
Setelah mata kuliah selesai Zea mengajak Cika pergi ke Caffe terlebih dulu tanpa memberi tahu Abiyan jika ia langsung pulang maka akan terkurung seperti burung dalam sangkar.
Zea mencurahkan isi hatinya setelah beberapa hidup bersama Abiyan.
"Dia itu dingin banget kayak kutub utara, omong seadanya, to the point gak ada basa-basi nya udah gitu gak ada romantiro-romantis nya, gitu biar gue sedikit luluh to gimana".
" Gue juga serasa seperti di acuhkan gitu hanya status doank suami.".
"Lo itu orangnya butuh kasih sayang, dimanjain dan bucin kalo gitu lo aja yg rayu dia biar luluh sama lo terus bucin".
" Ogah, gue amit-amit ngerayu Om-om ".
"Sekaku-kakunya cowok kalo udan cinta apalagi sayang gue yakin dia bakalan setia dan bucin sampe mampus".
" Mukin sih, lo nya suka cowok yg seperti hans, suka gombal, suka rayu rayuan gitu. Tapi sumi lo tipe nya dingin jadi lo yg panasin dia biar bisa meleleh".tambah Cika.
"Emang nya Es gitu suruh panasin, masa gue kayak cewek kurang belaian aja! ".
" Gak masalah, Dia suami lo Zea. udah halal kalo begituan ma, lo bakal dapat pahala bukan dosa".
"Tapi gue curiga dia gak normal deh".
pekik nya.
" Kenapa, emang? ".
" Bayangin aja kita udah tidur bareng terus gue kalo tidur cuma pake hotpants sama kaos oblong gitu, tapi dia gak pernah pengen . Padahal bisa dibilang gue body nya Goals kyk gini".
"Siapa tau dia biasa aja didepan lo, tapi sebenarnya.. ".ucap Cika menggantung.
" Sebenarnya apa? ".
" Ya dia sebenarnya juga pengen ".
" Ah gak mungkin dia udah pernah bilang gak akan nyentuh gue sebelu. dia cinta sam gue".
"Nah, berarti dia sekarang belum cinta sama lo".
" Bagus, deh kalo dia gak cinta ama gue, artinya gie gak bakal jadi istri seutuhnya ".
Cika menggeleng" lo itu istri macam apa sih, Zea".
"Yasudah, tugas lo tu sekarang jadi istri penurut, baik, biar dia luluh sama lo dan cinta mati sama lo".tambah Cika.
Zea terdiam mencoba mencerna perkataan Cika sahabat nya.
" Zee".
Ke duanya menoleh sumber suara terkejut akan hadirnya Hans.
__ADS_1
"Apa kabar? ".
" Ba... ik".
Tangan Hans terangkat mengusap kepala Zea dan Zea tak menolak nya, membuat Cika terkejut.
"Zea aku kangen kamu".ucap nya.
" Hans, Zea istri orang! ".peringatan Cika.
Zea menunduk, tetapi ia ingin sekali menjauh kan dirinya namun entah sangat sulit untuk menggerakkan tubuhnya.
" Zea, kamu masih cinta kan sama aku? ".
"Hans, aku... ".
" Jawab Zea ".
Abiyan yg sedari tadi sudah di sana mencari Zea dan menjemputnya pulang Abiyan tau posisi Zea saat ini karena Abiyan sudah menaruh GPS di HP Zea jadi Abiyan biasa melacak keberadaan Zea.
" Jauhin tangan anda".ucap Abiyan.
Seketika ketiga nya menoleh kebelakang dilihat Abiyan di sana jantung Zea terasa ingin loncat dari tempat nya,
"Saya bilang jauhin tangan anda dari istri saya!! ".
Melihat Hans tak menjauhkan tangan nya dari wajah Zea, Abiyan menyentak tangan Hans dan menarik Zea untuk mendekat. " kita pulang".
"Ihh, apaan sih lo Hans, main Pegang-pegang Zea segala, dia udah jadi istri orang".pekik Cika kesal dengan Hans.
" Tapi Zea gak cinta sama dia, Zea masih cinta aku".ucap Hans berlalu dari hadapan Cika.
sesampainya di mobil Abiyan hanya terdiam menginjak pedal mobilnya menuju rumah. Terdapat keheningan di sana tanpa satu patah kata, Zea sedikit tidak nyaman menundukkan kepalanya.
"Kenapa gak kabari kalo udah pulang? ".tanya Abiyan.
"Jawab".ucap nya.
" Bukan karena mau ketemu mantan mu?? ".
" Maksudnya? ".
" Dan megang megang istri orang! ".
" Gue juga gak tau Hans tiba-tiba dateng".
"Kenapa gak nolak dipegang?? ".
" Gue mau nolak, tapi gak tau kenapa gak biasa gerak ".
__ADS_1
" Masih cinta sama dia? ".
" Belum move on? ".
" Apaan sih, Om".
"Kamu manggil saya Om, dan memakai kisah kata Lo-gue sama aku, terus sama dia Aku-kamu, sebenarnya saya ini siapa kamu? "
"Ya lo suami gue".
" Apa pantes seorang istri berucap Lo-gue pada suaminya dan memanggil suaminya dengan sebutan Om? ".. tanya Abiyan.
" Terus gue harus panggil lo apa? kan bener umur lo lebih tuan di atas gue ".
" Cukup panggil Abiyan, gak masalah ".
"Gak sopan dong!! ".
" Akan lebih gak sopan kalau kamu panggil suami kamu Om dan memakai Lo-gue ".
tukas Abiyan.
" Terserah deh".ucap Zea memalingkan muka ke jendela.
Sesampainya di rumah Zea terlebih dulu keluar dan membanting pintu mobil "Brak... ".
Abiyan pun menyusul Zea yg berjalan dengan cepat" Zea tunggu".
Abiyan mengikuti langkah Zea memasuki kamar sejak didalam mobil Zea enggan menatap Abiyan saat sampai di rumah.
"Zea seharusnya saya yg marah sama kamu karena kamu gak ngabarin saya kalau udah pulang dan bertemu mantan kamu".
"Gue gak tau kalau dia ada di cafe itu. Ucap Zea yg tengah menggantung kan totebag nya dan membuka jilbabnya.
"Tapi seharusnya kamu nolak,dia pegang wajah kamu".
" Gak bisa, gue gak bisa gerak tadi! ".
Abiyan mendekati Zea, hendak menangkup wajahnya namun Zea reflek mundur dua langkah.
" Saya suami kamu, tapi kamu bisa gerak menjauhi saya dan menolak saya memegang wajah kamu? "
"Bukan nya lo pernah bilang kalau lo gak bakal nyentuh gue sampai lo cinta ke gue".
Ucap Zea membuat Abiyan membisu dan membeku, keduanya saling menatap Zea yg terkekeh melihat reaksi Abiyan.
" Jadi gak usah menyentuh gue!! ".
peringatan Zea kemudian pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Abiyan hanya bisa beristigfar mengusap mukanya dengan kedua telapak tangannya" Astaghfirullah ".