
Setelah Abiyan pamit keluar untuk membelikannya sarapan karena Zea tak suka menu makanan dari rumah sakit, Abiyan pun pergi membelikan bubur.
Cika beranjak duduk di kursi yg Abiyan duduki setelah pergi dan segera kedua orang tua dan mertuanya pamit juga untuk pulang sebentar.Zea mengangguk mengiyakan mereka untuk pulang.
Zea mengangkat tangannya membenarkan kerudung Cika dan melepas jarum pentul, ia merapihkan rambut Cika sehingga rambut nya tak terlihat lagi, ia memasang kerudung Cika lagi sekarang jauh lebih rapi sehingga rambut nya tertutup sempurna.
"Benahi diri kamu supaya kamu mendapatkan laki-laki yg kamu inginkan".sarkas Zea.
Cika mengangguk dan tersenyum " Zea lo berubah bangett ".
" Semua org bisa berubah, entah itu sekarang, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan. Dan aku harap kamu ga nunda-nunda itu, juga sampai Allah lebih dulu mengambil kita sebelum berubah lebih baik".
"Aaaaa.. iya Ustazah Zea!! ".
" Kamu udah mantap memeluk islam? ".
" Mantep pakai banget, Zea gue udah berusaha semaksimal mungkin meyakinkan orang tua dia".
"Terus berusaha ya, Cik insyaallah Allah kasih jalan".
" Aminn.. makasih Zea".
Pintu ruangan diketuk suster datang menggendong bayi membuat Cika semakin yakin itu bayi Zea.
"Bayinya sudah dimandikan, Bunanti siang akan kembali dibawa keruangan bayi dan nanti sore boleh dibawa kesini lagi".
" Terimakasih, Sus".
"Zea boleh ga gendong? ".
" Bolehlah ".
suster tersebut memberikan Arshaka pada Cika membuat cika gemas dan seneng.
" Zea, ganteng banget".
__ADS_1
Cika mengusap usap pipi Shaka mengeliat mengerjapkan matanya.
"Beratnya berapa Zea? ".
" 3.8kg , gara-gara aku dulu kebanyakan ngemil dan makan, jadi ndut deh".
"Gue kapan ya? punya baby".
" Nikah dulu baru punya Baby!! ".
" Ya makanya gue nanya kapan, kalau nunggu Abang Fahri pasti lama umurnya berapa sih zea?".
" Kak Fahri seumuran kok sama Abiyan, 28tahun".
Cika menggangguku paham"beda delapan tahun, it's okey ".
Saat tengah berbincang pintu kembali terbuka ternyata Abiyan dan Fahri datang, membuat Cika terkejut.
" Asalamualaikum ".
Cika pura-pura mengajak Arshaka bergurau digendongan nya posisi nya menghadap Zea.
" Zae.. ".
Zea terkekeh melihat wajah tegang cika, Padangan nya beralih pada Abiyan dan Fahri.
" Fahri ada kerjaan besok jadinya dia ga bisa jenguk bareng-bareng yg lain".
"Selamat ya, Zea ".ucap Fahri.
" Terimakasih Kak ".
" Sayang, tadi aku beli bubur untuk sarapan,sama buat Cika juga. Karena aku tau kamu ga mau makan menu rumah sakit".
"Ih.. suami tau aja, kok kak Fahri ga dibeli in juga?".
__ADS_1
" Saya sudah sarapan tadi".saut Fahri.
"Iya, Fahri bilang dia udah sarapan, kamu saran dulu ya".
Zea beralih menatap Arshaka yg digendongan cika" Caka gimana? ".
" Biar saya aja yg gedong ".ucap Fahri menawarkan diri mendekati cika hendak mengambil Shaka dari gendongan Cika.
Sebisa mungkin Zea menahan tawanya melihat wajah Cika yg sudah pucat karena saat ini wajah gadis itu berhadapan dengan Fahri terlihat Cika menahan napas nya.
" MasyaAllah ".gumam Fahri saat Arshaka di gendong nya.
Fahri membawa Shaka duduk disofa, sedangkan zea menahan Abiyan yg hendak duduk ikut bergabung dengan Fahri.
" By, suapin".
"Manjanya".ucap cika.
" Kamu makan sendiri sama cika biar aku makan disofa nemenin Fahri.
"Kamu disini aja! Biar Cika yg di sofa ".
" Kayak nya zea masih mau dimanjain kak Abiyan. gapapa Cika aja makan di sofa".
Cika berjalan menuju sofa dan duduk disebelah Fahri yg tengan bersanda gurau dengan Arshaka.
"Makan, Bang".ucap cika menawarkan makanan.
" Iya, Silakan ".saut Fahri.
Cika membatin " Ya Allah calon imam ku bikin jantungan ".
Zea terkekeh melihat kelakuan Cika begitupun dengan Abiyan yg mengeleng-geleng.
Cika melahap makanan nya tetapi matanya terus melirik Fahri.
__ADS_1
" MashaAllah.. khitbah adek, Bang! ".Cika membantin lagi.