Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Bucin


__ADS_3

Ketika mendengar penuturan Abiyan hati Zea terasa hangat, ia ingin sekali rasanya memeluk nya tapi ia urungkan karena gengsi.


"Sekarang malam jumat, berarti kamu bakal ngisi acara ke Pesantren? ".


Abiyan menggeleng kepala.


" Kenapa? "


"Istriku sakit dan sedang membutuhkan aku, seharusnya aku merawat dan menjaga nya"


Zea tak tahan untuk tidak tersenyum. dihadapan Abiyan yg tengah menatap nya dengan datar.


"By".


" Hmm, apa? ".


" Boleh gak, peluk? ".


Zea mendorong gengsinya untuk mengucapkan kata itu, keduanya sama-sama terdiam, Zea kembali menciut nyalinya ketika Abiyan tak menjawabnya.


" Yaudah gapapa, gak boleh".


Abiyan segera merentang tangannya, ia tersenyum"sini".


Rasanya ada banyak kupu-kupu menari di diperut Zea, segera mendekati Abiyan dan memeluk nya dengan erat, Abiyan mengusap pucak kepala Zea, senyum terbit di bibir Abiyan. "benar-benar nyaman, dipeluk kan, Abiyan" batin Zea.


.


.


.


Pagi yg cerah secerah hati Zea yg sedang berbunga-bunga, jumat pagi diawali Zea berangkat ke kampus diantar Abiyan. sesampainya di kelas Zea terlihat bahagia. Zea membuka buku tebal nya bertuliskan Anatomi dan Fisiologi dengan senyum merekah.


"Pagi-pagi gini udah senyum-senyum aja, lo kesambet? ".tanya Cika.


"Kenapa lo kesini? ".


" Hmmm... kelas gue belum mulai, daripada gabut mending nemuin lo yg lagi bucin, ya kan? ".ucap Cika, mengedip kan mata.


Zea tekekeh, bagaimana Cika tau jika dirinya tengah berbunga-bunga?.


"Kenapa, lo? udah icikiwir ya? ".selidik Cika.


" Kepo aja, lo Cikumunya".


"Hehehe, emang gue nyamuk? ".saut Cika.


" Belum, Cik".jujur Zea.


"Terus kenapa senyum-senyum gitu, kayak orang stress? ".


Zea kembali senyum-senyum sendiri.


" Dihhh... saraf lo geser, Zea? ".


" Bukan hati gue yg geser".lirihnya.

__ADS_1


"Kayaknya gue udah jatuh cinta sama Abiyan".ujar Zea.


" Hah.. ".Cika terkejut.


" Itu kan kemakan omongan sendiri kan, lo".tambah Cika.


Zea mengangguk tanpa ragu"Abiyan kemarin rawat gue disaat gue sakit, ampe absen gak ngisi acara di pesantren ,sweet gak".kekeh Zea.


" Hm, sedikit".


"Kok dikit sih, itu banyak tau".


" Yaudah lah terserah lo, aja penting lo bahagia, terus tu si Hanster gimana ".ucap Cika.


" Gak tau, gue gak mau mikirin orang lain, mendingan mikirin Abiyan".


"Mmmm.. bentar lagi tuh, Bucin nya gak ketulungan.


"Biarin bucin ama suami sendiri".saut zea.


.


..


.


Selesai mata kuliahnya Zea beranjak ke kelas Cika, mengajak nya ke kantin sebelum pulang Cika pun mengiyakan lalu mereka menuju kantin mencari posisi tempat yg biasanya mereka pakai Cika pun duduk seraya membuka laptopnya untuk memeriksa materi yg diberikan dosen karena Abiyan kali ini tidak bisa menjemputnya karena Abiyan harus mengajar, Zea meminta ijin ke Abiyan ingin pergi bersama Cika ke kantin sebentar.


"Mau pesen Apa? ".


" Chocolate aja".


"He... lo mau apa? ".ucap Cika memberi ancang-ancang berada di tengah-tengah mereka.


" Gue gak ada urusan sama lo".Ketus Hans menggeser Cika.


"Zea, aku tau kamu masih mencintai aku".seraya menggenggam tangan Zea, tanpa penolakan tangannya digenggam.


" Maaf, Hans lo salah gue, ".ucap nya terpotong kala Hans menarik Zea untuk mengikuti nya.


" Kamu harus ikut aku, kamu harus tau kalau aku mencintaimu ".ujar Hans yg masih menarik tangan Zea yg mulai memerah, ia sudah beberapa kali menepis tangan Hans namun tangannya kalah dengan Hans" Hans aku mohon, lepas".


"Gak, Zea lo harus ikut".teriak Hans.


" Gak Hans, aku istri orang".ucap Zea.


"Hei lo gila ya Hans, jangan paksa Zea, dong".ketus Cika mencoba meraih tangan Zea. hingga adu mulut mereka terdengar seorang laki-laki yg baru datang langsung menghampiri keributan yg Hans buat, Hans dengan kekuatan nya langsung menarik-narik Zea, namun Zea tetap menepis menolak nya.


"Ayo Zea, kamu harus ikut aku biar aku buktiin betapa besar cinta aku ke kamu".ucapnya seraya mencengkram tangan Zea hingga pergelangan nya mulai memerah memar.


" Tunggu, jangan main kasar sama perempuan ".tegas nya.


" Bukan urusan lo, minggir".sarkas Hans.


"Ini jadi urusan gue, karena gue wajib jagain junior gue".


" Hmmmm, cuih".ucap Hans meludah.

__ADS_1


membuat Ilyas menyulut emosi "beraninya, lo ngeludahin dihadapan gue".teriak Ilyas kemudian terjadi pergulatan antara Hans dan Ilyas dengan saling jotos, Zea langsung menghambur di pelukan Cika, ia benar-benar takut akan Hans" Lo gapapa kan? ".tanya Cika


Zea menggeleng, Cika dan Zea masih melihat adu jotos hingga dipisah oleh satpam kampus kini Hans dibawa satpam dan Ilyas menghampiri Zea dan Cika, " Kak lo gapapa kan? ".tanya cika.


" Gapapa ini udah biasa".jawab Hans mengusap sudut bibirnya yg mengeluarkan darah.


"Kalian mau pulang kan, ayo saya antar karena aku takut kalian bertemu lagi dengan dia? " .


Zea dan Cika saling menatap"baik lah kami mau".ucap Zea.


Mereka sudah berada di mobil Ilyas namun Zea duduk di sebelah Ilyas karena Ilyas sudah membukakan pintu untuk nya.


Karena rumah Cika berbeda arah alhasil Ilyas mengantar Cika terlebih dulu, karena rumah Ilyas dengan Zea searah, kini tinggal mereka berdua di mobil hening tercipta canggung Zea seakan mengalihkan pandangannya ke jendela menatap jalanan.


"Zea".


" Iya, Kak? ".


" Apa benar kamu udah bersuami? ".


" Iya, Kak".lanjut Zea.


Ilyas terkejut masa gadis semuda ini sudah bersuami"sudah lama menikah? " .


"Belum baru beberapa bulan ini".terangnya dengan sedikit menahan sakit di pergelangan tangannya.


Ilyas melirik Zea yg menutupi tangannya mulai membengkak dan memar.


" Kenapa tangannya? ".tanya Ilyas.


" Gapapa kak, cuma memar aja".


"Sini aku obati, pake salep".seraya menepiskan mobilnya ditepi jalan merogoh dasbor mencari salep oles untuk mengobati nya.


Dengan cepat Ilyas mendapatkan salep kemudian menarik mengambil tangan Zea yg memar seketika Zea kaget akan perlakuan Ilyas, rasanya ingin menolak namun tubuh Zea tidak bisa untuk menolaknya karena Zea benar-benar kesakitan di pergelangan tangannya dengan telaten Ilyas mengusap usap mengobati tangan Zea. mereka saling menatap hingga Zea memotong tatapannya.


"Terimakasih, Kak".ucap Zea seraya menarik tangannya yg bertaut di tangan Ilyas.


" Iya sama-sama ".


" Astaghfirullah ".batin Zea langsung membuang muka.


Segera Ilyas menyimpan salep nya dan melajukan mobil nya ke rumah Zea tepat di halaman rumahnya.


" Terimakasih kak, sudah mengantarku".


"Iya sama-sama".


" Gak mampir dulu? ".


" Gak terimakasih lain kali saja".


"Asalamualaikum".


" Walaikumsalam ".saut Zea, kini Ilyas melajukan mobil nya meninggalkan zea yg masih mematung hingga mobil ilyas hilang dari pertigaan.


Zea pun masuk ke dalam rumah di lihat Abiyan memang belum pulang, Zea beranjak ke kamar dan membersihkan diri ke kamar mandi.

__ADS_1


" Asalamualaikum ".ucap Abiyan memasuki kamarnya segera Abiyan mendengar gemericik air di kamar mandi tanda Zea sedang di sana.


Abiyan menunggui nya duduk di sofa dengan memainkan ponsel nya.


__ADS_2