Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Pasti bisa


__ADS_3

Malam ini Abiyan mengatakan bahwa ia akan pulang telat karena ada hal penting yg harus dibicarakan di pesantren tadinya Zea ingin sekali ikut tapi Abiyan melarang nya dan meminta Zea untuk tetap dirumah. Sudah pukul 11:55 malam Zea masih tetap menunggu Abiyan. Lima menit lagi hari berganti dimana Abiyan lahir.


Zea membuka kotak yg berisikan sebuah tasbih dengan 1000 butiran yg sangat cantik terdapat sebuah inisial kecil di ujung nya.


A&Z.


Zea tak tahu harus memberikan Abiyan apa? dia ? sudah memiliki banyak uang, jika Zea memberikan pakaian atau barang-barang yg sudah pastinya Abiyan tidak berkesan. Zea lebih baik membuatkannya tasbih 1000 butiran, yg berguna untuk Abiyan. Zea mengantongi tasbih tersebut disaku jaketnya dan kembali melirik jam.


"Semenit lagi, Aby kanapa belum pulang-pulang? ".


Pukul 00.01 ponselnya bergetar dengan hati-hati Zea menuruni tangga, Zea yakin telpon tersebut dari Abiyan saat tersisa 3 pijakan anak tangga lagi kaki Zea tergelincir hingga lantai bawah. Tetapi sebelum terjatuh ia memeluk perutnya agar tak terbentur lantai.


" Allahuakbar ".zea meringis kesakitan tubuhnya terasa sakit bahkan perutnya tiba-tiba terasa sangat kencang.


" Dedek bayi kamu ga apa-apa kan? ".


Zea mengusap perutnya namun terasa keram pandangan nya beralih dipaha makin sudah mengeluarkan darah yg menodai daster nya.


" Astaghfirullah.. "Zea berucap kaget.


Zea berusaha menjangkau ponselnya yg terjatuh disamping nya ia segera menelpon Abiyan.


"Asalamualaikum".

__ADS_1


" Walaikumsalam, Aby pulang tolong aku!! ".


" Sayang? kamu baik-baik aja kan? ".


" Aby, aku jatuh dari tangga perutku sakit dan berdarah. Aby aku takut dedek bayi kena napa, Aby pulang ".


"Aku pulang bertahan sayang, jangan ditutup telpon nya".


Zea menekan loudspeaker setelah itu meletus di lantai menahan sakit yg luar biasa di perut nya pandangan nya mulia mengabur tapi Zea tetap menahan nya


" Dedek bayi bertahan ya, maafin Umma,".


"Zea kamu tenang sayang, sebentar lagi aku sampai".ucap Abiyan disebrang sana yg panik


Zea mencoba mengatur napas terus berucap istighfar terus mengelus perutnya yg semakin bertambah saki.


"Aby aku takut dedek kenapa napa".


" Zea berdoa inget Allah. Anak kita akan baik-baik aja".Ucap Abiyan berusaha menenangkan sea di telfon ia sangat panik, sepuluh menit setelahnya pintu rumah terbuka Abiyan menghampiri Zea yg terduduk dilantai dengan banyak darah disana.


"Astaghfirullah, Zea.. ".


" Aby, ayo ke rumah sakit aku takut dedek kenapa napa".

__ADS_1


"Iya sayang ".Abiyan membopong Zea tetapi Zea menahannya" tolong ambilin khimar ku dulu, By".


Abiyan berlari menuju kamar mengambilkan khimar milik Zea dan Zea segera memakai nya Abiyan segera menuju rumah sakit.


...****************...


"Arrrggghhh.. "


Zea meringis kesakitan seorang Dokter memeriksa nya.


"Bu, Pak bayinya harus segera dikeluarkan dengan cara cesar, jika tidak bayi akan keracunan air ketubuh karena air ketuban sudah pecah".


" Lakukan tindakan yg terbaik, Dok! ".jawab Abiyan.


Zea menggeleng " gak aku ga mau cesar, By. Aku ingin melahirkan normal ".


" Zea ini demi keselamatan kamu dan anak kita".


"Saya ingin melahirkan normal , Dok saya mohon".


" Bisa, Ibu tetapi resiko terbesar bisa terjadi pendarahan hebat".


"Gapapa, Dok saya mau lahiran normal, saya pasti bisa".

__ADS_1


" Zea.. ".


Zea menatap wajah Abiyan yg terlihat frustasi " kamu percaya kan sama aku, By! aku pasti bisa, By! ".


__ADS_2