
"Dengan Pak Abiyan? ".
" Iya, benar saya sendiri, Abiyan!! ".
" Kami dari pihak kepolisian ingin mengabarkan jika Mobil Hatchback 1.5 S CVT Turbo hitam dengan nomor kendaraan B1237ZEA mengalami kecelakaan di jalan Sudirman. Mobil dikendarai oleh saudari Zea Nacita Salika yg saat ini tengah mendapatkan pertolongan di Rumah Sakit Sejahtera medical center jakarta Utara".
Jantung Abiyan terasa berhenti saat itu juga, ia meninggalkan kelasnya tanpa pamit.
Sesampainya dirumah sakit Abiyan menghampiri resepsionis untuk menanyakan keberadaan Zea. Wanita itu mengatakan jika Zea berada di ruan IGD, Alhasil Abiyan segera beranjak menunggu di ruang tersebut, menunggu dokter yg tengah menangani Zea didalam, Abiyan menunduk, menangis tak menyangka jika Zea kecelakaan Abiyan belum tahu pasti penyebab terjadi. Polisi sedang menyelidiki di TKP.
Abiyan mengeluarkan tasbih yg berada disaku, tasbih pemberian Zea saat ia akan melahirkan Shaka.
Tak lama orang tuanya dan mertuanya datang. Hanya Zaid, Ahmad dan Sarah ,sedangkan Maya menunggui Arsha, Arayyan dan Zyana dirumah.
"Abiyan".
Sarah memeluk Abiyan dan Abiyan menangis di pelukan Sarah " Umi kenapa harus Zea? Zea ga boleh pergi lebih dulu dari Abiyan ".
" Biyan, Istqfar. Zea baik-baik aja kamu juga akan baik-baik aja".
"Kamu harus kuat untuk istri dan anak-anakmu".
" Kerabat saudari Zea Nacita Salika? ".
Mereka semua menoleh, Sarah melepaskan pelukan nya, 3 polisi datang dengan membawa beberapa barang. miliki Zea.
" Biyan ayo bangun ".ucap umi.
__ADS_1
Abiyan bangkit dan menghampiri 3 polisi tersebut.
" Saya suaminya ".
" Berdasarkan bukti dan olah TKP juga saksi kecelakaan berlangsung pukul 1 siang, sebuah mobil BMW menabrak keras mobil Civic dari belakang, Diketahui tersangka keadaan mabok berat sehingga menabrak mobil yg di kendarai Bu Zea, sehingga mobilnya menabrak pembatas jalan, untuk saat ini kami dari pihak kepolisian sedang menindak lanjuti kasus ini. Tersangka yg baru saja berusia 20 tahun mengalami luka ringan ".
" Ini barang-barang milik Bu Zea yg ditemukan didalam mobil, Pak. Bisa dicek kembali ".
Abiyan mengambil tas milik Zea didalamnya terdapat ponsel dan dompet, semuanya masih baik-baik saja.
" Dan ini foto kondisi mobil Civic saudari Zea".
Polisi memperlihatkan layar ponsel pada Abiyan. Melihat kondisi dalam mobil Zea membuat Abiyan tertegun dan sangat terkejut.
Terdapat kue dan bunga yg sudah hancur berantakan.
Abiyan tersenyum lega melihat jemari Zea yg bergerak ia mendekati Zea mengusap kepalanya dengan lembut.
"Aby".
" Iya sayang. Ini aku ada disini, Ada yg sakit? ".
" Kepala ku pusing ".
" Iya sayang. Jangan buka mata dulu kalau masih pusing, ya".
Zea mengangguk lemah ia masih memejamkan mata.
__ADS_1
"Aku dimana, By? ".
" Kamu dirumah sakit, sayang ".
Zea berusaha berusaha untuk mengerjapkan matanya, mengusir rasa pusing yg menjalar dikepalanya.
" Aby".
"Iya, Zea".
" Kamu dimana? aku takut".
"Ga usah takut aku disini nunggu kamu".
Abiyan mengenggam erat tangan Zea, membuat Zea ikut mengeratkan tangannya pada Abiyan, Zea kembali mengerjapkan matanya berkali-kali. namun Abiyan hanya bisa diam tak bersuara.
" Abiyan kamu dima?
...----------------...
Untuk episode selanjutnya akan mengandung bawang sedikit.
Ada apa ya dengan Zea? kita simak episode selanjutnya..
Dukung terus ya.. di akhir cerita ini ada giveaway buat 2 orang beruntung.. okkkk..
Simak terus jangan lupa like dan komentar. 🤗🤗🤗
__ADS_1
Siap-siap chapter selanjutnya yg bikin hati ternyuh dan nyesek banget.