
Abiyan pun sampai di rumah Zea yg masih menghindar dan terus mencari kesibukan nya jika Abiyan mendekati nya. saat Zea tengah sibuk di depan kompor Abiyan mendekati dengan memeluk dari belakang Zea pun kaget tangan Abiyan melingkar di perutnya.
"Masak apa? ".tanya nya.
"Mmm... masak garang asem".balasnya namun tangan Zea melepaskan tangan Abiyan yg melingkar di perutnya.
" Aku masak dulu, kamu tunggu bentar lagi mateng".ucap Zea tersenyum kecil, Abiyan mengangguk dan menuju meja makan.setelah menunggu kurang lebih 10 menit masakan Zea pun jadi Zea menyiapkan makan malam nya dan mengambil kan untuk Abiyan.
"Silahkan dimakan suamiku".ucap Zea tersenyum agar Abiyan tak curiga jika dirinya menyelidiki gadis yg bersama nya lusa kemarin.
" Makasih ".
" Maaf ya kalau gak enak? " .
"Enak kok".Abiyan segera menyendok ke mulutnya di rasa memang masakan Zea enak dari sebelum belum nya.
Zea masih menatap reaksi Abiyan " enak gak? ".tanya Zea lagi.
Zea yg penasaran pun merasakan masakan nya" enak juga sih,berarti aku gak sia-sia belajar masak dari youtube ".ucap nya.
" Kamu gimana kerjaannya di Bogor?".tanya Zea.
"Ini juga hampir selesai".balas Abiyan.
.
.
.
Pagi nya Zea mau diantar Abiyan berangkat kuliah sesampainya Zea pamit.
" Nanti pulang saya jemput.
"Iya".jawab Zea mencium punggung tangan Abiyan" Asalamualaikum ".pamit Zea.
" Walaikumsalam ".jawab Abiyan.
Saat ingin melajukan mobil deringan ponselnya berbunyi dilihat notif dari no name Abiyan sedera membaca nya.
__ADS_1
" Azam aku udah dijakarta dan sekarang sedang menjalani terapi aku mau kamu dateng ya, aku mohon. Anisa".
Helaan napas panjang Abiyan "kenapa saat aku membuka hati untuk Zea, kamu datang Nisa".lirih Abiyan.
Abiyan pun mendatangi Nisa di rumah sakit dan dilihat diruangan Nisa duduk dengan orang tuanya.
" Asalamualaikum ".ucap Abiyan.
" Walaikumsalam ".balas semua menatap kedatangan Abiyan.
" Nak, Abiyan makasih sudah datang kemari ".ucap Ayah Nisa.
" Iya paman".
Abiyan segera duduk di kursi dekat Nisa "Yah, sama Bunda keluar dulu, ya".pamitnya.
Nisa mengangguk kini orang tuanya keluar hanya ada dirinya dan Abiyan.Nisa menatap Biyan penuh bahagia.
" Zam, makasih udah mau jenguk".
"Hmmmm".
" Aku tau kamu sudah menikah dan dijodohkan orang tua mu".
" Tapi kenapa kamu dulu menjanjikan untuk mengkhitbah saya".
"Saya akui saya dulu menyukai kamu tapi saya tidak berjanji untuk menikahi kamu, dan kamu harus mengerti, Nis".
" Gak , Zam aku mau kita menikah, aku mencintaimu ".
" Cukup, Nis saya sudah mempunyai istri".
"Zam, saya mau jadi selir kamu".
" Nis, jangan berpikir serendah itu hidup kamu masih panjang ".ujar Abiyan.
" Apa karena wanita itu kamu tolak aku? ".
" Maaf, Nis saya harus segera pergi karena saya mengajar ".tambah Abiyan.
__ADS_1
" Jawab ? Azam aku mencintaimu ".ucap Nisa.
" Permisi, Nis maaf".pamitnya segera keluar meninggalkan Nisa yg mematung menatap ke pergianya kini Nisa sesenggukan menangisi Abiyan "aku harus bisa merebut mu dari dia".teriak nya.
Orang tuanya kembali ke kamar Nisa.
" Kamu kenapa? siapa yg buat kamu nangis ".tanya Bunda.
" Azam, Bun dia tolak Nisa".
"Sabar, Nak nanti ayah kan bicara sama dia".
.
.
.
Abiyan yg sedang mengajar masih teringat perkataan Nisa jika dirinya ingin menjadi selirnya" aku gak mungkin poligami ".berkecambuk dalam hati dan pikiran Abiyan, sebelum menikahi Zea ia sudah berjanji tidak akan menikah lagi atau berpoligami berjanji pada kedua orang tua Zea.hingga mahasiswa yg ia ajar mendekati Abiyan.
" Pak... pak Abiyan tidak apa-apa kan?.
Lamunan Abiyan membuyar "tidak apa-apa".saut Abiyan.
" Ini pak tugas kami sudah selesai ".
" Iya, terimakasih ".
" Permisi pak".
.
.
Di kantin Zea dan Cika masih berkutat dengan laptopnya "ini ketemu tempat tinggal nya, Zee sekarang dia pindah rumah di perum Mitra sejahtera".kata Cika.
" Hmmmm.. oke gue catat alamat nya".
"Ehh... lo mau ngapain? ".
__ADS_1
" Samperin dia lah, pelakor gak bisa didiemin " .
"Selidiki dulu, hubungan nya gimana sama laki lo kalo udah tau seluk-beluk nya baru lo samperin tu cewek"ujar Cika.