku bahkan satu kamar," Ucap Davina masih sama dengan nada ketus.
Shafira nampak menundukan kembali kepalanya kemudian menyodorkan sesuatu pada Harris. "Ini buku milik Farhan, tolong kasihkan kedia. Karena hari ini aku tidak ke kampus." Ucap Shafira menyodorkan buku pada Harris.
"Terimakasih, kalo begitu aku pamit Harris, Davina." Ucap Shafira kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
Davina terdiam karena masih kesal, sedangkan Harris kini sudah menaiki motor gedenya itu. "Udah jangan cemburu, buruan naik." Perintah Harris.
"Dih, siapa juga yang cemburu." Ucap Davina kemudian memakai helm yang di beri oleh Harris.
"Yakin, nggak mau meluk?" Ucap Harris menggoda sang istri.
"Nggak," Jawab Davina ketus.
"Yaudah," Kemudian Harris mulai menjalankan motor gede miliknya.
Harris menyeringai, kemudian ia tancap gas mempercepat laju motornya tersebut.
"Harris," Kata Davina seketika langsung memeluk pinggang Harris saat laju motornya bertambah.
"Nah, gitu kan enak." Ucap Harris ketika di rasa Davina sudah memeluk pinggangnya.
"Kamu sengaja Harris?" Ucap Davina.
"Kalo iya kenapa?" Balas Harris.
__ADS_1
"Curanggg." Kata Davina.
***
Siang ini setelah selesai dengan kuliahnya, Davina dan Harris akan pergi ke sebuah Caffe tempat untuk mereka berkumpul. Bukan hanya Harris dan Davina, tapi juga ada Farhan, Bimo, dan Rani nanti. Karena tadi pagi Faras yang menyuruh mereka untuk berkumpul sekalian mau mentraktir dengan alasan syukuran kecil-kecilan atas bebasnya Ricko.
Kini Davina sedang dalam perjalanan menggunakan motor gede milik Harris.
"Peluk aku Davina, supaya kamu tidak jatuh." Perintah Harris karena ia akan mengebut.
Davina langsung menuruti perintah suaminya karena tak ingin kejadian tadi pagi terulang lagi. Memeluk pinggang Harris dengan erat, karena bisa ia bayangkan jika dirinya benar-benar jatuh dari motor maka bisa-bisa ia langsung mati di tempat mengingat motor yang dibawa Harris melaju dengan sangat kencang.
Hingga tak terasa kini mereka berdua telah sampai di Caffe tersebut, ia memarkirkan motornya di parkiran. Ternyata teman yang lain juga baru sampai.
"Wiih, tumben pake motor berdua." Ucap Farhan.
Harris tersenyum, "Davina sendiri yang memintanya." Ucap Harris membuat Davina jadi malu.
"Udah mulai berani ya menunjukan kemesraan di Kampus." Ucap Rani.
"Bukan Davina namanya kalo berangkat ke Kampus berdua tapi masih kucing-kucingan." Ucap Harris sengaja menggoda Davina, membuat yang lain tertawa.
Davina mencubit pinggang Harris karena ucapannya itu.
"Awss, sakit Davina." Ucap Harris.
"Udah jangan bermesraan terus, nggak kasian apa sama yang jomblo." Ucap Farhan melirik Bimo dan Rani bergantian.
Bimo membalas lirikan Farhan, namun dia bersikap acuh.
"Jangan melirik ku seperti itu, aku tau kamu juga jomblo." Ucap Bimo, Farhan nampak menggaruk tengkuknya nampak salah tingkah. Rani hanya memutar bola matanya malas.
"Makanya cepat halalin," Ucap Harris.
"Gimana mau ngehalalin, ego diri sendiri aja belum bisa dikontrol." Ucap Bimo melirik kearah Rani.
"Ngapain liat-liat." Kata Rani membuat Bimo mengalihkan pandangannya.
"Makanya jalani dengan keiklasan dan keseriusan agar semuanya berjalan dengan semestinya." Ucap Harris pada Bimo.
"Nah, dengerin tuh kata suamiku." Ucap Davina ikut menimpali.
"Ciee yang udah mengakui ustadz Harris sebagai suami." Ucap Rani menggoda Davina.
Pipi Davina kini bersemu merah karena malu, dia lupa kalau teman-temannya belum mengetahui jika Davina sudah mengungkapkan perasaan cintanya pada Harris.
"Udah dulu edisi goda menggodanya. Ayo cepetan, jadi nggak nih makan-makannya." Ucap Faras menimpali karena sedari tadi dirinya dan Ricko hanya memandangi mereka sesekali ikutt tertawa.
"Hehe, sorry. Jadi dong masa enggak. Orang udah laper dari tadi sebenarnya." Ucap Rani menanggapi sambil nyengir kuda.
__ADS_1
***