
Zea yg sudah sampai dirumah sakit disambut Sarah yg memeluknya, wanita itu menangis terisak membuat Zea semakin bingung dan khawatir.
"Umi.. Abiyan kenapa? ".
" Abiyan kritis, Zea. Umi mohon jangan tinggalkan Abiyan dia membutuhkan kamu. dia sangat mencintai kamu".
"Mba Zea.. ".
Seorang laki-laki berkulit sawo matang menghampiri Zea dan Sarah. ia mengukir senyum nya.
"Perkenalkan, saya Zidan, sepupu nya, Kakek saya dan kakek Mas Abiyan kakak beradik.
Zea mengangguk mengerti Sarah melepaskan pelukan nya. " Maaf umi tidak cerita kalo sepupu Abiyan datang kemari, ini Umi yg minta dia ke Jakarta ".ucap umi.
Zea mengangguk sebagai jawaban.
"Maaf, saya ga tau karena Abiyan ga pernah cerita tentang kamu".
" Karena saya jarang ke Jakarta. saya tinggal di Yogyakarta dan menempuh pendidikan di Mesir ".
" Zea, zidan ini seorang psikolog dia yg akan membantu permasalahan ini. Ummi yakin Abiyan tidak melakukan hal itu, Zidan akan menyelidiki kasus ini, semoga segera terungkap apa yg sebenarnya terjadi".ujar Umi.
__ADS_1
"Maka dari itu Zidan meminta mba Zea agar bersedia membantu saya".
" Tapi--".
"Zea umi.. mohon".
...****************...
"Saat kita kecil Mas Abiyan berusia 2tahun dan saya baru lahir, ibu saya meninggal dunia karena melahirkan saya lalu Umi Sarah bersedia mengasuhku dan memberikan ASI nya untuk saya, Maka saya dan Mas Abiyan menjadi saudara sepersusuan".
Zea mengangguk mengerti
" Saya dengar mba Zea seorang mahasiswi Kedokteran? ".
" Setelah sampai di pesantren saya akan mencari barang bukti jika memang Mas Abiyan tidak bersalah ".
Mobil yg dikendarai Zidan dan Zea memasuki halaman pesantren ia segera turun memasuki pesantren.
"Saya sudah mendengar semua penjelasan dari umi Sarah meminta untuk membantu menyelesaikan masalah dan menyelidiki nya. Saya akan mengintimidasi Ustazah Shafira, setelah itu saya dan Mba Zea bisa menggeledah isi kamar ustazah Shafira dan kamar mas Abiyan".
" Ning Zea ".panggil zainab kala melihat Zea.
__ADS_1
Zea dan zidan menghentikan langkah nya, Zainab berlari menghampiri Zea.
"Ning, maafin Zainab. Saat Ning pergi dan Kyai zaid menginterogasi Zainab. Zainab mengatakan jujur apa yg Zainab lihat waktu itu kalau Gus Abiyan dan ustazah Shafira berjima".ucap nya penuh penyesalan.
"Yang Zainab, lihat itu memang seperti itu, Ning. Tapi setelah mendengar penjelasan Ustazah Shafira kalau dirinya diperkosa Gus Abiyan, Zainab menjadi ragu, Apa mungkin Gus Abiyan memperkosa saya tidak yakin itu, Ning".
" Maksudnya?"tanya Zea.
"Gini Ning, kalau memang Ustazah Shafira diperkosa Gus Abiyan, ga mungkin dong posisi Gus Abiyan dibawah sedangkan Ustazah Shafira diatas? terlebih saat Kyai Zaid memberikan dua pilihan untuk Gus Abiyan antara menikahi ustazah Shafira atau mendapatkan hukuman rajam, dan Gus Abiyan justru memilih di rajam. Dari situ Ning, Zainab paham kalau Gus Abiyan gak mungkin memperkosa Ustazah Shafira, Zainab tau Gus Abiyan mencintai Ning Zea sampai rela di hukum rajam".
"Ning maafin Zainab".
Zea Mengerjapkan mata " dimana perempuan itu".
"Ustazah Shafira sedang mendapatkan perawatan medis diruang kesehatan karena punggungnya juga terluka, walaupun tak separah Gus Abiyan".
" Mba.. sebaiknya kita temui ustazah Shafira ".ucap Zidan.
Zea menggeleng " kita harus cari bukti-bukti dulu sebelum bertemu perempuan itu, aku yakin dia ga akan jujur ".
Zea mengalihkan pandangan nya menatap CCTV" sebaiknya kita cek CCTV yg berada di lorong pesantren ".ucap Zea.
__ADS_1
Mereka segera menuju ruang CCTV pesantren membuka file-file namun ternyata CCTV yg berada di depan kamar Abiyan sudah rusak.