Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Tolong


__ADS_3

Abiyan menghela napas lega ketika Zea berhasil tertidur setelah dua jam menangis, jujur saja Abiyan juga merasa sedih tetapi ia tak ingin larut dalam kesedihan, ia percaya jika semua ini sudah diatur Allah.


Sedangkan Zea masih belum bisa menerima dengan lapang dada, mungkin karena wanit itu merasa senang mengetahui dirinya mengandung lagi. Lalu tiba-tiba mendapatkan kabar jika dirinya sulit untuk memilih anak lagi.


Hati wanita mana yg tidak sakit? karena tidak bisa memiliki anak lagi.


Zea yg tengah tertidur, Abiyan memutuskan untuk membayar administrasi rumah sakit. Dokter mengatakan Zea diperbolehkan pulang malam ini dan tidak perlu rawat inap.


Selesai mengurus administrasi Abiyan ingi membelikan makanan dikantin , tetapi ia urungkan ketika melihat seseorang yg sangat dikenali nya.


"Sus, apa tidak bisa menggunakan kartu kesehatan? ".


" Mohon maaf, Pak. karena rumah sakit ini swasta. jadi tidak bisa melayani pengguna kartu kesehatan, terlebih pasien harus operasi pengangkatan rahim disarankan untuk menuju rumah sakit khusus kanker ".


Abiyan terkejut mendengar kanker?


" Tapi anak saya sudah sangat lemah, Sus. tidak ada tenaga untuk pindah ke rumah sakit lain".


Abiyan mengamati wanita dan seseorang laki-laki paruh baya, sudah beberapa tahun ini ia tak bertemu dengan perempuan itu dan saat ini kondisinya tengah tidak baik-baik saja.


Akhirnya Abiyan menghampiri mereka.


"Mohon maaf, boleh saya tau ada apa, Sus? ".tanya Abiyan kepada resepsionis.


" Anak dari Bapak ini mengalami Kanker rahim dan harus segera dioperasi pengangkatan rahim, tetapi Bapak ini ingi menggunakan kartu kesehatan, sedangkan rumah sakit ini swasta tidak menyediakan layanan kartu kesehatan, Pak".


"Sudah stadium berapa? ".


" Stadium 3,Pak.jika tidak langsung di angkat, virus akan tersebar".

__ADS_1


Abiyan mengangguk paham "tolong berikan penanganan untuk Mba itu, untuk biaya saya yg tanggung ini kartu nama saya, di sana ada nomor telepon saya, pembayaran nanti saya transfer".


Setelah memberikan kartu namanya pada resepsionis Abiyan beranjak pergi, ia sama sekali tidak menyapa laki-laki dan perempuan itu.


" Gus Abiyan.. ".lirih perempuan itu.


...----------------...


Abiyan membawa bubur kembali ke ruang rawat Zea, saat ini Zea sudah terbangun bersandar dikepala brankar, Abiyan menduduki kursi disebelah brankar nya.


" Sayang, makan dulu ya? ".


" Aku ga laper".


"Hey.. gak boleh gitu? kamu harus makan sayang. Biar kamu pulih dan kita bisa pulang. kamu ga kangen Shaka, Arayyan dan Zyana? ".


Zea menatap Abiyan dalam dalam matanya berkaca-kaca, melihat Zea akan menangis Abiyan merengkuh tubuhnya.


"Maaf aku belum bisa memberikan yg terbaik untuk kamu, By".


" Engga sayang, kamu udah memberikan yg terbaik untuk aku".


"Aku sayang banget sama kamu, By. Kamu pria tebaik di dunia ini".


" Oh iya? ".


" Iya "


"Kalau begitu berikan hadiah terbaik untuk pria tebaik ini dong, boleh ya? ".

__ADS_1


" Mau apa? ".


" Berikan senyuman tebaik untuk pria terbaik ini.


Zea mengembangkan senyum manisnya dan mengecup kening Abiyan.


"Sekarang harus makan supaya kuat dan bisa pulang, Oke? ".


Zea mengangguk " tapi jangan banyak-banyak ".


Abiyan mengambilkan bubur yg ia beli tadi menyendok kan untuk menyuapi Zea.


" Kamu ga makan? ".


" Aku udah makan, sayang ".


" Bohong! ".


" Iyaiya nanti aku makan setelah kamu makan".


"Aku minta maaf, ya, By. kita harus kehilangan anak kita karena kecerobohan aku. Aku jatuh dan perutku terpentok meja, sakit banget tapi lebih sakit lagi saat tau aku kehilangan anak kita dan aku akan susah punya anak lagi".


Abiyan menggeleng kecil" sudah aku bilang berapa kali, kalau Allah akan Memberikan keajaiban, Zea? ".


" Maaf".


...****************...


Siapa ya kira-kira yang di tolong Abiyan???

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya 😊😊😊😊😊Like sebanyak-banyaknya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2