
"Aku harus temukan seperti apa perempuan yg menjadi istri Azam".ucap Nisa yg sudah kembali pulang dari terapi, kini ia berlalu untuk keluar mencari Zea.
" Bun, Nisa keluar dulu, ya".pamitnya ke Bunda nya.
"Kemana? ".
" Mau temui temen bentar ".
" Yaudah sana, tapi jangan lama-lama kamu kan baru terapi".
"Iya, asalamualaikum".
" Walaikumsalam ".
Nisa mengambil kunci mobilnya, lalu duduk dimobil ia mengutak-atik sosmed mencari tau biodata Zea. ia tau jika Zea masih kuliah segera menuju ke kampus Zea.
Zea dan Cika pun pulang keluar dari kampus.
" Lo, mau ikut gue pulang atau gimana? ".tanya Cika.
" Gue nunggu, beb Abiyan aja, dia katanya mau jemput".
"Bener dia mau nge jemput,dah ikut gue aja".
" Benar lah, itu mobilnya baru dateng".
__ADS_1
Zea menunjuk mobil Abiyan yg baru datang.
"Oke,,, kalo gitu gue pulang, dah".
" Dah".
Zea ingin menghampiri mobil Abiyan yg terpakir diseberang jalan saat akan menyebrang tiba-tiba mobil silver melaju sangat kencang"Brak"Zea pun tak dapat menghidari nya kini dirinya terpental 10cm dari mobil Abiyan, seketika Abiyan pun berlari ke arah Zea.
"Astaghfirullah, Zea bangun.... Zea".pekik Abiyan yg panik.
" Tolong.. ".teriak Abiyan hingga orang-orang datang mengerumuni Zea yg kecelakaan.
" Tolong bantu saya bawa istri saya ke mobil ".pinta Abiyan, segera orang-orang membantu Abiyan. " terimakasih ".
Abiyan melaju ke rumah sakit"Zea bertahan ".ucap nya Abiyan melihat darah keluar dari kepala Zea, ia bergetar menyetir dalam kecepatan tinggi. sesampainya di rumah sakit Abiyan menggendong Zea hingga para perawat membawakan barnkar di giring ke ruang IGD.
" Pak, bapak diluar saja, kami akan menanganinya".ucap suster.
Abiyan menganggukkan kepala ia sudah tak bisa menahan air matanya.
Nisa tersenyum lebar kala ia sudah membuat Zea terluka "aku harap kamu tenang di surga".ucap nya ia tertawa di dalam mobil.
Abiyan yg masih menunggui dokter keluar dari ruang IGD, ia sudah menghubungi kedua orang tuanya juga mertuanya.
Ahmad, Maya, Sarah dan Zaid datang bersamaan dan melihat Abiyan duduk dan menundukkan kepalanya Zaid mengusap punggung Abiyan" kamu yg sabar, Biyan kami disini menemani mu".ucap Abah.
__ADS_1
"Abah, Umi, Ma, Pa, Asalamualaikum".ucap Abiyan mencium tangan ke empat nya.
" Bagaimana kejadiannya Abiyan, Zea bisa kecelakaan? ".tanya Ahmad.
" Tadi Abiyan jemput Zea ke kamus lalu Zea ingin menyerbang ada mobil melaju kencang menabrak Zea ".
" Tapi Abiyan gak tau siapa yg menabrak Zea, Ma, pa, Umi, Abah".tutur Abiyan kemudian Sarah merangkul Abiyan menangis di pelukan Umi nya.
Dokter yg menangani Zea pun keluar. Ahmad langsung menghampiri nya"bagaimana, Dok keadaan anak saya? ".tanya Ahmad.
" Nona Zea hanya sedikit luka di pelipis kepalanya tapi tenang dia tidak apa-apa, namun keadaan nya sekarang masih belum sadar, kita kan menunggu perkembangannya 2jam lagi".tutur Dokter menjelaskan.
"Syukur alhamdulillah".ucap semuanya.
" Saya permisi".pamit dokter.
"Terimakasih, Dok".
" Sama-sama, mari".
Abiyan pun beranjak berdiri ingin masuk menemui Zea kini Abiyan duduk berhadapan dengan Zea yg tergolek lemah memejamkan matanya"Zea kamu wanita kuat, pasti kamu bisa melewati semua ini".ucap Abiyan menggenggam tangannya dan menciumi punggung tangan Zea.
Setelah 2 jam berlalu mereka semua masih menunggui Zea, Abiyan yg masih stay di tempat melihat pergerakan tangan dijari nya" Zea kamu bangun".ucap Biyan.
Zea mengerjapkan perlahan membuka matanya.
__ADS_1
"Aku dimana? ".tanya Zea
" Kamu dirumah sakit".balas Abiyan.