
Seusai pemakaman Lea, Zea yg masih enggan untuk pergi meninggalkan makam adiknya, Air mata nya yg sudah mengering kini kembali jatuh ia memegangi nisan Lea dengan erat.
"Zea... udah, Nak kita pulang Lea udah tenang, Lea udah gak merasakan sakit lagi jangan tangisin Lea lagi".
Zea menunduk, ia memegangi dadanya yg sesak akan kehilangan Lea untuk selamanya,lea yg sejak kecil dalam kandungan bersama dirinya kini pergi meninggalkan nya.
Ahmad merangkul bahu Zea membawa anaknya itu beranjak berdiri" sudah, ya kita pulang mau turun hujan".
Dengan berat hati Zea meninggalkan pemakaman Lea, ia memikirkan bagaimana Lea sendirian di sini kegelapan didalam sana? tapi Zea berpikir, Lea orang baik dia menomor satukan agama, pasti tidak kegelapan di dalam sana.
Zea dan semuanya pergi meninggalkan makan Lea, sesampainya di rumah, Zea memeluk Maya dengan erat"Zea Istirahat sebentar nanti kalo udah tenangan sedikit Zea bantuin".
"Iya, sayang".ucapnya mengusap punggung Zea.
" Pa, Umi, Abah, Zea ke kamar dulu".pamit nya.
Mereka semua mengangguk, Zea segera pergi ke kamar nya.
Zea memilih duduk di tepi ranjang tangannya mengambil foto dirinya dan Lea ketika masih berumur 7 tahun.
"I'm gonna miss you, Lea Nacita Salika".
Zea menghela napas mengusap air matanya menaruh figuran ke pelukannya memutuskan untuk berbaring beristirahat sejenak sambil memeluk figuran.
.
.
.
Pagi pukul 6 sore pintu terketuk, Zea pun terbangun dan segera menuju pintu dibuka nya.
" Kamu udah sholat maghrib? ".tanya mama nya
Zea menggeleng " belum, Ma, baru bangun, Zea mandi dulu baru sholat ".
" Ya sudah sana mandi setelah itu turun ya kebawah, katanya temen-temen Lea bakal dateng ".
__ADS_1
" Iya, Ma".
Zea bergegas membersihkan diri dan sholat ia memilih memakai kulot hitam, hoodie oversaize dongker, dan jilbab hitam pasmina. Zea menuruni tangga sudah ada beberapa saudara yg datang dan teman kelas Lea yg Zea kenal.
"Hai.. ".sapa nya.
" Zea! turut berdukacita ya, gue tau lo pasti sedih".
Zea mengangguk didalam pelukan gadis itu"gue udah baik-baik aja kok, Lea udah gak rasain sakit lagi".
"Oh iya, kalian aja yg dateng? ".
" Enggak, kita tadi kumpul bareng sama yg cowok tapi mereka mampir dulu ke masjid untuk sholat isyakan sebelum kesini".
"Rita gak bisa dateng Zea, dia lagi di luar kota".ucap salah satu teman Lea.
" Iya, gapapa kok".
"Zea itu siap sih cowok itu kayaknya udah deket banget sama Papa mu dan tante Maya? ".selidik salah satu gadis dengan melirik Abiyan.
Zea menatap Abiyan yg sedang membantu mengangkatkan air mineral kardus., " dia anaknya temen Papa dan Mama namanya Abiyan. mau gue kenalin? ".jelas Zea menatap temannya.
"Emang Ustadz".
" Ha..? serius? ".
"Almarhum kakek nya memiliki pondok pesantren, kyai besar dan dia baru selesai studynya di Mesir".
" Kok bisa deket keluarga lo? ".
" Dulu kakeknya dan kakek gue itu bestie gitu".
"Wah gue rasa lo bakal dijodohin deh sama tu ustadz".
" Apaan sih... gue gak suka".
Kumandang Adzan isya pun terdengar hingga Maya pun mendekati Zea dan teman-temannya.
__ADS_1
"Zea, sholat yu, kita berjamaah kalian ikut juga ya".ucap Maya.
" Maaf tante saya baru haid ".
" Saya juga tante".
Zea terkekeh "paling alesan aja nakal boleh tapi kewajiban gak boleh ditinggal".
" Zea, Mama tunggu diruang sholat".
"Kalian yg mau ikut bareng Zea ya ".ucap Maya lalu pergi.
" kalo gue bener Zea lagi haid, lo mau liatin ".
"Yaudah yg mau sholat ikut gue".
.
.
Selesai tahlilan teman-teman Lea dan Zea masih mengobrol.
" Zea, ada Hans".bisik temannya Mata Zea terbelalak, segera beranjak dan keluar rumah, menemuinya.
Entah Abiyan menjadi penasaran melihat Zea pergi begitu aja, ia pun mengekor i Zea ikut keluar duduk di teras rumah memperhatikan Zea yg menemui Hans.
Hans turun dari motor, setelah itu langsung memeluk erat Zea , ia segera melepaskan pelukan Hans.
"Kok kamu kesini? ".
" Kamu lagi berduka, udah seharusnya aku kemari".
Tangan Hans terangkat hendak mengusap air mata Zea namun Zea segera menepis nya.
"Kenapa Zee? ".
"Tapi Hans, sikap kamu yg seperti ini akan ketauan Papa kalau kamu bukan sekedar teman".
__ADS_1
"Papa gak suka lihat kamu deket-deket aku".
" Aku bakalan yakinin Papa kamu akan nikahin kamu setelah lulus kuliah 3 tahun lagi".tutur Hans.