
To be continue gambar yg author tau tentang meraih cinta karena Allah.
Zea yg sudah bangun duluan ia sudah membantu Umi menyiapkan sarapan.
"Zea, Abiyan mana? ".tanya Umi.
" Masih tidur, Mi".jawab Zea.
"Tumben amat tu anak bangun kesiangan".sarkas Umi.
" Zea bangunin Abiyan ya, ajak sarapan biar Umi yg siapin ke meja makan".titah nya
"Baik Umi, Zea bangunin suami".
" Asalammualaikum ".
" Walaikumsalam ".
Zea membuka pintu dilihat Biyan masih tertidur pulas karena habis subuh dia baru bisa tidur setelah mandi junub dan sholat subuh.
" By, bangun".ucap Zea seraya mengoyak tubuh nya.
Abiyan mengerjapkan mata dilihat Zea dihadapnya"jam berapa? ".
" Jam 8 kamu ga mau bangun? ".
Abiyan menggeliat" Hah.. jam 8 aduh aku kan harus ketemu Pak Agam".
__ADS_1
"Lagian sapa suruh abis subuh tidur lagi akhirnya kan telat".ucap Zea.
Abiyan pun beranjak kemar mandi mengganti pakainya karena ia ada janji dengan pak Agam donatur yg berkerjasama dengan nya Zea pun tertawa melihat tingkah Abiyan yg terburu-buru. Zea pun keluar menuju meja makan disana sudah ada Cika Umi, Abah, Rio dan Fahri. Bang Narji atau Bang Aji dan Nisa, Zea pun pura-pura biasa seperti tak ada Nisa.
"Loh Abiyan mana, Zea? ".
" Lagi ganti Umi, nanti juga kesini ".
Abiyan pun baru datang dan ikut sarapan bersama.
" Tumben anak Abah kesiangan? " .
"Itu, ".belum sempat melanjutkan Rio memotongnya.
" Ah... si Abah kayak ga tau aja sih, tu rambut Biyan basah, bah".celetuk Rio.
Abiyan melototi Rio"apaan sih, Biyan bener kan rambut kamu basah".timpal Rio.
"Udah-udah sarapan dulu".ulas Umi menetralkan suasana Umi tau Abiyan dan Zea saat ini malu.
Mereka semua tertawa namun tidak dengan Nisa dia hanya diam dan menunduk.
Abiyan , Rio dan Bang Aji pun melanjutkan menemui pak Agam.
Zea yg membersihkan sisa piring kotor sambil bernyanyi.
"Tanam tanam ubi, tak perlu dibaje gue udah bucin sama Abiyan, itu ga ape-ape".
" Semangat kan hari ini, kita bucin ramai-ramai_".
__ADS_1
Zea terkekeh karena lirik yg ia nyanyi kan absurd keluar begitu saja dari bibir nya ia semangat menggosok-gosok piring yg ia cuci.
"Kenapa ga dari Zigot aja gue dijodohin sama Aby".gumam Zea.
" Ehh.. iya kalo Aby zigot gue apa dong? berarti gue masih di surga ya? "
"Tapi gapapa, Allah kan udah ditakdirkan gue sama Abiyan sebelum gue dan Abiyan dilahirkan di dunia.. slebewww.. "
"Abiyan, Aby ,Abiyan mulu, temen nya terlupakan ".sarkas Cika yg berdiri di sampingnya.
Zea menoleh ke sumber suara" sejak kapan lo disini, Cik? ".
" Sejak lo nyanyi tanam tanam benih".
Reflek Zea membekap mulut Cika dan memelototi Cika"gila lo, ini di pesantren. mau gue potong leher lo? ".
Cika melepaskan tangan Zea yang membekap mulut nya.
"Gue baru ngeh, lo nyanyi kebucinan sampe segitunya, ternyata lo maksud buat anak? ".
" Pltak".suara tangan Zea menyentil kening cika.
"Sakit... Zea".
"Ga usah omong kenceng kenceng nanti didengar santri-santri ini dipesantren Cika".
"iya-iya bucin, benerkan lo dulu bilang ga akan cinta sama Abiyan nah sekarang lo malah jadi kebucinan gini".
..
__ADS_1
.
Abiyan pun sudah selesai rapat ia kembali pesantren ia akan berpamitan kembali ke Jakarta karena Zea besok sudah masuk kuliah