
Abiyan berbicara panjang kali lebar namun Zea tersenyum malu mendengar penuturan Abiyan, ia membawa tangan Abiyan untuk menyentuh perut buncit nya.
"Kalau gitu ajak ngomong dedek bayi kemarin, mereka kangen Abba".
" Dedek bayi kembar atau Umma yg kangen Abba? ".Abiya mengulum senyum mengusap lembut perut Zea.
" Tau ah.. punya suami ga peka!! ".
Zea menutup pintu ruang kerja Abiyan, Zea mulai panik tak menemukan caka. akhirnya Zea kembali ke ruang kerja Abiyan mencari-cari keberadaan Caka
" By.. Caka ilang ".
" Hah. Kok bisa? "
"Tadi aku tinggal sebentar keruang keluarga, tapi pas aku cari lagi ga ada".
Abiyan beranjak dari kursi, mencari Arsha diruang keluarga diikuti Zea,
" Shaka".panggil Abiyan.
Mata Abiyan tertuju pada sofa, ia menghela napas dan menggeleng.
"Ya Allah abang!! ".
Abiyan membuka bantal sofa menampilkan wajah Shaka dengan senyum lebarnya menampakkan gigi kelincinya terlihat menggemaskan.
Zea segera menghampiri Arsha sedangkan Arsha tertawa tanpa dosa.
" Mirip kamu banget jahilnya ".ucap Abiyan yg paham dengan tingkah Arsha.
" Wan... baa, fffwwwan".
Abiyan mensejajarkan tubuhnya dengan Arsha ia mencubit gemas hidungnya.
__ADS_1
"Apa? Afwan? Afwan, ya? ".
Arsha hanya terkikil geli saat Abiyan mengecupi wajahnya, melihat itu Zea ikut tersenyum senang.
" Aww".meringis Zea kesakitan seraya memegangi perutnya.
"By, awss.. perut".
" Zea? kenapa perut kamu? ".Abiyan mulai panik sedangkan Asrha mengerjap-ngerjapkan matanya bingung.
"Abiyan perut ku sakit banget! ".
" Zea, YaAllah sepertinya kamu mau melahirkan. Tahan sebentar sayang. aku ambil kunci mobil".
Saat hendak Abiyan beranjak, Zea segera menahannya.
"Tapi.. boong!! ".🤣🤣🤣
Abiyan melongo tak percaya sedangkan Zea dan Shaka tertawa melihat ekspresi lucu Abiyan.
"Ga lucu!! ".saut Abiyan.
Zea menarik Abiyan agar duduk di sofa setelah itu Zea dan Arsha menghujani pipi abiy8 dengan kecupan.
...****************...
"Operasi aja ya, Sayang? ".
Zea menggeleng " ga,By.selagi bisa normal aku mau normal aja".
"Aku takut kamu seperti saat melahirkan Shaka! ".
" Ga boleh suudzon sama Allah kita harus percaya sama Allah, karena Allah akan memberikan kekuatan untuk mengeluarkan dedek bayi kembar.
"Istriku hebat, banget! ".
__ADS_1
" Hebat dong baru 22tahun udah punya ank 3anak, nanti pas umurku 30 pasti udah punya 11 anak".
Abiyan terkekeh mendengarnya dan mengecup perut Zea yg membuncit besar.
"Anak Abba yg sholeh dan sholehah".
Zea tersenyum tangannya terangkat untuk mengusap kepala Abiyan.
" Abba sholeh hot ku".
Pintu terbuka menampakkan Dokter kandungan masuk untuk memeriksa nya "Masih suka kontraksi, Bu? "
"Dikit-dikit aja, Dok kira-kira selang menit ilang".
Dokter itu pun mengangguk.
" Saya cek lagi ya ".
" Silakan, Dok ".
Zea menggenggam erat tangan Abiyan ketika dokter mengecek pembukaan Zea padahal Zea sudah sering merasakan pengecekan pembukaan tetapi entah mengapa ia masing sangat canggung. untungnya Dokter kandungan yg menangani Zea adalah perempuan.
" Alhamdulillah pembukaan sudah nai dari 3 sudah 7 pembukaan, sering dipijat ya pinggangnya atau bawa jalan juga boleh biar cepat kontraksi, InsyaAllah malam nanti Bu Zea sudah bisa lahiran ".
Zea mengangguk paham, Dokter pun pamit keluar , tersisa Abiyan dan Zea.
" Kangen Caka ".ucap Zea.
" Sabar.. sayang nanti setelah kamu melahirkan, Shaka dibawa kesini, ayo semangat ".
" Iya, By. aku mau ja8 tapi perutku berat banget".
"Yuk.. aku bantu aku gandeng dan aku pegangin perutnya biar ga terlalu berat.
Zea tersenyum senang, ia merubah posisi menjadi duduk lalu Abiyan membantu Zea turun dari bankar keduanya berjalan-jalan didalam ruangan dengan posisi Abiyan dibelakang Zea menangkup bawah perut Zea agar tidak terlalu keberatan.
__ADS_1
"Huh.. enak banget jadi enteng".
Abiyan terkekeh ia mengecup kepala Zea dan terus berjalan-jalan sampai Zea merasa lelah.