Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Kejadian


__ADS_3

Zea memeluk Abiyan ia tangah berbaring disebelah Abiyan dan memejamkan mata menikmati sapuan lembut tangan Abiyan yg mengusap pipinya.


"Zea".


" Hmm?"


"Semalem ga tidur ya? ".


" Ga bisa tidur, cuma 2 jam aja itu pun ga nyenyak".


"Kenapa ? "


"Kepikiran kamu terus, aku takut kamu kayak kemarin sore lagi. Semalem aku mau kesini tapi aku ga bisa tinggalin Caka".


" Aku kangen Shaka".


"Makanya cepat sembuh biar ketemu Cakap".


Abiyan tersenyum, ia mengecup kening Zea " sebelum aku sadar, Aku seperti ada di sebuah tempat tak berujung, semuanya cuma putih aja".


Zea membuka mata, menatap Abiyan lekat-lekat.


"Aku menemukan sebuah cahaya, aku pikir itu jalan keluar. Saat dua langkah lagi aku mau masuk kedalam cahaya itu aku mendengar suara kamu".


" Sayang bangun, Aku disini, aku dan Shaka butuh kamu. Suamiku, aku mohon kembali, ya rabb"


"Aku berlari mencari suara kamu, Tiba-tiba aku terjatuh dan semua gelap, setelah itu akau ga ingat apapun".


Tanpa sadar Zea meneteskan air mata nya, wanita itu tetap menatap wajah Abiyan, hatinya terasa sakit.


" Maafin aku".ucap Zea, kemudian memeluk erat Abiyan lagi dan menangis terisak dibahu Abiyan.


"Hey.. jangan menangis sayang. Aku udah kembali, Allah masih memberikan aku kesempatan untuk membimbing keluarga kecilku".


" By, maaf. Aku bener-bener ga bisa berpikir jernih saat itu. Aku terlalu kaget dan terbawa emosi ngeliat kamu sama dia seperti itu, karena selama ini kamu ga pernah macem-macem maka dari itu bener-bener hancur dan mengambil keputusan tanpa tau penjelasan dari kamu, Kamu ga bersalah, tapi kamu didera kamu dihina dan bahkan saat itu aku membenci kamu".


"Sayang gapapa. Sekarang aku udah baik-baik aja".


" Kamu terlalu baik, By. tadi aku hampir aja bunuh Shafira, aku cekik lehernya untung aku bisa sadar kalo gak dosa ku bakalan bertambah karena mau bunuh orang, walaupun orang itu emang salah ".


Abiyan tersenyum " jangan memiliki dendam dengan orang lain, Zea. Biarkan Allah yg membalasnya ".


Zea mengangguk.


" Kamu percaya kan setiap perbuatan pasti ada akibatnya ".

__ADS_1


" Kamu tau kisah Nabi Yusuf yg difitnah ".


Zea mengangguk kecil.


" Kalau kisah Sayyidah Aisyah yg difitnah selingkuh, tau? "


"Engga".balas Zea.


" Aku mengamalkan sikap Sayyidah Aisyah yg difitnah selingkuh, siapa sabar Sayyidah Aisyah. Mau tau cerita nya"?.


"Mau".


" Setiap peperangan pasti Rasulullah membawa 1istrinya untuk ikut, dan saat itu Sayyidah Aisyah lah ikut, saat diperjalanan pulang ke Madinah mereka berhenti ditempat istirahat. Saat berhenti Aisyah tertinggal rombongan, disana Sayyidah Aisyah menunggu Rasulullah menjemput, tapi rombongan tidak menyadari Sayyidah Aisyah tertinggal, lalu seorang sahabat yg bertugas dibelakang rombongan melihat Sayyidah Aisyah yg tertidur bersandar dibebatuan karena menunggu Rasulullah, sahabat bernama shafwan bin Al-mu'atthal menurunkan unta untuk di naiki Sayyidah Aisyah sedangkan dirinya turun, selama perjalanan mereka tidak mengobrol bahkan shafwan gak melihat kearah Sayyidah Aisyah. Hanya kalimat innalillahi wainnailaihi rajiun yg ia lontarkan dari bibir shafwan saat pertama kali melihat Sayyidah Aisyah tertinggal, sesampainya di Madinah seorang muslimah munafik bersama dengan abdulloh bin ubay bin sal melihat Sayyidah Aisyah dan Shafwan yg pulang berdua tersebar berita jika mereka berselingkuh dari mulut ke mulut, sampai akhirnya Sayyidah Aisyah tahu bahwa beliau difitnah beliau membantahnya, sedangkan Rasulullah sangat bingung, karena hal ini benar-benar menjadi permasalahan yg besar, bahkan, Rasullullah hampir menalak Sayyidah Aisyah tentu sedih beliau berada dirumah Abu Bakar sela terjadi fitnah itu.Dan untuk apa Aisyah menjawab aku harus berterima kasih pada dia? yg membela aku adalah Allah bukan dia. Beberapa hari kemudian Rasulullah menjemputnya pulang ke rumahnya bersama nya.


"By.. maafkan aku karena udah ga percaya sama kamu".


" Gapapa sayang. Aku maklumin ketakutan kamu. Mau aku cerita kan gimana kejadian sebenarnya?".


"Ga perlu aku udah bersyukur karena kamu kembali".


"Gapapa aku cerita kejadian sebenarnya".


Flashback


Abiyan berjalan di lorong kamarnya ia akan menunggu Zea disana tetapi bar saja membuka pintu seseorang memanggilnya Abiyan mengernyit bingung mengapa bisa shafira berada di daerah ini? Kawasan pesantren terbagi menjadi 3 bagiku khusus asrama putri, khusus asrama putra dan lingkungan pemilik pesantren, kamar Abiyan sangat lah jauh dari asrama putri.


" Walaikumsalam, ada apa ustazah? ".


"Saya ingin berbicara deng Gus".


" Membicarakan apa? Bisa kita ketempat yg lebih ramai? jangan didepan kamar saya seperti ini".


Shafira mengangguk membuat Abiyan hendak melangkah pergi lebih dulu sebelum beranjak jauh Shafira lebih dulu menyuntikkan sesuatu di tengkuk leher Abiyan.


"Astaghfirullah".Abiyan merasakan lehernya kaku dan kesadaran nya mulai menurun, ia melihat Abiyan hampir terjatuh, shafira membuka pintu kamar abiyan dan menarik Abiyan masuk kedalam. Ia mendorong tubuh Abiyan keatas ranjang sedangkan Abiyan sama sekali tak bisa bergerak tubuhnya lemas, Shafira menutup pintu kamar,Abiyan mencoba mengumpulkan tenaganya untuk bisa pergi tetapi Shafira sudah lebih dulu menahan tubuh Abiyan ia diatas tubuh Abiyan.


"Saya mencintai kamu dan akan melakukan apapun caranya! ".


Shafira membuka kancing kemeja Abiyan, pria itu menahannya dan menggeleng lemah.


" Jangan.. tubuh saya hanya milik Zea".


"Persetan dengan gadis kecil itu".


Shafira membuka kemeja Abiyan dan menggenggam tangan Abiyan.

__ADS_1


" Ayo, jamah tubuh saya, saya lebih jauh seksi daripada anak kecil itu".


Abiyan berusaha memberontak menahan tangannya yg ditarik Shafira untuk menjamah tubuhnya dan ia memejamkan mata ketika Shafira membuka khimar yg dikenakannya dan membuka resleting gamisnya tepat dibagian dada nya.


"Audzubilahiminasyaitonirojim, astaghfirullah".


Merasa tak dihiraukan oleh Abiyan ia menangis, naik keatas tubuh Abiyan dan mulai memberikan kecup kecupan didada Abiyan.


" Menyingkir ".teriak Abiyan dengan mendorong Shafira.


" Sentuh saya!! ".


" Tidak".


Shafira membuka relseliting celana Abiyan tetapi Abiyan segera menahannya menarik tangan shafira agar menjauh dari sana.


"Ayo sentuh saya, saya bisa memuaskan kamu lebih dari Zea anak kecil itu".


"Astofirullohalajim.".Abiyan terus beristighfar Shafira menggoda nya mencium pipinya, dan ingin mencium bibinya namun abiyan lebih dulu menutup bibirnya.


" Sentuh saya Abiyan!! ".


" Astaghfirullah ".


Shafira frustasi karena Abiyan sama sekali tak meresponnya Abiyan malah menutup matanya dan menutup bibirnya, ia membuka lebih besar relseliting sehingga bagian atas tubuh Shafira hanya tersisa bra yg dikenakannya.


Shafira memegang pipi Abiyan mengusap lembut" ayo sayang ".


Abiyan berusaha mendorong Shafira terapi wanita itu menindih nya Shafira kembali mengecup leher Abiyan dan dada dengan memburu sampai akhirnya.


Cklek.


" Asalamualaikum, Abiyan maaf aku baru nyusul kam-- astaghfirullah ".


" Abiyan ".


Astaghfirullah, Ustadzah Shafira? ".


Abiyan menoleh membuka matanya melihat Zea yg sudah diambang pintu dengan air mata.


" Zea".


"Zainab kita pergi".


Abiyan menarik napas dalam-dalam ia memejamkan mata mengumpulkan tenaganya " Bismillahirrahmanirrahim, Lahaula Walahuataillabilah, ya Allah ".

__ADS_1


Ia mendorong tubuh Shafira hingga tubuh Shafira jatuh disebelah sisi ranjang. Abiyan berusaha bangun dan mengejar Zea walaupun kepalanya terasa pusing dan tubuhnya lemas. "


__ADS_2