Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Bunga


__ADS_3

"Asalamualaikum, Umma pulang!! ".


" Aby? Caka? Arayyan ? Zyzy?.


Zea mengernyit bingung ketika menyadari rumahnya kosong, dimana suami dan ketiga anaknya.


"Abiyan.".


Zea menaiki tangga menuju kamarnya, saat membukanya pintu kemar Zea dikejutkan dengan ketiga anaknya.


" Selamat hari lahir, Umma!! ".


Arsha , Arayyan sudah men dekor balon-balon cantik yg berterbangan dengan adanya foto mereka tergantung dibalon tersebut.


" Terimakasih, sayang ".


Mereka melepaskan pelukan mereka. Arsha menghapus air mata Zea membawa Zea mendekati Abiyan yg sudah memasang senyum manisnya.


Zea memeluk Abiyan " Barakallah fi umrik, Zaujati. Tepat hari ini kamu bertambah umur untuk yg ke 9 kalinya bersama aku".bisik Abiyan.


Zea mengangguk"terimakasih, suaminya Zea".


Abiyan melepaskan pelukan menangkup wajah Zea dan menghapus air matanya.


"Bu Dokter ku ga boleh nangis".ucap Abiyan seraya mengecup kening Zea lamat-lamat.

__ADS_1


" Baik, Gus ku".


"Stop crying, Umma, Let's take a picture! ".


Zyana mengarahkan kamera nya pada Abiyan dan Zea, lalu memfoto kedua orang tuanya.


" Ok, sekarang kita foto bareng".ucap Arayyan.


Arsha mengambil kamera Zyana menurut dimeja dan memasang timer untuk berfoto bersama.


"Satu, du ti--say cheese! ".


"Cheese! ".


" Ckrek!! ".


" Aby!! ".


" Abba modus!! ".


Abiyan tertawa pria itu segera mengecup ketiketiga anaknya.


" Apa modus-modus? Abba ga modus ya!! ".


" Ayo sekarang minta maaf dan berterimakasih sama Umma".ucap Abiyan.

__ADS_1


Mereka bertiga mengerti sudah menjadi kebiasaan jika Zea berulang tahun, maka mereka bertiga akan meminta maaf dan berterima kasih pada Zea. Itulah yg Abiyan tanamkan pada anak-anak nya sejak dini".


...----------------...


Sebulan yg lalu adalah hari ulang tahun Zea dan besok adalah hari ulang tahun Abiyan dan Arsha.


Zea dudah menyiapkan kejutan yg akan ia berikan pada Abiyan dan Arsha.


Seperti saat ini Zea tengah berada perjalanan menuju toko kue, Ia ingin mengambil kue pesanannya untuk Arsha dan Abiyan. Karena dirinya Dokter spesialis sibuk melanjutkan pendidikan, alhasil ia tak memiliki waktu untuk membuat kue di rumah.


Saat ini Zea sudah mengambil kue, setelah itu akan mengambil bunga ke toko bunga diperjalanan, Zea tak bisa menahan senyumnya membayangkan hari esok Dirinya dan Abiyan sudah menikah selama 9 tahun lamanya, tetapi entah mengapa perasaan cintanya pada Abiyan semakin hari semakin berat.


Semua barang lengkap ia beli, Zea melanjutkan mobilnya dengan kecepatan sedang rata-rata, ia tak mengebut atau terburu-buru. Lebih baik telat yg akhirnya mempertaruhkan nyawa.


Tetapi saat, Zea sedang mengendari mobilnya dengan hati-hati, namun mobil yg lain berada dibelakang mobilnya menabrak keras mobil Zea, sehingga mobil yg Zea kendarai menghantam pembatasan jalan dengan keras, Zea memejamkan matanya, Ia memegang setir dengan erat dan menginjak pedal rem. Mobil yg berada di belakangnya sudah berguling-guling dijalan sedangkan mobil Zea menabrak keras pembatas jalan.


"Abiyan.. Arshaka.. Arayyan.. Zyana".lirih Zea mencoba untuk tetap sadar walaupun darah sudah mengalir deras dari kepalanya.


Pandangan Zea perlahan buram, ia menoleh kesamping dimana buket bunga dan kue yg sudah ia beli untuk Abiyan telah hancur.


Zea mendengar suara ramai orang-orang yg berada diluar mobilnya, Tetapi Zea tak bisa menahan dirinya lagi ia pun tak sadar kan diri.


"Rabbi.. "


...----------------...

__ADS_1


Semoga Zea tidak kenapa-napa ya musibah dan musibah Zea dan Abiyan tak ada henti-hentinya 😢😢


__ADS_2