Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Sanksi


__ADS_3

Hari sabtu Abiyan dan Zea libur keduanya memutuskan menghabiskan waktu dirumah saja, karena matahari sedang terik membuat Zea malas untuk keluar, Zea lebih memilih menyelesaikan laporan akhirnya karena tak sampai 3 minggu lagi akan naik semester 2.


Sejak tadi Abiyan juga ikut berkutat membantu Zea jika ada typo yg Zea tak mengerti tentang Kedokteran.


"Aaaaa... pusing".keluh Zea.


" Kenapa? sini sayang".ucap Abiyan menghela napas melepaskan tetikus yg ia pegang, tangannya terangkat mengusap pucuk kepala Zea.


menarik Zea ke dalam pangkuannya ia mengusap mengusap lembut wajah Zea dan menangkup nya "baru mau naik semester 2,kok udah pusing? ".


" Aku pusing, By boleh berhenti aja terus masuk ke kampus kamu dan ikut prodi kamu boleh? ".ucap Zea.


" Hey kok gitu? "


"By, kayaknya aku gagal deh jadi Dokter".


" Bukannya Zea anak cerdas? nilai biologi, kimia, fisika dan matematika nya bagus, cocok banget dong jadi Dokter ".sarkas Abiyan.


" Tapi, By".


"Ingat, Zea Allah ga akan memberikan ujian kepada hamba-Nya melebihi batas kemampuan nya".


" Anggap aja sekarang kamu lagi nerima ujian dari Allah, dan Allah yakin kalau kamu mampu ".


Zeavsemakin menelusup wajahnya ke ceruk leher suaminya.


" Iya, by makasih udah nasehati aku, boleh bobok ga aku ngantuk".


Abiyan terkekeh ia semakin mengusap usap punggung Zea "boleh dong sayang, kamu bobo biar aku cek laporan nya".


Zea mengecup pipi Abiyan setelah itu memejamkan mata, tertidur dipangkuan Abiyan. sedangkan Abiyan kembali melanjutkan mengecek laporan Zea.

__ADS_1


Zea terbangun mendapati dirinya berbaring ditempat tidur seingat Zea tadi tidur di pangkuan Abiyan pasti Abiyan sudah memindahkannya. Tetapi kemana Abiyan? dengan cepat Zea berlari mencari suaminya ia tak menemukan ia kembali mencari ponsel nya di kamar untuk menghubungi Abiyan. Zea menelfon.


"Kamu dimana? Semprot Zea ketika Abiyan mengangkat sambungan telepon.


" Maaf Zea, tadi Bang Aji nelpon, aku harus ke pondok, kamu lagi tidur jadi aku ga tega bangunin".


"Kamu jahat, by".Zea mulai mengerucut bibirnya suara terdengar serak.


" Jangan nangis, sebentar lagi aku pulang kok".


"Tega kamu , By tinggalin aku sendiri dirumah".


" Maaf ya, kamu mau nitip apa sayang? ".


" Pulang ".


" Iya iya udah dong nangis nya aku pulang sekarang ".


Zea mandi terlebih dahulu lalu melaksanakan shalat Ashar.


Abiyan yg baru datang pulang membawa makanan, saat baru saja masuk Zea berlari menghampiri nya bergelendotan seperti bocah.


" Hey.. ".


"Kamu jahat banget sih, by ngeselin ".cerocos Zea.


" Tadi Kan kamu tidur aku ga tega bangunin ".


" Ayo turun dulu, aku mau naruh makanan nya".ucap Abiyan.


Zea menggeleng "ga mau, mau gendong".rengek nya.

__ADS_1


" Zea.. ".


" Ga mau, Biyan".


Abiyan menghela napas pasrah akhirnya ia menuju dapur dengan mengendong Zea seperti kuala bergelendotan .


"Zea aku mau minum turun sebentar ya".


" Ga mau, Abiyan ".


Zea mendengus kesal akhirnya ia turun membuat Abiyan menghela napas lega, tetapi ternyata baru sepuluh menit turun Zea kembali bergelendotan lagi kali ini punggung Abiyan.


"Kalau begini boleh kan, ga usah turun? ".tanya Zea.


Abiyan menggeleng kepala lalu melanjutkan membuat minuman.


" Aby, aku nagih denda?.


"Denda apa? ".


" Denda kamu, pernah ngisi acara keluar kota tanpa ngajak aku sedangkan di perjanjian aku harus ikut kamu, jadi sekarang aku mau kasih sanksi untuk kamu".


Abiyan mengangguk paham"maaf ya, kamu minat apa? ".


" Minta itu".


"Itu apa? aku ga ngerti? ".


"Minta minum kamu tapi, ".ucap Zea terjeda namun Abiyan tau Zea mengkode.


Abiyan segera membawa Zea menuju kamar nya dan melakukan kewajiban nya☺☺☺🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2