Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Istri seutuhnya 2


__ADS_3

Setelah melakukan itu Abiyan yg sudah terlebih dulu bangun membersihkan diri dan membuatkan makan untuk Zea, menaruh nya di nangkas sebelah ranjang Abiyan kini mendekati Zea mendudukkan diri disebelah Zea membelai anak rambut Zea yg menutupi wajahnya.


"Maafkan saya Zea, sudah salah paham dan menuduh kamu".lirih Abiyan .


Zea menggeliat mengerjapkan matanya membuka mata dilihat Abiyan yg sudah berada disisinya sembari tersenyum.


" Aby.. ".


" Sudah bangun sayang".


Zea mengangguk ia menyibak selimut nya melihat dirinya tak memakai pakaian ia langsung menutup nya lagi.


"Kamu kenapa? ".


" Malu".


"Ngapa malu, saya kan sudah liat".


Zea canggung dan membenarkan perkataan Abiyan jika dirinya sekarang sudah menjadi istri seutuhnya.


" Makasih ya, sudah bukti'in kalo semua nya tidak benar, juga terimakasih sudah memberiku Hak sebagai suami".ucap Abiyan tulus.


"Iya.. aku minta maaf aku salah sudah berduaan dengan laki-laki ".


" Hmmm...saya juga minta maaf jika sudah menuduh yg ga nggak sama kamu".


Zea mengangguk kepala tersenyum Abiyan memeluk nya mengusap pucuk Kepala Zea.


"Semoga apa yg kita nanti tumbuh di rahim mu".


" Amin.. ".saut Zea.


" Ya sudah mandi dulu terus makan udah saya siapin".


"Makasih, ya By".


..


.

__ADS_1


Zea berangkat kuliah diantar Abiyan dan saat sedang turun dari mobil Nara dan Ilyas menghampiri Zea.Abiyan segera turun dan menghampiri mereka.


" Zea".panggil Nara.


"Iya, Nar".


" Aku dan kak ilyas mau minta maaf soal kemarin, kita udah buat kalian bertengkar ".ulas Nara.


" Engga kok, kita baik2 aja, iya kan By? ".


Abiyan mengangguk kepalanya" iya.. Nara ilyas saya minta maaf juga sudah menuduh yg bukan-bukan " .


"Sama-sama Gus saya juga lancang sudah menggenggam tangan Zea".ucap ilyas.


" Iya".


"Terimakasih".


"Ya sudah kami permisi dulu, asalmualakum".pamit Nara dan ilyas.


Zea dan Abiyan " Walaikumsalam ".


" Aku pamit, By asalmualakum ".ucap Zea menciun punggung tangan Abiyan.


" Walaikumsalam, nanti aku jemput".


"Siap".


Zea berlalu menuju kelas nya disana Cika sedang duduk memainkan ponselnya Zea yg terus tersenyum senyum sendiri Cika pun kepo.


" Lo waras ga senyam-senyum sendiri".


"Waras lah, emang nya lo".


" Dihh... lo abis icikiwir ya, ama Abiyan? ".tebak Cika.


" Kepo... banget sih".


"Hmmmm... apa sih yg ga gue tau logat lo udah lah ngaku".

__ADS_1


" Kalo iya napa? lo pengen? ".


" Duhh.. ga ya gue belum mau Cikiwier gituan, masih pengen sekolah ".


" Ya iyalah lo ga kepengen lo kan jones alias jombol ngenes, wkwkwkckck".sarkas Zea tertawa.


"Asem lo ya Zea, ngatain gue jones" .


"Emang bener kan toh lo ga laku-laku".


" Belum ketemu jodoh, Zea ".


" Iya iya percaya lo sih suka milih-milih " .


"Kalah lo ma si Nara, dia udah dapet gebetan".


" Siapa kok gue ga tau? ".


" Itu loh kak ilyas ketua ospek ".


" Oh... ".


Nara yg baru datang menghampiri Cika dan Zea.


" Eh.. lo pada cerita gue ya?? ".


" Dih PD banget sapa juga yg cerita in lo".elak Cika.


"Ehh.. Nara lo kalo udah dapet gebetan kenapa ga traktir kita-kita".tambah Cika.


" Pengen sih, traktir tapi ntar ya, kalo bokap gue udah kirim duit soalnya sekarang gue lagi bokek".


"Hmmm".


" Hehehe.. maklum " .


.


.

__ADS_1


Abiyan masih sibuk mengajar mata kuliah dan selesai mengajar ia akan rapat ke pesantren membahas haul yg akan diselenggarakan di pesantren nya. sesibuk itu Abiyan menyempatkan untuk menjemput Zea pulang kuliah.


__ADS_2