Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
kewajiban


__ADS_3

"Asalamualaikum".ucap Zea ketika memasuki rumah Zea mencari keberadaan suaminya ia yakin jika Abiyan sudah pulang mengajar karena Abiyan pulang jam siang sedangkan sekarang sudah pukul 4sore.


Zea ke kamar mendengar Abiyan sedang mandi akhirnya Zea menunggu berdirinya didepan pintu kamar mandi.


" Loh, kok udah pulang Zea? Baru aku mau jemput kamu, pulang sama siapa? ".


" Kenapa kamu bayarin uang semester sku?. cerocos Zea.


"Itu kan kewajiban aku, Zea".


"Kamu udah cukup ngasih jatah bulanan dan uang jajan. Harusnya aku bayar sendiri biaya kuliah ku".


Abiyan menghela napas membawa Zea duduk di sofa.


" Dengerin ya, sayang disaat aku sudah mengatakan Qobiltu, disitulah aku berkata, saya Terima raganya, jiwanya, hatinya, kelebihan nya dan semua yg ada didalam dirinya. detik itu semua nya mengatakan SAH. Dan aku yg bertanggungjawab apapun itu ".ucap Abiyan.


"Tapi.. tapi itu 18jt Abiyan, bukan 18ribu!! ".


" Memang nya siapa yg bilang 18ribu ? ".


" Kalau uang kamu habis gimana? terus kalau dedek bayi lahir gimana memenuhi kebutuhannya? ".


"Tabungan aku masih cukup untuk biayai sepuluh orang kuliah kedokteran sampai sarjana".


Mata Zea membelalak " hah? Kamu dapet uang sebanyak itu dari mana? Kamu ga ngepet atau pesugihan kan? ".


" Astaghfirullah, sembarangan. aku punya saham dibeberapa perusahaan salah satu nya yg saat itu kamu salah grebek aku di hotel".ucap Abiyan dibumbui sindiran.

__ADS_1


Mengingat itu Zea menjadi malu"ih.. Aby diingetin terus".


Abiyan tertawa ia mengulurkan tangannya dihadapan Zea "pulang-pulang bukannya cium tangan suami, malah diomeli suaminya".


Zea segera mengambil tangan nya " maaf ya, sayang. maaf aku boros setiap bulan-bulannya kamu udah ngasih jatah lebih sedangkan kita udah nikah 10 bulan berarti kamu udah ngasih aku kurang lebih 100 juta sedangkan sisa tabungan ku cuma 10juta aku udah habisin 90 juta dalam waktu 90 juta dalam waktu 10 bulan untuk hal yg ga penting ".


"Ga usah dihitung hitung nanti aku transfer lagi 90 juta. biar uang kamu jadi 100juta lagi".


" ABIYAN!! ".kesal Zea.


Abiyan tertawa mengecup kepala Zea bertubi-tubi " berarti kita harus punya banyak anak ya supaya uangku berguna untuk biayain anak kita, dari pada banyak istri, mending banyak anak kan? ".


"Abiyan!! Berani-beraninya mau nambah istri, sebelum nambah istri udah aku gorok leher kamu! ".Ancam Zea dengan tatapan menghunus ke Abiyan.


Abiyan tertawa semakin mengeratkan pelukan pada Zea " cinta banyak-banyak sama istriku yg sholeh hot ini".


"I love you Daddy".


" Hmm.. you're my sugar Daddy ".


Abiyan tersenyum.


.


. Tengah malam Zea terbangun karena lapar ia melirik Abiyan yg masih tertidur pulas ia tak tega membangunkan nya. Akhirnya Zea menuju dapur untuk membuat makanan.


" Dedek bayi kenapa sih laper mulu. nanti Ummat makan terus Ummat jadi gendut".zea bermonolog.

__ADS_1


"Kita mam mie aja ya sayang".


Zea pun mengambil sebungkus mie rebus dan telur, bakso , sosis setelah itu memasak nya selang 5 menit masakannya matang ia menuju kursi pantry.


" Bismillah, selamat mam dedek bayi".


Saat tengah asyik makan tiba-tiba merasakan pelukan dari belakang.


"Kenapa ga bangunin aku? ".


"Kamu lagi istirahat aku ga mau ganggu"


"Ga ganggu, sayang itu kenapa makan mie instan? ".


" Aku lagi kepengen aja, By, janji sekali ini aja besok engga" .


Abiyan menganggukkan. ia duduk di kursi sebelah Zea "besok kalau mau apa-apa bilang aku, ya"


"Iya-iya".


"Zea.. "


"Hmmm".


" Ga jadi".


Zea mematikan keran dan menaruh mangkuk dn gelas dimeja, ia ber kumur-kumur dia wastafel setelah itu berbalik menghadap Abiyan.

__ADS_1


"Untungnya ganteng, kalo ga ganteng udah aku botakin kamu! ".


Abiyan terkekeh ia mencubit pipi Zea"" sweet but psycho".


__ADS_2