Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
SAH


__ADS_3

Hari ini hari terakhir OSPEK, ia berbaris sesuai dengan kelompoknya dengan atribut yg tidak masuk akal.


"Sejak kapan mau jadi Dokter pakai topi Ceting, tas karung goni sih".gerutunya .


" Sejak dulu, bahkan sebelum kamu lahir".saut seseorang


Zea terkejut saat dirinya menatap seorang pria dihadapan nya dengan tatap dingin, ia sang panitia OSPEK.


"Pushup 10 kali".titah nya.


" Tapi.. ".


" 30 kali".tambah nya.


Zea tak mau langsung memposisikan tubuh nya untuk push up, tanpa membatah lagi.


Selesai hukuman Zea berdiri dan masuk barisannya.


"Zea Nacita Salika".ucap pria itu membaca papan nama Zea.


" Mau ngapain masuk kedokteran? ".


" Mau belajar biar jadi Dokter ".jawab Zea logika.


"Emangnya sejak kapan masuk kedokteran jadi pilot!! ".


tegasnya.


"Yakin bakal kuat di kedokteran? ".


" Yakin".


"Gak bakal menyerah".


"Gak".


" Kalau gitu jalan jongkok sekarang!! ".


" Sejak kapan mau jadi Dokter harus jalan jongkok? ".ucap Zea mengernyit.


" Membantah? ".


" Saya bertanya? ".


Rupanya bantahan nya membuat dirinya menjadi sorotan saat membuat pria itu geram" tipe-tipe seperti ini mau jadi calon mahasiswa kedokteran hanya ingin terlihat keren".cela nya.


"Lalu apa bedanya kakak yg bisa mencela calon mahasiswa tanpa mengetahui kedepannya".bantahan Zea.


" Oh... bener-bener lo ya".ucap pria itu mendekati Zea, tapi segera ditahan oleh temanya.


"Udah urus yg lain aja, biar gue yg urus".


Akhirnya pria itu berlalu dari hadapan Zea, emosi yg ditahan sedang kan Zea mengalihkan pandangan nya kearah lain. ia tak menghiraukan tatapan pria dihadapan nya saat ini


" Saya Ilayas, ketua OSPEK ".ucap nya memperkenalkan diri.


Zea pun hanya mengangguk tak mengeluarkan suara.


" Zea dari fakultas kedokteran? ".tanya nya.


" Iya".


"Sorry kalau gak nyaman perlakuan temen saya, sekarang kamu boleh pergi ke Aula".perintahnya.


"Bukannya yg boleh ke Aula cuma MABA yg udah berhasil jawab pertanyaan? ".


" Kamu boleh masuk tadi udah menerima hukuman jadi saya mengizinkan kamu lolos ke Aula".


"Oke, terimakasih".ucap Zea berlalu pergi menuju Aula.


.


...


.


Zea yg baru pulang kemudian membersihkan diri dan turun ke bawah dilihat Abiyan dengan Papa nya duduk bersama Zea yg mendekat juga ikut duduk disebelah Papa nya.


" Ini ".ucap Abiyan


" Apa? ".

__ADS_1


" Baca".ucap Abiyan menyodorkan selembar kertas.


..."PERJANJIAN PRA NIKAH...


Pihak pertama:Azam Abiyan Malik


Pihak kedua:Zea Nacita Salika.


1.Abiyan wajib menafkahi lahir dan batin kepada Zea.


2.Kedua pihak wajib menyetujui perjanjian yg telah disepakati.


3.Zea wajib berpakaian Syar'i.


4.Tidak boleh mengeluarkan kata talak atau cerai dengan mudah saat emosi atau bertengkar.


5.Abiyan wajib mengasihi dan membimbing Zea.


6.zea wajib melayani Abiyan setulus hati.


7.Abiyan tidak wajib memaksa Zea atau Zea tidak boleh menolak Abiyan.


8.Zea tidak boleh membantah tentang Agama.


9Zea tidak boleh pergi tanpa seizin Abiyan.


10.Abiyan harus membawa Zea pergi ke luar kota.


"Abiyan tidak mempermasalahkan Zea kuliah dan bekerja.


11.Kedua belah pihak tidak boleh bergaul dengan lawan jenis.


12.Jika salah satu pihak melanggar


maka pihak tersebut wajib diberikan denda kepada pihak satunya.


14.Zea tetap menjalankan tugasnya sebagai istri yg baik.


15.Kedua belah pihak tidak boleh memaksakan sesuatu jika salah satu pihak tidak menyetujuinya.


...Tertanda Azam Abiyan Malik...


Zea segera menutup kertas tersebut menatap Abiyan, ia sangat terkejut Abiyan yg sekilas tersenyum kecil melihat ekspresi Zea.


" Oke, saya setuju".ucap nya tanpa berpikir panjang Zea merasa ini tantangan oleh Abiyan, Zea menatap geram Abiyan.


.


.


.


Kini Zea pergi sendiri ke makam Adiknya Lea didepan nisan nya ia berkeluh kesah.


"Asalmualakum".sapa Zea.


"Hai, Lea maaf aku baru mengunjungimu ".


" Satu bulan tanpa kamu beda Lea, Besok lusa adalah hari pernikahan ku, ini kan yg kamu mau menikah dengan Abiyan? ".


"Aku akan selalu do'a in kamu Lea, sampai bertemu di surga-Nya nanti ya, tunggu aku, Semoga aku bisa jadi istri yg baik".ucap nya Zea mengangkat tangan dan menundukkan kepala seraya berdoa lalu menaburi bunga dan menyiram air mawar.


" Aku pulang dulu ya, Asalamualaikum ".pamitnya.


Zea meninggal makam sang adik berlalu pulang sendiri naik taksi memang tak ada yg menemaninya karen Papa, mama nya yg sibuk mengurus pernikahan nya sedangkan Abiyan tidak boleh bertemu setelah Meng khitbah Zea.


Sesampainya di rumah Zea langsung di minta mama nya kekamar untuk di hena tangan nya .


"Baik Ma".sautnya.


Zea menemui tukang Hena mba lury


" Zea ya? sini.


"Iya mba".


" Calon pengantin nya cantik ya ? mau langsung di pakein aja?.


"Boleh mba".


Lury menyiapkan henna nya, lalu ia mengambil tangan Zea " Zee masih muda sekali? umur berapa?.

__ADS_1


"Baru sembilan belas tahun 3 bulan lagi".


" Nikah muda".


"Melanjutkan kuliah? ".tanya mba Lury.


" Iya besok pengumuman do'a in ya mba semoga lolos.


"Aminn, ambil fakultas apa? ".


" Kedokteran ".


" Ohh... pasti nikah muda agar menjauhi zina ya? ".kekeh mba Lury.


" Bukan, tapi Dijodohin.


"Pasti berat dijodohin? ".


" Mau gak mau ya harus mau mba saya cuma harapan satu-satunya.


"Saya yakin pria pilihan orang tua mu itu terbaik Zea, dia imam yg hebat nantinya".ucap mba Lury seraya mengusap bahu Zea.


.


..


Siapa yg mau akan menikah muda diusianya yg belia masih senang-senang nya menikmati masa-masa muda namun Zea harus menikah dengan pria yg tidak ia cintai bahkan bukan tipenya dan tidak pernah mengobrol banyak. .


Mulai besok dia akan menyandang menjadi seorang istri.


"Di Perjanjian pranikah Abiyan gak boleh maksa gue jadi artinya dia gak akan memaksa gue jadi istri seutuhnya".zea memonolog.


.


.


Pertama kali nya Zea mendengar Abiyan melantunkan ayat-ayat Al-Quran ia sengaja meminta Abiyan sebelum ijab qobul membacakan surat Al-Mulk dan Ar-Rahman,, dengan jelas dan lantang Abiyan melantukan Ayat-ayat suci Al-Quran.


Dengan cepat Zea mengusap air mata nya jujur suara Abiyan membuat dadanya sesak terharu sedih mengingat adiknya Lea"seharusnya saat ini kamu yg berada di posisi ini Lea".gumam batin Zea.


"Ankahtuka WA Zawwajtuka Makhtubataka Binti Zea Nacita Salika alal mahri 2507896.22 Riyal Saudi Wamajmuet min'adawat alaalat hallan".


"Qabiltu nikahaha WA tazwijaha alal Madzkuur wa Radhiitu bihi Wallahu waliyut Taufiq".


Jantung Zea seakan bergetar kencang hatinya bagai ditimpa batu beton, saat mendengar Abiyan mengucap sakral dengan lantang.


" SAH"


"SAH".


" Alhmdulillah ".ucap semua nya


Zea telah sah menjadi istri Abiyan.


" Zea ".


Zea menoleh Mama nya yg di abang Pintu kemudian masuk, Zea yg sudah melelehkan air matanya " Enggak boleh nangis, ayo ".


Maya menghampiri putri nya menghapus air matanya, detik itu juga Zea memeluk erat mamanya" Mama".


"Jangan nangis anak mama yg cantik ini, nanti luntur cantik nya".ulas Mama nya.


" Ma, Zea udah jadi istri orang Ma! ".seru Zea.


"Semoga jadi istri yg sholehah untuk suamimu, dan menjadi ibu yg hebat untuk anakmu".ucap maya.


" Do'ain ya, Ma".


"Amin, mama selau mendoakan mu, Nak".


" Ayo, keluar temui suamimu".ajak nya.


Zea segera menghentikan isak tangisnya, ia mengangguk memberikan senyuman nya.


Selama Zea berjalan memasuki masjid karena akad nikah berlangsung di masjid besar milik pesantren Darussalam milik Abiyan dan para santri di ijinkan menyaksikan pernikahan Abiyan dan Zea.


"Zea ulurkan tanganmu, Nak".ucap Ahmad.


Zea gemetar saat mengulurkan tangannya kemudian Maya membantunya.


Zea segera menautkan tangannya ke Abiyan dan mencium punggung tangan Abiyan

__ADS_1


Entah mengapa menyentuh tangannya membuat jantung Zea Bertedetub kencang, Tiba-tiba Zea merasakan tangan Abiyan satu nya berada di atas ubun-ubun nya. terdengar Abiyan menyerukan doa tapi Zea masih bisa mendengarnya Zea tau itu doa yg pernah ia lihat saat saudara nya menikah dan melakukan hal seperti ini. saat tangan nya sudah tidak terasa di kepala Zea segera Zea menjauhkan wajahnya dari tangan Abiyan, namun Abiyan langsung menangkup kan wajah Zea dan mengecup keningnya.


Hal itu membuat Zea terkejut, berbeda dengan yg menyaksikan merasa senang dan gemas. "Kamu sekarang menjadi tanggungjawab saya, Zea ".bisik nya sebelum menjauhkan bibirnya dari kening Zea.Abiyan tersenyum tipis menatap Zea.


__ADS_2