
"Ning Zea dan Gus Abiyan sama-sama beruntung kok".
" Amin.. yaudah Zainab ada yg ingin bicarakan lagi? ".
" Engga kok, Ning itu aja cukup ".
" Kalau gitu Zea pamit ya, Abiyan udah menunggu".
Melihat Zea bangkit Zainab pun ikut bangkit "Ning, biar Zainab ya ke kamar? sekalian Zainab yg gendong Gus Arshaka".
" Engga usah.. repot-repot kamu,kamar lumayan jauh loh dari sini".
"Gapapa, Ning, biar Zainab antar ya kekamar Ning lelah maka izinkan Zainab menggendong Gus Arshaka".
Zea mengangguk dan tersenyum menyerah kan Shaka ke Zainab untuk digendong.
keduanya pun segera menuju kamar. Dalam hati Zea berdoa agar Abiyan tak marah padanya, karena lebih 15 menit ia tak kunjung menyusul ke kamar, pasti Abiyan sudah menunggu nya.
" Zainab keinget waktu pertama masuk pesantren ini, pas kelas Tsanawiyah disitu Gus Abiyan ngajar Zainab terpesona banget, eh langsung mundur pas tau kalus Gus Abiyan anak pemilik pesantren ".curhat Zainab.
" Oh.. iya? kenapa gitu? ".
" Karena seorang Gus akan berujung dengan perut, benar aja kan sekarang Gus Abiyan mendapatkan istri secantik Ning Zea karena dijodohkan ".
Zea tertawa merasa lucu membayangkan Zainab berusia 13th yg menyukai pria berusia 24th.
"Sudah sampai".ucap Zea ketika keduanya didepan pintu kamar.
" Ning buka dulu aja pintunya gapapa kok, Zainab gendong dulu Gus Arshaka ".
Zea mengangguk ia mengetuk pintu 3 kali namun tak ada saut tan ia mencoba membuka perlahan.
" Asalamualaikum, Abiyan maaf aku baru nyusul kam--
__ADS_1
astaghfirullah astaghfirullah.. ".
Zainab ikut menoleh melihat kedalam kamar Abiyan keduanya terbelalak melihat apa yg ada dihadapan nya.
Zea mengeratkan genggaman nya didada nya yg sesak terasa tertusuk jarum kedua matanya memanas, kepala teras pening, ia sangat tak menyangka dengan apa yg dilihat nya.
" Abiyan.. ".ucap Zea dengan suara tercekat.
Didepannya tepatnya diatas ranjang Abiyan sedang berbaring dengan hanya memakai celana panjang dan bertelanjang dada, kancing celananya pun mulai terbuka, sedang diatas nya terdapat perempuan yg pakaian nya pun sangat kacau, tentu Zea sangat mengenal perempuan itu.
"Astaghfirullah, Ustadz Shafira".lirih Zainab tak kalah terkejutnya.
"Zea.. ".lirih Abiyan dengan menatap sayup kehadiran Zea.
Abiyan mendorong tubuh Shafira dengan sisa tenaga nya, Zea sudah menangis tanpa sadari mengapa Abiyan tega melakukan ini?
" Zea ".abiyan hendak berjalan menuju Zea dengan tertatih tatih tetapi Zea mundur menjauh. zea lebih dulu berjalan cepat.
"Zea.. tunggu".teriak Abiyan.
Shafira merapihkan pakaian nya ia segera menyusul Abiyan yg tengah berlari dengan susah payah mengejar Zea.
" Ning, mau kemana?. tanya Zainab.namun Zea masih mencoba menghubungi taksi untuk mengantarkannya pulang kerumah Ahmad dan Maya.
"Taksi, tolong jemput di pesantren Darussalam, saya butuh sekarang juga".ucap Zea menelfon taksi online langganan pesantren.
" Zea.. ".
Zea menepis tangan Abiyan yg meraih nya Abiyan menatap dengan tatapan tajam walaupun air matanya terus menetes.
"Aku jijik sama kamu, Abiyan! kamu menjijikkan!! ".
" Zea itu ga seperti yg kamu pikir dan kamu lihat".
__ADS_1
Zea menggeleng melirik tubuh Abiyan yg bertelanjang dada lalu dibelakangnya terdapat Shafira yg tak jauh dari jarak Abiyan berdiri.
"Aku hanya minta kamu menunggu sebentar, lantas kenapa kamu justru memuaskan hasrat kamu sama perempuan lain? ".
" Demi Allah, Abiyan, aku jijik sekali lihat kamu yg bermesraan sama perempuan itu. Kalian berdua sama-sama ga punya moral!! ".
"Zea aku mohon dengerin penjelasan aku dulu".
" Engga.. itu semua cukup apa yg aku lihat jauh lebih nyata dari pada perkataan mu. Aku liat itu semua dengan mata kepala ku sendiri Abiyan! Bahkan saat ini kamu ga menggunakan pakaian ".
" Zea--".
Plak
Zea menampar keras pipi Abiyan "rasanya ga sebanding sama yg aku rasakan saat ini sakit, Abiyan!! jangan sekalipun kamu berani menemui aku dan Caka".
Setelah berucap Zea berjalan cepat menuju gerbang Pesantren, taksi yg ia pesan sudah datang menunggu,.
" Zea jangan pergi! ".pekik Abiyan.
Abiyan terus mengejar kala akan mencegah Zea , Abiyan terjatuh di Koridor sedangkan Zea pun sudah pergi. Begitupun dengan para santri-santri yg sudah melihat dan menyimak apa yg terjadi. mereka terkejut kalau Zaid dan Sarah datang.
" Abiyan.. kenapa bisa kamu disini? ".
Zainab menoleh kearah suara zaidi dan Sarah, Bang aji pun juga ada disebelah mereka.
" Dimana Zea? ".tanya Zaid.
" Mohon maaf Pak kyai, Ning Zea dan Gus Arsha pergi".ucap Zainab.
...----------------...
Konflik mulai author kasih ya.. biar tambah tegar menghadapi bahtera rumah tangga Abiyan dan Zea🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1