Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Stroller


__ADS_3

"Zea, ini anak kamu mau--


astaghfirullah".ucap Umi dan Maya.


Zea segera mendorong tubuh Abiyan, ia menatap pintu ruangan yg sudah ada Maya yg tengah menggendong bayinya, Sarah, Zaid dan Ahmad mereka berdiri diambang pintu dengan wajah terkejut.


" Maaf".saut Zea


"Ck, kalau mau mesra dikunci dulu pintunya".ucap Maya.


Mereka semua kembali masuk kedalam ruangan. Ahmad dan Zaid tak bisa menahan tawa mereka melihat wajah zea dan Abiyan.


" Kamu juga ga bisa menahan sebentar, Byan? Tadi nangis-nangis, ditinggal sebentar udah diserang istri mu".ucap Sarah meledek Abiyan semakin bertambah malu.


Maya terkekeh, ia mendekati Zea dengan menggendong Arshaka, "Nak, anakmu lapar, butuh ASI pertama".


Maya menyodorkan Arshaka ke Zea kini Arshaka digendongan Zea.


" Byan ayo keluar dulu, biar Zea memberikan ASI nya untuk anak kalian ".


Melihat Abiyan tak kunjung beranjak membuat Zea mengerti, " Umi, gapapa, Aby disini temanin Zea, nanti Zea butuh apa-apa bisa minta bantuan Aby".


Abiyan sangat senang mendengar ucapan Zea.


"Bener? Nanti kalau Biyan macem-macemin kamu lagi ga? Kamu belum pulih Zea".tambah Sarah.


" Engga, umi. Zea tau aby masih takut jauh dari Zea, Gapapa ya aby disini aja temenin Zea".


akhiri nya Maya dan Sarah menjauh dan menutup tirai penutup ruang Zea, mereka menuju Ahmad dan Zaid di sofa.

__ADS_1


Zea menatap putra nya yg kembali terlelap dengan mulut mengecap ngecap setelah kenyang minum ASI.Zea kembali merapihkan pakaian nya dan menoleh Abiyan yg terus menatap Zea dan Arshaka dengan takjub.


"Kenapa, sayang? ".tanya Zea


Abis menggeleng kecil, ia menggenggam tangan Zea dan mengecup tangan Zea .


" Terimakasih sudah melahirkan jagonya kita, Zaujati ".


" Iya, suamiku. Emang tugasku memberikan keturunan untuk kamu".


Abiyan tersenyum senang mendengarnya.


"Kamu ingin anak berapa?Kayaknya 11 cukup biar anak kita kayak club sepakbola".celoteh Zea .


" Engga, aku ga mau kamu kayak semalem, Shaka sudah cukup untuk kita".balas Abiyan.


Abiyan tersenyum, namun Zea senyum nya luntur dan menggeleng "kok gitu? "


" By, dengar ya!! mau aku melahirkan lagi atau engga, meninggal udah ada waktunya, kita tinggal menunggu".


"Aku ga bisa hidup tanpa kamu, Zea kalau pun bisa biar aku lebih dulu pergi dari pada kamu aku terus berdoa seperti itu".


" Stttt.. Hey kok omong nya gitu? aku ga suka kamu bicara seperti itu, By".


Zea menatap Abiyan yg tengah menatapnya dengan tatapan sulit diartikan. Terlihat sorot mata Abiyan tersirat kekhawatiran dan juga rasa takut.


"By, inget, sebelum kamu berdoa ingin pergi duluan, aku udah berdoa agar aku yg pergi lebih dulu, tapi bukan sekarang aku selalu memohon agar Allah ga memisah kita sekarang, aku ingin membesarkan Shaka sama kamu".


Zea mengusap pipi Abiyan" Jangan pergi, aku butuh kamu untuk memipin aku dan anak-anak kita".

__ADS_1


...----------------...


"Zea Nacita salika.... selamat menjadi Ibu!! ".ucap Cika membuka tirai, Zea terkekeh melihat kehadiran Cika.


Makasih, Cik".


" Gue mau lihat ponakan gue dong, sini gue mau gendong".


"Lagi mandi baru aja keluar, nanti juga dibawa kesini".


Cika mengangguk paham, lalu menoleh Abiyan yg duduk di kursi sebelah Zea.


" Kak, selamat ya".


"Terimakasih, Cika".


" Terima ya, kado dari gue, Zea walaupun ga seberapa mungkin bermanfaat untuk anak lo".Cika memberikan kotak besar yg ia bungkus.


"Repot-repot amet, do'ain aja udh cukup! ".


" Gapapa sekali-kali, masa lo mulu yg jajanan in gue dari SMA ".


" Tadi nya mau gue beliin stroller yg kaya punya Nagita salavina supaya anak lo ga kena paparazi, tapi mehong nya, nunggu gue dapat Om gulali dulu ".


" Ih ga usah tau.. Umi sama Abah udah hadiahin stroller kok".


"Yang punya kayak Nagita? ".


" Iya ".

__ADS_1


Keduanya pun tertawa entah menertawakan apa, Abiyan juga tak paham, ia segera pamit keluar dulu.


__ADS_2