
"Abang janji akan menjadi malikat Umma dan Abba. Dan Abang janji menjaga Umma dan adik-adik Abang".
Setelah selesai berbincang dengan ketiga anak nya, Zea beranjak memasuki kamarnya, kamar yg sudah 2 minggu ini tidak ia tempati, Kamar dimana dia dan Abiyan saling berkeluh kesah satu sama lain. Kamar yang menjadi saksi mulainya kisah cinta Abiyan dan Zea.
Zea mengamati dinding-dinding kamar yg terdapat banyak bingkai foto dirinya dan Abiyan, mulai dari foto pernikahan hingga foto dimana mereka memiliki 3 buah hati. Zea menuju lemari, mengambil kotak besar diatas lemari dan mengambil 7 pakaian yg selalu ia gunakan untuk menyenangkan hati Abiyan.
"Tugas kalian sudah selesai".
Zea memasukkan 7 pakaian itu kedalam kotak, lalu menyimpan nya didalam lemari, Ia beralih menuju laci nakas disana ada beberapa barang-barang milik Abiyan, Dompet, ponsel, kunci mobil dan lain-lainnya.
Zea mengambil ponsel Abiyan, pria itu tidak pernah mengunci ponselnya, bahkan Abiyan tidak pernah mengganti wallpaper layar ponselnya masih sama yaitu foto pernikahan Abiyan dan Zea.
Zea membuka galeri foto yg didalam nya terdapat foto-fotonya dan ketiga buah hatinya mereka yg diambil oleh Abiyan dan hanya beberapa foto Abiyan saja disana.
Setelah itu Zea membuka rekaman suara, ia terkejut ketika melihat adanya rekaman suara yg sengaja direkam sehari sebelum dirinya operasi.
Zea menarik napas dalam-dalam mencoba menguatkan hatinya sebelum memutar rekaman suara tersebut.
"Asalamualaikum, Zaujati..
" Pasti disaat kamu mendengarkan suara aku ini aku sudah ga bisa memeluk kamu, aku ga bisa menghapus air mata kamu, aku ga bisa memanjakan kamu lagi.
__ADS_1
Maaf, aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu, tetapi aku selalu berusaha semampu aku, sayang. Zea istriku hanya kamu satu-satunya cintaku, bidadari ku, istriku, belahan jiwaku dan ibu dari anak-anak ku.
Zea istriku, aku titipkan mataku untuk kamu, agar kamu bisa melihat dunia lagi, agar kamu bisa melihat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita, jaga baik-baik ya, sayang.
Zea istriku, mungkin saat ini kita dipisahkan oleh kematian, tapi aku yakin jika kita akan disatukan kembali oleh Allah di surga-Nya. Aku percaya bahwa takdir kamu hanya aku, kamu hanya satu-satunya istriku di dunia dan di akhirat.
Aku selalu berdoa pada Allah untuk tidak memberikan aku bidadari, karena hanya kamu bidadari ku. Itu kan doa yg kamu panjatkan 9 tahun yang lalu? Kamu gak ingin Allah memberikan aku banyak bidadari karena hanya kamulah bidadari nya Abiyan.
Zea istriku, kamu harus tau bahwa kisah cinta kita ga pernah berakhir. Nama aku berawal A yaitu huruf awal. Sedangkan nama kamu berawalan dari huruf Z, yaitu huruf akhir. Seperti itulah kisah cinta kita. Dari awal hingga akhir akan selalu bersama.
Kisah A dan Z akan abadi selamanya, kisah Abiyan dan Zea akan terus dikenang terus berjalan hingga kita dipertemukan lagi di akhirat.
Zea istriku, jangan sedih, untuk saat ini kita berpisah sebentar aja, aku akan menunggu kamu disini. Tugasku di dunia sudah selesai aku titipkan malaikat kecil kita kepada Umma, aku yakin Umma adalah ibu yg hebat dan terbaik. Jaga baik-baik malaikat kecil kita, sayang.
Zea menggenggam erat-erat ponsel Abiyan, ia mengangguk berusaha kuat walaupun air matanya sudah mengalir deras.
"Abiyan seandainya aku tau jika mata yg sekarang aku gunakan untuk melihat ini adalah mata kamu, maka lebih baik aku tidak usah melihat selamanya, daripada harus menjalani kehidupan tanpa kamu".
" Abiyan maafin aku kisah kita terlalu singkat. Dan aku belum sempat menjadi istri yang baik untuk kamu".
Zea menaruh kembali ponsel Abiyan, Ia mencari berkas yg dia dan Abiyan simpan sudah 9 tahun lamanya.
__ADS_1
Setelah ketemu Zea membuka dokumen tersebut, ia mengambil pulpen dan menulis sesuatu disana.
"16.Abiyan dan Zea hanya menikah sekali seumur hidup".
Ya, Zea menambah satu perjanjian pra-nikah nya dirinya dan Abiyan yg langsung ditulis olehnya.
Setelah menaruh kembali dokumen tersebut dan menyimpan nya kembali, ia mengambil cadar miliknya, pemberian Abiyan yg saat itu Abiyan Pakaikan untuknya saat di pesantren.
Zea berdiri didepan cermin, memasang cadar tersebut untuk menutupi setengah wajahnya.
"Aby, aku akan menjaga baik mata i i, aku akan menjaga pandanganku, aku akan menjaga anak-anak kita. malaikat-malaikat kecil kita. Aku akan menjaga diriku untuk kamu.
" Aby, kecantikan ku hanya dinikmati suamiku, dan sekarang aku akan menjaga kecantikan ku hanya untuk kamu.
"Aby, kisah kita ga akan pernah mati. kisah ini akan selalu hidup. Terimakasih pernah hadir dalam perjalanan hidupku dan memberikan banyak pelajaran untuk aku. Selamanya kisah Abiyan dan Zea akan kekal abadi".
" Aby, aku ikhlas, Ana uhibbuka fillah Habib. Kita akan bertemu lagi, tunggu aku sayang".
...****************...
Author gak kuat ketik lagi, sampai disiniππππππ»ππ»ππ»ππ»ππ»
__ADS_1
Perjodohan Abiyan dan Zea hanya sebagian perantara karena Allah sudah menggarisbawahi bahwa Abiyan dan Zea adalah Jodoh.
Hingga cerita ini hanya karangan semata-mata author bukan realita ππ»ππ»ππ»