
Entah mengapa berapa akhir-akhir ini Zea selalu muntah-muntah. Padahal ia jarang sekali mual. Selama kehamilan Abiyan lah yg sering mual dan muntah.
"Abyy".
" Iya sayang, mau apa? hm".tanya nya.
"Aku mau kamu jadi kuda, aku bakal duduk dipunggung kamu".
Abiyan mengangguk ia memposisikan bersiap untuk Zea menduduki dipunggung nya. Melihat Abiyan yg menurut ucapan nya tanpa membantah, Zea menjadi tidak tega.
Alhasil Zea tidak jadi naik keatas punggung Abiyan, melainkan duduk dilantai sebelahnya.
"Kok duduk? ayo naik, Zea".
Zea tersenyum menggeleng" duduk, By".
"Gak jadi? ".
" Ga, duduk sayang ".
Abiyan merubah posisi nya menjadi duduk menghadap Zea.
"Kamu kok nurut aja? ".tanya Zea.
" Kalau aku ga nurut, nanti dedek dan Umma sedih".
Zea tersenyum haru mendengar nya ia segera naik kepangkuan Abiyan, duduk disana dengan kedua tangan nya melingkari leher Abiyan.
"Suami jangan terlalu nurut sama aku nanti aku tambah manja gimana? ".sarkas Zea.
" Gapapa, aku suka kamu manja".
"Aby.. ".
"Iya sayang".
" Dedek bayi mau jalan-jalan, ".ucap Zea dengan manja.
" Jalani kemana? ".
" Kemana aja, dedek bayi mau jalan-jalan sambil mam street food ".
" Beneran dedek bayi mau itu? ".
"Yaudah kita jalan-jalan".Senyum manis diterbitkan Zea segera memeluk Abiyan.
" Yeay... makacih Aby".
__ADS_1
"Sama-sama, istriku".
" Maaf ya dedek bayi, untuk kali ini Umma fitnah dedek bayi dulu, hihihi ".batin Zea.
.
.
Zea memperhatikan Abiyan yg tengah membeli makanan di stand makanan ia mengusap perutnya yg semakin membesar usia kandungan mulai masuk minggu ke 28.
" Dedek bayi, jangan manja terus ya, kasihan sama Abba? ".
" Eh tapi Umma ga tau sih, yg manja dedek bayi atau Umma, maafin Umma ya karena suka fitnah kamu, besok Umma dan Abba bakal liat dedek bayi lagi, baik-baik ya sayang sampai ketemu 2 bulan lagi kita bersama".zea bermonolog dengan mengusap perutnya.
Saat asik mengusap perut buncit nya Zea dikejutkan dengan datang nya Cika.
"Zea".
" Loh, Cika kok bisa disini? ".
" Kebetulan lewat sini, Apa kabar? ".
" Alhamdulillah, baik Cik, Kamu? ".
" Seperti yg lo liat sekarang! ".
" Ternyata dia udah punya calon, Zea, gue mundur aja jujur kita memang ga ditakdirkan berjodoh ".
" Jangan nyerah gitu Cik! usaha tunjukkan kalau kamu yang pantas jadi pendamping nya".
"Gue harus hijrah? ".
" Bukannya kemarin lo uda hijrah kenal ga jadi? ".
" Mmm.. gue frustasi Zea. orang tua gue marah kalo gue jadi mualaf ".
" Sabar Cik, semua keputusan ada ditangan kamu, kalo kamu yakin kenapa ga? ".nasehat Zea.
" Hijrah karena Allah nanti apapun yg kamu mau, Allah bakal kasih. Termasuk kak Fahri ".
" Ada Cika? ".
" Sini beb, duduk".ajak Zea ia menggeser tubuhnya agar Abiyan bisa duduk disebelah nya sehingga Zea berada ditengah-tengah Abiyan dan cika.
"Aaaaa banyak banget, makasih Abba sayang".
" Sama-sama, sini aku kipasin dulu makanan nya masih panas".
__ADS_1
Abiyan mengambil cumi bakar berikut besar yg masih berasap lalu meniup-niup agar panasnya menguap.
"Cika mau? ".tanya Zea menawarkan cumi bakar.
" Engga, Zea makasih ".
" Kok bisa ada cika? tanya Abiyan.
"Kebetulan Cika lewat sini kak, terus lihat Zea duduk sendiri jadi cika samperin".
" Oh".
"Maaf lak, kalau lancang cika mau nanya tipe Kak Fahri gimana? ".
"Dia laki-laki yg ga suka dipaksa ga suka berlebihan dan memiliki kriteria perempuan baik Akhlaknya perilakunya, budi pekerti. makanya itu dia sampai sekarang belum menemukan tipe nya".
mendengarkan penjelasan Abiyan membuat Cika merasakan bahwa dirinya bukan tipe perempuan yg dimaksud.
"Kamu tipenya kayak apa? ".tanya Zea meledek.
" Aku? ".
Zea mengangguk.
" Yang penyabar, menjaga tingkah laku, pemalu, ga suka ngerengek, ga emosian, dan bertata krama baik".Abiyan menggoda Zea balik.
"Ihh.. aby!! itumah jauh banget dari aku!! ".kesal Zea.
Abiyan tertawa mengusap kepala Zea dengan sayang" becanda, tipeku cuma satu".
"Apa? ".
"Seperti Zea Nacita Salika".
Sial, Zea dibuat terbang oleh rayuan gombal Abiyan. Ia salah tingkah alhasil memukul bahu Abiyan dan menunduk malu.
" Eh, ya ampun ada Cika. Kamu sih By, kasihan kan temen ku harus menyimak keuwuan kita, wkekkk".ucap Zea.
Cika tersenyum kecil"gapapa kalian juga gemesin. Gue bersyukur karena lo mendapatkan laki-laki seperti kak Abiyan dan Kak Abiyan beruntung dapetin sahabat gue yg limited edition ".
Zea dan Abiyan saling melempar senyuman.
..
. .
Gimana nih... udah mulai kan keuwuan nya, Zea yg makin manja terusπ€π€π€π€π€π€ππβΊβΊπβΊβΊπ
__ADS_1