Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Kiss


__ADS_3

Zea yg merasa sudah tenang menghampiri Abiyan yg sedang berdiri didepan jendela, terlihat Abiyan sedang melakukan panggilan telepon.


"Hai, suami"


Zea menyalami tangan Abiyan, lalu memeluk leher Abiyan merapat kan dirinya pada Abiyan. kepala Zea bersandar didada Abiyan.


"Wangi banget sih? ".ucap Zea pelan.


"Aby, ".Panggil Zea manja.


Abiyan menjauhkan ponsel nya " Zea, jangan memancing, Saya sedang telepon ".


" Engga.. aku ga mancing, kamu lanjut aja telpon nya, aku cuma mau peluk ".


Abiyan menggeleng kepala, ia kembali melanjutkan telfon nya.


" Aby... mau kiss boleh ga?, by? ".bisik Zea di telinga Abiyan yg kanan karena telinga kiri untuk mendengar ponselnya.


" Abiyan".lirih Zea.


"Saya rasa sudah cukup pak, saya sampaikan terimakasih banyak,saya tutup telfon nya, w asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".ucap Abiyan menutup obrolannya.


Berhasil.


Zea segera melepaskan pelukan nya pada Abiyan, menjauh dari Abiyan dan berusaha kabur begitu saja.


" Hei.. jangan kabur".ucap Abiyan.


Abiyan mengejar Zea, menarik kedalam dekapan nya.


"Tadi mau apa, Hm? ".


"Apa? ga mau apa-apa".


" Zea.. ".

__ADS_1


" Mau mandi, lepas aku mau mandi".ucap Zea tertawa.


"Bukan itu, tadi minta apa? Nakal ya suka mancing-mancing".


" Siapa yg mancing, By. Aku cuma mau peluk".


"Terus minta apa tadi? ".tanya Abiyan.


"Zea, jangan pernah lakukan hal itu lagi, atau nanti kamu menyesal".


Zea menggeleng " ngga, aku gak akan nyesel".tantang Zea lebih berani.


Mendengar membuat Abiyan menghela napas berat, istrinya ini sangat suka menantang.


"Sepertinya bibir kamu harus di sumpal supaya ga nakal lagi".


" Sumpel pake apa--hmmp".


Belum sempat Ze melanjutkan ucap nya. tetapi bibirnya sudah di sumpal duluan dengan bibir Abiyan. 🤭🤭🤭🤭


.


.


Zea selesai kuliah menuju toko buku bersama Nara namun menunggu di mobil segera Zea masuk dan Zea mengambil buku berwarna merah muda bertuliskan Fikih wanita ".


Setelah nya menuju kasir membayar, ia telah mantap untuk belajar tentang wanita sesuai syari'at.


Mengingat sekarang dirinya adalah seorang istri, memiliki suami seorang ustadz dan memiliki banyak saingan yg mengerti akan ilmu agama, membuat Zea merasa sedih akan ilmu agama Zea merasa sedih karena kurang ilmu agama nya.


Tetapi Abiyan tidak pernah protes sekalipun pada nya, selama ini Abiyan lah yg terus membimbing nya mempelajari ilmu agama.


Zea keluar dari toko buku menghampiri Nara sahabat dekat nya dengan citra mereka bertiga sahabat sejak SMA dan kini mereka satu ke jurusan,.


"Hai.. Nara, sorry lama".

__ADS_1


" Ga papa, yuk".


"Kita ke Apartemen gue dulu ya , Zee".ajak Nara.


" Untuk? ".


" Temenin gue milih gaun buat ngedate ".


" Oke.. siap".jawab Zea.


"Btw.. siapa temen lo ngedate? ".tanya Zea. "


"Lo ingat ga ketua Ospek kita? ".


" Oh... kak ilyas?".


"Hmm,, sejak kapan lo bisa dekat? ".


" Sejak gue ga sengaja nabrak motornya".


"Ohh.. jadi lo yg nabrak lusa itu".


" Iya beb, jadi gue ngerasa bersalah gitu akhirnya gue minta maaf juga bertanggung jawab, terus kita deket akhirnya dia ajak ngedate ".


Zea mengangguk.


Sesampainya di apartemen Zea dan Nara memilih-milih gaun yg akan dipakai Nara.


" Nar,, ini keliatan nya cakep deh, coba dulu".ucap Zea.


"Hmm, iya Zea bagus bentar ya gue mandi dulu lo tunggu in gue".pinta Nara.


" Siap".


Zea duduk menunggui Nara, namun suara bel berbunyi tanda ada orang datang Zea segera membuka pintu di lihatnya Kak Ilyas.

__ADS_1


__ADS_2