
Zea pergi beranjak meninggalkan Cika , ia ingin menemui anak gadisnya Zyana.
Tok... tok... tok..
"Asalamualaikum, Cantik".
" Walaikumsalam, Umma".
"Boleh,Umma masuk".
" Boleh, Ayo masuk Umma".
Zyana menggandeng tangan Zea untuk masuk kedalam kamar anak itu. Keduanya duduk dipinggir ranjang.
"Zyzy lagi belajar, Umma".
Zea tersenyum ia mengusap kepala zyzy desa lembut" anak pintar, Semoga Zyzy selalu menjadi anak gadis Umma yg baik ya, Umma bangga punya anak secantik dan sepintar dan sebaik Zyzy".
"Iya umma".
" Umma ada hadiah untuk Zyzy loh".
"Wah apa Umma? ".
Zea membuka kedua telapak tangannya yg ia antupkan sedari tadi, memperhatikan kalung yg sangat cantik.
" Kalung ini milik Umma, pemberian Abba disatu tahun pernikahan Umma dan Abba. Umma berikan kalung ini untuk Zyzy pakai dan simpan dengan baik. Jangan sampai hilang atau dijual ya, sayang Zyzy jaga amanah Umma ".
" Tapi kenapa Umma kasih kalungnya buat Zyzy ini milik umma dari Abba? ".
__ADS_1
" Karena Zyzy berhak mendapatkan nya".
"Harga kalung ini bisa untuk membeli mobil, tapi Zyzy ga perlu jual untuk membeli mobil, karena nantinya Zyzy juga akan mendapatkan mobil dari umma ketika Zyzy sudah dewasa".
" Zyzy lihat kan disini ada inisial A&Z, nama Abba dan umma, maka Zyzy harus menjaga amanah ini ya, Sayang".
Zyzy menganggukkan ia memeluk tubuh Umma dengan erat.
"Pasti Umma. Zyzy akan jaga amanah ini, Zyzy akan jaga kalung Umma yg diberikan Abba, Zyzy janji".
Zea memasang kan kalung tersebut dileher Zyzy, setelah itu memeluk tubuh zyana dan mengecup wajah gadis itu.
" Zyzy, Umma pamit kekamar. Kamu juga harus istrahat, jangan terlalu terforsir belajar ya, sayang. Jaga kondisi tubuh kamu".
Zyzy mengangguk patuh"iya, umma ".
" Walaikumsalam, Selamat malam juga Umma selamat beristirahat ".
Zea keluar dari kamar Zyzy menutup pintu dan segera menghapus air matanya tiba-tiba saja mendapati kehadiran Arsha terlebih anak itu memeluk langsung tubuh Zea dan menangis di pelukan nya.
" Bang Caka, ada apa? ".
" Jangan pergi, Umma. Abang ga bisa hidup tanpa Umma".
"Jangan pergi!! ".
" Umma juga rindu Abba sayang".
"Abang mohon, Abang masih butuh Umma abang masih ingin menghabiskan waktu bersama Umma dan adik-adik ".
__ADS_1
Zea menggeleng kecil" Abang boleh ya Umma menyusul Abba".lirih Zea dengan suara tercekat.
"Umma".
Ia melepaskan pelukkan Arsha dan menangkup wajah Caka, membelai lembut wajah tampan Arsha yg sangat mirip dengan Abiyan.
" Abang boleh kan Umma bertemu Abba? ".
Arsha menggeleng air matanya sudah menenetes menanak sungai.
" Umma abang gak bisa, ga mau".
"Bisa, Abang pasti bisa dan mau menjadi pemimpin yang baik. Abang pasti bisa menjadi anak membanggakan untuk umma dan Abba".
Arsha menganggukkan" InsyaAllah, Umma. Abang akan menjaga adik-adik dan menjaga baik-baik semua amanah yg diberikan Umma dan Abba".
Zea tersenyum senang ia mengecup kening Arsha "Umma sayang Abang Caka".
" Abang juga sayang Umma, Umma cinta pertama Abang ".
" Abang Arshaka Atharrazka malik adalah cinta pertama Umma dan Abba".
Zea menangis menatap Arsha dan tersenyum manis menghapus air mata Arsha.
"Berjanjilah Nak, jaga adik-adik mu dengan baik".
Arsha mengangguk" InsyaAllah, Umma".
Hati siapa melihat semua ini yg tak menangis Cika dan Fahri yg berada dibalik tembok pun ikut menangis dalam diam mereka dan Cika yg sudah terisak di pelukan Fahri sang suami.
__ADS_1