
Zea yg baru pulang dari kuliah mencari keberadaan Abiyan , ia tengah bersiap untuk pergi ke pesantren tengah mengadakan syukuran Qatam anak pesantren.
"Mau kemana, rapi banget? ".tanya Zea
" Ke pesantren ".
" Emang ada acara apa? " .
"Anak pesantren Qatam, jadi saya harus mengisi acara"
"Ohhh".
Zea mengangguk tersenyum kecil menatap Abiyan mengapa sekarang zea jadi suka memandang wajah suaminya?perlahan zea mendekati Abiyan di meja rias Abiyan sedang menyisir rambut nya zea membungkukkan tubuhnya agar wajah mereka saling berhadapan
Cup.
Sebuah kecupan singkat zea mendarat di pipi Abiyan, membuat Abiyan terkejut menatap zea yg tersenyum manis.
" Terimakasih , Aby".Ucap zea segera berlalu ke kamar mandi meninggalkan Abiyan yg mematung di tempat Abiyan kini tersenyum melihat tingkah Zea.
Abiyan pun melanjutkan untuk pergi ke pesantren dia datang sendiri karena Zea tidak ikut.
.
.
Zea Mengerjapkan mata ketika melihat sinar matahari masuk di ventilasi kamar nya, ia merasakan tubuhnya sakit semua semalam setelah selesai mandi ia tidak melihat keberadaan Abiyan, Zea menunggui Abiyan pulang hingga malam, alhasil Zea ketiduran , ia melirik jam pukul enam pagi. tetapi Abiyan belum juga pulang, apakah Abiyan tak pulang?.
Zea beranjak mandi dan bersiap-siap berangkat kuliah namun rasa pusing menjalar di kepala nya, segera menuju dapur untuk membuat sarapan, karena waktunya mepet Zea hanya membuat roti tawar dan dibaluri sela kacang, saat Zea ingin mengambil minum di kulkas Zea melihat" note"yg di tempelkan di pintu kulkas Zea mengambilnya dan duduk di kursi sejenak untuk membaca isi tersebut.
^^^"Semalam saya pulang jam 12 malam, pagi ini saya harus berangkat ke Bandung sehabis subuh, maaf kalau gak bangunin kamu karena kamu terlihat lelah. Jangan lupa sarapan, oh iya di laci ada uang cash untuk pegangan kamu, kalau kurang kamu telfon saya, nanti say transfer. Jaga diri, jangan lupa sholat, ya, Zea.^^^
By. Abiyan.... "
Senyum Zea kini terbit di bibirnya, Abiyan membuatnya terpanah , Pagi-pagi membuat hati Zea berbunga-bunga.
"Manis banget sih, baru berapa jam ditinggal, udah kangen".ucap Zea.
.
.
__ADS_1
.
Zea dan Cika sekarang sedang melakukan analisis hewan yg akan ia operasi untuk praktek nya menganalisa organ tubuh pada hewan, Zea pun tak kuat karena kepalanya Kepala pusing tubuhnya mulai menggigil.
" Zea lo demam ".ucap Cika.
" Udah gak apa papa ".
" Hmmm. kita ka ruang kesehatan aja".seru Cika segera meminta izin dosen nya membawa Zea ke ruang kesehatan dan dosen nya mengizinkan.
Zea berbaring d bankar, Cika kemudian mencari obat parasetamol, dan air untuk Zea, segera Cika menyodorkan obat dan air mineral Zea meminumnya"Udah lo, istirahat dulu, gue mau balik ke sono lagi, ntar gue balik kalau udah selesai".ucap Cika.
Zea hanya mengangguk kepala., Cika segera kembali ke lab melanjutkan praktek nya.
Zea meminjamkan mata tak ada orang disina, pikiran nya hanya tertuju pada Abiyan, Zea ingin sekali bertemu Abiyan memeluk nya membuat Zea nyaman berada di pelukan nya.
"Aby... ".ucap Zea dengan mata terpejam. Zea mengigau memanggil Abiyan.
Cika yg selesai praktek langsung kembali ke ruang kesehatan ingin melihat keadaan Zea
" Aby".teriak Zea hingga cika membuka pintu berjalan mendekati nya.
"Zea, lo kenapa? kok bisa kayak gini? "
" Zea, bangun lo sekarang di kampus, Abiyan gak ada".
Zea terbangun masih dengan tatapan kosongnya memanggil nama Abiyan.
"Zea, mau gue telfon Abiyan biar dia kesini jemput lo? ".
" Jangan, Cik Abiyan lagi ke Bandung "ujar Zea.
" Pulang aja ya, lo panas banget, atau kita kerumah sakit dulu"?? ".
"Gak mau, kita pulang aja".
Cika menghela napas" yaudah gue anter pulang".
Sesampainya di rumah Zea, Cika ingin sekali mengabari Abiyan, tetapi Zea melarangnya mau tak mau Zea mengabari ke mama Maya Zea sedang sakit dan berada dirumah sendiri, Maya dan Ahmad segera datang berasam orang tua Abiyan mereka khawatir mendengar Zea sakit.
"Zea, kita kerumah sakit aja, ya? ".bujuk Mamanya.
__ADS_1
" Gak, Ma, Zea udah gakpapa,
Umi mendekati Zea terus Mengompresi dahi Zea "Tapi suhu tubuh kamu masih tinggi ".ucap Umi Sarah".
" Nanti juga turun Umi, Zea hanya kelelahan ".
Zea yg Tengah berbaring dengan Mama Maya dan Umi yg duduk bersebelahan, tiba-tiba Zea merasa mual perutnya sakit, ia berlari menuju toilet, seketika Maya dan Sarah saling tatap menatap, Zea pun kembali dengan tubuh lemas dan pucat, segera Maya memapah Zea ke ranjang.
"Kamu kenapa, Ze? " tanya Ahmad.
"Muntah, Pa, perutku sakit".
" Zea, kamu hamil? ".
Zea pun kaget seketika pertanyaan Mamanya, menatap lebar orang tuanya dan mertuanya bergantian Zea tersenyum penuh arti," Zea gak hamil".
"Memang udah cek".tanya Umi Sarah.
" Zea masih gadis, Ma, Umi".
terangnya membuat keempatnya menatap Zea penuh inten.
Zea mengerutuki dirinya karena keceplosan berbicara seperti itu pasti sehabis ini dirinya akan diceramahi dari keempatnya.
"Zea... kamu-kamu masih perawan? ".sidik Mama.
" Maaf".
"Astofirullohalajim.. ".
" Gimana bisa coba, Kalian udah nikah hampir 3 bulan tapi belum melakukannya ".
" Kok bisa Abiyan bertahan? "
"Apa kamu yg nolak Abiyan atau kamu gak se kamar? ".lemparan pertanyaan Maya membuat Zea menggeleng kepala.
" Abiyan bilan sendiri gak akan nyentuh Zea sampai Abiyan bener-bener mencintai Zea, bagus kan ".ulas Zea menjelaskan
" Astagfirullah, apa nya yg bagus, Zea? ".
"Berarti kan Abiyan gak cinta sama Zea ".
__ADS_1
Zaid dan Ahmad menggeleng kepalanya, Umi pun menepuk jidatnya. Maya yg menatap Zea dengan geram.
Segera Zaid menelfon Abiyan pulang " Abiyan sekarang pulang, ada Abah yg mau bicarakan ".