
Kini Abiyan dan Zea sampai di rumah pribadi Ambiya segera Abiyan melirik Zea yg ternyata tertidur perlahan senyum Abiyan terbit melihat Zea tidur dilihat Zea yg kelelahan "bangun, kita sudah sampai".seraya mengoyak bahu Zea.
Zea terbangun menatap sekitar " dimana ini? ".tanya Zea masih mengucek matanya.
" Di rumah ".ucapnya datar.
Abiyan keluar membuka bagasi mengambil koper Zea pun menyerobot mengambil kopernya.
Rumah minimalis yg bagus megah disisi terdapat kolam renang dan halaman hijau sangat luas bernuansa Eropa. Abiyan yg menuju pintu utama, menempelkan sidik jari dan nenekan pasword pintu pun terbuka" ayo masuk"Zea pun mengekor dan bertanya"dimana kamarnya ".
" Diatas ".
" ohh.. ".
Zea pun menuju tangga ke atas mencari kamar utama yg begitu besar kemudian masuk menaruh kopernya samping sofa, Zea pun merebahkan tubuhnya " Hufft.... lelah nya ".zea seketika bangun karena melihat Abiyan juga masuk kamar" lo ngapain??. tanya Zea
"Mau istirahat".
" Ha? lo mau tidur disini?? gih sana lo cari kamar lain, gue ogah tidur sama lo".
Abiyan segera ke almari mengambil baju nya "Silakan kamu tidur di kamar lain, di sana belum dipasang AC".jawab Abiyan santai, kemudian masuk kamar mandi.
" Ya ampun kenapa si gue harus nikah sama Om-om ".gerutunya Zea pun segera mengambil kopernya dan mencari baju ganti nya, ia membongkar i kopernya berharap isi kopernya pakaiannya yg layak, namun sayang adanya pakai tidur yg kurang bahan, membuat Zea kesal " ini baju haram punya siapa? ".
" Kenapa? ".saut Abiyan yg keluar dari kamar mandi
" Engga... ada apa-apa ".
" Ada yg salah? ".
" Itu Mama nuker koper ini karena isinya baju nya Lea, bukan baju gue".
"Oh".
" Ha... Ohh doang? ".
" Cuma karena itu sampai teriak seperti itu"..
"Mmmm... gue boleh pinjam kaos atau kemeja punya lo gak? ".
" Gak bawa baju tidur? ".
__ADS_1
" Mama kan nuker semua baju yg gue siapin".
"Bawel, terus itu apa? ".
" Bukan apa-apa ".,. ucapnya seraya menumpu-numpuk baju haram itu dengan gamis milik Lea.
" Jadi boleh gak gue pinjem bajunya mana cepet? ".
" Yang bener gak ada baju tidur? ".
" Gak ada, Om masa tidur pake gamis sih".gerutunya
"Ambil aja di lemari, ada banyak kaos".
Pikir Zea Abiyan akan mengambil kan baju nya namun salah Abiyan malah ke meja rias mengeringkan rambutnya. Zea segera menuju lemari mencari-cari dan mengambil kaos oblong berwarna putih milik Abiyan.
" Mandinya jangan lama-lama, saya tunggu sholat ".ucap Abiyan sebelum Zea masuk kamar mandi.
" Bawel".saut Zea.
.
.
Abiyan yg masih lanjut dengan berzikir Zea pun melepaskan mukena yg ia kenakan, melipat nya menyimpan di laci setelah itu Zea mengambil remote AC "Dari tadi napa gak di nyalain gak tau apa panas banget".gerutunya Zea.
Segera Zea mengambil ponselnya sedang di charger, berjalan menuju ranjang merebahkan tubuh nya sambil menatap ponselnya membuka aplikasi hijaunya.
" Astaghfirullah".
Zea menoleh, ia melihat Abiyan yg sudah memalingkan mukanya
"Kenapa emang? "
"Zea, kenapa pakai baju itu".
" Loh,? emang salah aku pakai baju kayak gini".ujar Zea dia memilih kaos oblong Abiyan yg kedodoran.
"Kenapa gak pake celana".
Zea menarik kaos bagian bawah dan menampilkan celana pendek nya " pake ko! ini emang kaos lo aja yg kegedean jadi celana gue gak keliatan .
__ADS_1
"Ganti celana kamu".ulas Abiyan.
" Gak ada, Mama gak naruh celana di koper, ini gue pake celana tadi gue pake. ".
Setelah itu Abiyan menuju lemari mengambil sarung dan menaruhnya di ranjang"pakai ini".
" Emang nya gue mau sunatan suruh pake sarung segala, ogah. "
Zea berbaring di ranjang memainkan ponselnya lagi melirik Abiyan , Abiyan yg menggeleng kepalanya, Zea tersenyum tipis lalu disembunyikan nya.
"Apa? ".
" Gak,".
"Gue gak mau pake sarung ".ucap Zea setelah itu mengambil sarung itu lalu ditaruh di meja nangkas.
Abiyan pun ikut mendekati tepi ranjang membuat Zea gugup" lo mau ngapain? ".
" Istrahat ".
"Tidur bareng? ih gue gak mau satu kasur sama lo, sana tidur di sofa".
Abiyan tak menjawab segera merebahkan tubuhnya dan menatap Zea seketika Zea menelan Salvinanya keras" apa liat-liat? ".selidik Zea.
" Saya ini suami kamu, tidak masalah jika menatap atau tidur satu ranjang. Saya juga tidak akan menyentuh kamu, sampai saya sudah mencintai mu".
Zea pun lega itu artinya Abiyan tidak mencintai nya "oke awas aja sampai macem-macem, gue bisa bikin orang mimisan 2hari".
" Hmmm.. ".
Zea segera Mengambil guling menaruhnya ditengah-tengah menyekat dirinya dengan Abiyan lalu ikut tidur membelakangi Abiyan.
" Taruh ponselnya dan istirahat ".
Zea pun tak menghiraukan Abiyan, segera Abiyan merebut ponsel Zea menaruh di atas meja samping ranjang.
" Tidur".
"Ih HP gue".
" Besok saya kembali kan ".
__ADS_1
Setelah itu Abiyan memejamkan mata nya, Zea bertambah kesal" dasar Om-om ngeselin".batin nya.