
Abiyan menghela napas dan bersuara mempersilahkan keempatnya , "Masuk! ".
ucap Abiyan dengan keras agar mereka mendengar.
pintu kembali terbuka, benar saja jika keempat teman nya yg datang dengan membawa banyak makanan.
" Bisa ketuk pintu dan salam dulu? ".ucap Abiyan
" Kita udah salam, tapi keburu lihat adegan tak senonoh yg membuat mata suci ini ternoda!! ".balas Riyan.
" Ngeliat orang ciuman aja gak senonoh, sendirinya lebih parah!! ".saut Joni pada Riyan.
" Jangan buka kartu! ".peringat Riyan.
Abiyan menggeleng kecil"lain kali ketuk dulu, pastiin kalau orang yg di dalam tidak sedang berada di dunia lain".kekeh Abiyan.
"Abyy!!. Zea semakin malu dengan perkataan Abiyan.
Riyan dan Rio terkekeh melihat Zea yg bersembunyi dibalik selimut.
" Neng Zea, ga usah malu. kita juga udah biasa kayak gitu".ulas Rio.
Zea dibalik selimut mencengkram baju Abiyan membuat Abiyan terkekeh ikut masuk kedalam selimut.
"Busett.. dah malah dilanjut!! ".pekik Joni.
"By, malu banget".bisik Zea.
" Ga usah malu mereka juga begitu sama istri dan pasangannya ".balas Abiyan yg didengar teman temanya.
" Kita sih udah tapi memang si jones yg ini belum ngerasain, ngenes nya ".Joni menepuk- bahu Fahri.
Mereka semua tertawa lawakan Joni.
" Kalau masih malu bobo aja, nanti aku bangunin ".bisik Abiyan Zea mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
Abiyan kini kembali keluar dari selimut ia menarik kepala Zea agar bersandar di bahunya dengan selimut menutupi seluruh tubuh nya, Abiyan melanjutkan mengobrol dengan keempat teman-temannya.
Hingga pukul 4 sore Zea terbangun syukurlah sahabat suaminya sudah pulang tetapi yg dilihat sekarang adanya kedua nya orang tua mereka. mereka semua mengulum senyum melihat Zea bangun.
"Nyenyak banget bobo nya? ".ledek Maya.
Zea tak menjawab pastinya mama nya akan tambah meledeknya. justru malah Zea memeluk Abiyan dari samping, Maya menghela napas pasrah dan menggeleng.
" Zea bangun nanti ada mahasiswa nya Abiyan dateng".sarkas Maya.
"Siapa? Mahasiswa yg kamu bimbing itu? ".
Abiyan mengangguk membuatnya mengernyit tak suka" terus ada si centil itu? ".
" Namanya Sri, Zea, bukan centil".
Zea menjauh dari Abiyan ia turun dari brankar "sama aja, Srintil, Sri centil! ".
"Ada apa sih? kalian ada masalah?. tanya Umi.
" Salah paham apaan? emang bener dia centil sama suami orang! ".
" Zea.. "
"Ah.. kamu itu tetep belain dia istri kamu siapa sih? ".kesal Zea.
Ahmad dan Maya menggeleng" Zea mahasiswa Abiyan kan hanya mau jenguk Dosen nya, masa ga dibolehin ".
" Terserah kamu, kalau si Srintil itu berani kesini, setelah kamu sembuh kamu ga boleh jenguk dedek bayi!! ".ucap Zea menatap Abiyan.
Tentu saja Maya, Sarah, Ahmad dan zaid saling melempar tatapan" jenguk dedek bayi? ".
" Zea. ".Maya mendekati Zea.
" Maksudnya jenguk dedek bayi apa? temen zea atau Abiyan ada yg melahirkan? ".tanya Sarah.
__ADS_1
" Bukan Umi, Ma, Tapi ini Abiyan gak boleh jenguk dedek bayi diperut zea. "ucap nya dengan mengelus perutnya.
" Kamu hami?? ".Ahmad dan zaid mendekat pada zea.
Zea mengangguk " oh iya, Zea lupa belum kasih tau kalian, ya kalau Zea sedang mengandung ".
" Aaaa anak Mama".Maya memeluk Zea dengan senang begitupun dengan sarah.
"MasyaAllah, alhamdulillah kenapa gak omong kami Zea? ".tanya zaid.
" Maaf Zea lupa, belum sempet baru tau 4 hari yg lalu".
Ahmad mengusap kepala Zea dengan lembut "yaudah, sekarang kamu maka ya, kamu butuh asupan ga boleh sampai laper".
Zea mengangguk ia mengikuti Ahmad untuk duduk di sofa menyantap Ayam geprek yg belum sempat dimakan meninggalkan Abiyan yg masih mencerna omongan Zea tadi.
Abiyan menatap Zea yg tengah mengunyah dan dikecupi oleh Maya, juga Sarah yg terus-terusan mengusap perutnya.
" Jenguk dedek bayi? ".bingung Abiyan.
Ia baru ngeh dan menyadari maksud dari Zea.
" Zea, masa aku ga boleh jenguk dedek bayi sih? ".protesnya.
zea melirik Abiyan, ia menjulurkan lidahnya menjengkelkan " bido, wlee".
"Zea... ".rengek nya.
.
.
Wkwkwk ckkkk Aduh Zea Zea kasihan atuh si Abiyan udah sakit tapi malah buat Abiyan ga boleh jenguk dedek sihðŸ¤ðŸ˜„😄😄😄😄😄
Like dan kome 😄😄😄
__ADS_1