Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Permintaan


__ADS_3

Malam ini Zea terpaksa pulang tidak menginap di rumah sakit, ia bergantian menjaga rumah dan kedua orang tua nya yg menjaga Lea di rumah sakit. Besok adalah hari pengumuman kelulusan, karena Lea sedang sakit Zea lah yg pergi ke sekolah sendiri.


Sejak kemarin kondisi Lea terus menurun, Lea jadi sering pendarahan bahkan kejang. maka dari itu Maya dan Ahmad yg menemani Lea saja di rumah sakit.


"Gue dan Lea pasti lulus dengan nilai baik".ungkap nya yakin.


Tling!


Hans:" Besok pulangnya aku jemput ya".


Senyum-senyum sendiri saat melihat pesan dari kekasih nya, tentu saja Zea membalas dan mengiyakan Hans menjemputnya.


..


.


.


Zea mengamati papan mading yg menempel kan kertas pengumuman hasil kelulusan nya.


"Aaaaa!! Gue LULUS!! ".teriak Zea kegirangan senang saat namanya ada diurut tan atas.


" LEA Juga LULUS".


Zea berjoget kesenangan setelah nya ia menuju wali kelas untuk meminta surat kelulusan ujiannya dan nila ujiannya.


Setelah mendapat amplop surat kelulusan nya ia menuju kelas Lea untuk meminta surat kelulusan Lea. Zea melihat suratnya dan Lea bersyukur karena dirinya unggul di ujian Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan kimia.


Sedangkan Lea unggul di Bahasa Indonesia dan Geografi.


"Zee, sendiri aja kan? pulang bareng kita aja".ajak teman nya.


" Maaf, guys, gua dijemput pacar gue Hans".


"Yeh, bucin lo yaudah kita balik duluan, bye".


" Hmmm".


Tings!


Hans:Zee, gue udah didepan nungguin nih!.


Zea segera menuju depan sekolah melihat Hans menunggui nya yg duduk di motor nya, segera ia menghampirinya.


"Hai".


" Udah? gimana hasilnya? ".


"Lulus".


" Bagus, yaudahh nih helmnya pakai".ucap Hans lalu membantu Zea memakaikan.


"Ekhem, "deheman dari seorang laki-laki


Zea dan Hans menoleh kearah sumber suara ada seseorang mendekati mereka.


Zea membelalak"ngapain lo disini? ".


" Cepet masuk mobil, ke rumah sakit!! ".pinta nya.


" Gak gue mau pulang sama lo, gua mau pulang sama Hans. lagian sapa suruh jemput gue sih".


"Kondisi Lea memburuk".


Seketika Zea melepaskan helmnya dan memberikan pada Hans, dan menatap kepergian Zea Hans kebingungan.


"Ada apa sih? lo siapa? ".tanya Hans.

__ADS_1


" Bukan urusan anda ".


" Cepat masuk mobil Zea".titah Abiyan.


Untuk pertama Abiyan menyebut Zea. Tapi detik itu juga Zea segera masuk ke mobil Abiyan dan segera Abiyan menyusul nya meninggalkan Hans yg menatap mereka penuh tanya.


Di mobil Zea terus menanyakan kondisi Lea ia sangat panik dan khawatir.


"Om, Lea baik-baik aja kan? ".


" Jawab dong, Om,. Bilang kalau Lea gak kenapa-napa kan, Om!! ".


"Kondisi Lea melemah, ingin bicara sama kamu".jawab Abiyan membuat tubuh Zea melemas ia gemetaran dan sangat takut kondisi Lea.


sesampainya di rumah sakit Zea berlari menuju ruangan Lea sudah ada kedua orang tua nya juga orang tua Abiyan bahkan Maya dan Umi sarah sudah berderai air mata.


"Lea".


Mereka semua menyadari kedatangan Zea dan Abiyan.


Zea mendekati Lea yg tengah memejamkan mata,, suara alat detak jantung miliki Lea tepat berbunyi disebelahnya.


" Lea ini aku Zea".bisiknya.


Lea pun Mengerjapkan matanya mereka semua terkejut karena Lea merespon Zea pasalnya Lea sedari tadi tak merespon mereka saat diajak bicara, hanya memejamkan mata saja.


"Kak".lirih Lea.


" Iya, ini aku sea. Lea kita lulus kita unggul di beberapa mata pelajaran. kamu unggul Bahasa Indonesia dan Geografi pelajaran itu kan kesukaan kamu kan? ".


Lea mengangguk lemah, Zea pun tersenyum " Setelah ini 3 hari lagi kita ke graduation, bareng-bareng , kita Terima penghargaan kita".terang Zea.


Lea tak merespon, tetapi Zea tak menyerah ia memberikan senyumnya.


"Setelah graduation dan kamu udah sehat, kamu boleh minta apapun deh sama aku, mau kan Lea? ".


" Kak Zea menikah sama Abiyan.. "


Zea terdiam, ia menggeleng "gak Lea, dia calon suami kamu".


" Dia calon suami kak Zea bukan Lea".ucap Lea.


"Engga, Lea mana mungkin aku nikah sama dia".ujar Zea.


" Kak aku mohon". , kak Zea menikah dengan Abiyan ".


" Gak bisa Lea, aku gak mau".pekik Zea menghela napas berat


"Ini permintaan terakhir ku kak".


Rasanya Zea tertimbun batu beton jantungnya berdetak kencang mendengar perkataan Lea, ia menggenggam erat tangan Lea.


" Lea kamu jangan omong seperti itu, kita udah janji bakal bahagia bareng-bareng ".


" Aku bahagia kalau kak Zea menikah dengan Abiyan ".


Lea memejamkan mata, menahan sakitnya ia meringis membuat Zea panik .


" Lea kamu baik-baik aja kan? ".


" Kak, aku mohon, kak Zea nikah ya sama Abiyan ".


" Aku gak bisa Lea".


"Aku mohon Kak ".


" Sakit... kak".

__ADS_1


Zea tak bisa menahan air mata nya melihat Lea kesakitan, ia mengusap keringat dan air mata Lea.


"Lea, bertahan ya kita kan udah janji kuliah bareng ".


Lea tersenyum kecil" gak bisa, aku gak kuat kak".


"Lea."


Sarah dan Maya menangis lagi melihat keadaan Lea.


"Argghhh.. "


"Lea kamu kenapa? ".tanya Zea panik.


"Sakit".


" Kamu kuat, Lea kamu bisa pasti bisa".ucap Zea menggeleng dan semakin kuat menggenggam tangan nya.


"Enggak, kak, aku mohon kak Zea menikah dengan Abiyan... aku udah gak kuat lagi.".


"Enggak Lea, aku gak bisa".


" DOkter...!! Tolong!! ".teriak Zea saat melihat Lea kesakitan.


Abiyan segera keluar untuk memanggilkan Dokter.


" Kak Zea... aku mohon".


"Lupakan Hans, dia bukan cowok baik, Abiyan lah yg terbaik, kak!! ".


Lea terus memohon dengan Zea membuat air mata Zea tak berhenti.


" Kak... aku ingin tenang".


Lea sudah tak kuat, dan Zea akhirnya mengangguk bersamaan Dokter yg datang.


"Kak Zea akan menikah dengan Abiyan? ".ucap ulang Lea dengan kesulitan.


" Iya, Kakak mau,janji tapi kamu bakal sembuh".


Lea tersenyum pada Zea"terimakasih, Kak".


Kemudian memejamkan matanya berusaha menahan sakitnya dan mengerang kesakitan mengucapkan kalimat syahadat.


Melihat itu Zea membelalakkan mata nya kembali mendekati Lea " Lea, kamu udah janji bakal sembuh!! ".


"Maaf kak aku udah gak kuat".


" Aku titip Papa dan Mama, Lea sayang kalian semua".


"LEA... "


"Terimakasih, Kak Zea".


Alat pendeteksi pun berbunyi nyaring, mata Lea terpejam rapat, membuat Zea berteriak memanggil nama nya Lea mengoyak tubuh nya namun Lea kini sudah pergi selama-lamanya.


saat itu tubuh Zea ikut melemas genggaman tanya pun terlepas ia terjatuh di lantai, Papa nya mendekati Zea dan Dokter mendekati Lea.


"Inalilahi wainnailaihirojiun".ucap Dokter.


Tangis Maya dan Sarah pun semakin pecah.


Zea yg pingsan dibawa Ahmad ke kamar perawatan untuk diperiksa, Abiyan mengekor Ahmad yg membawa Zea.


" Abiyan tolong tunggu Zea".titah Ahmad.


"Baik, Pa".jawab Abiyan.

__ADS_1


Ahmad kembali ke ruangan Lea kini dia harus mengikhlaskan kepergian putri nya, Maya memeluk suaminya menangisi Lea yg sudah pergi selamanya.


__ADS_2