Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Cicak


__ADS_3

Mereka melanjutkan makan malam nya di sebuah restro terbuka yg penuh lampu-lampu kecil dan suara alunan lagu khas kroncong menambah suasana keromantisan pasangan muda-mudi yg sedang berbulan madu.


"Aby".


" Iya".


"Kamu bisa main biola kan? ".


" Sedikit".


"Boleh lah, sedikit main nin buat aku".


Abiyan bangkit menghampiri mas yg membawa biola dan membisikan agar dipinjamkan biolanya untuk dimainkan Abiyan, setelah diperbolehkan Abiyan pun mengambil dan memainkan nya sebelum ia memetik biola Abiyan berucap.


" Ini aku persembahan kan untuk istri ku tersayang".


Membuat Zea terpesona akan senyuman Abiyan


" OH... AZAM ABIYAN MALIK , ILOVE YOU".teriak Zea.


....


.


.


Pagi-pagi sekali Zea harus mandi untuk melaksanakan solat subuh karena waktu subuh disini lebih cepat ketimbang di jakarta. Jika disini sudah pukul 4 maka jakarta baru saja pukul 3.


Zea keluar kamar mandi dengan tubuh menggigil kedinginan karena air pagi hari ternyata sangat lah dingin.


Dalam hati Zea mengerutuki dirinya sendiri mengapa tak mandi tadi malam sama seperti Abiyan.


Melihat Zea kedinginan Abiyan mematikan AC dan menggantikan menyalakan pemanas ruangan.


Keduanya melaksanakan shalat subuh berjamaah setelahnya selesai Abiyan tak langsung bangkit seperti biasa ia masih berzikir hingga matahari terbit. sedangkan Zea yg sudah mulau merasa hangat karena memakai mukena alhasil ia mengantuk kembali mendekati Abiyan langsung duduk dipangkuan Abiyan. ia menyanggah tubuh Zea dengan tangan nya .Abiyan tak masalah, Zea pun meringkuk dipangkuan Abiyan.


"Kenapa kita ga dari dulu aja begini, By. Aku pake segala menentang, tau nikmat begini mah ga akan nolak".


Abiyan tersenyum kecil, mengusap pipi Zea yg terasa dingin" gapapa sebagai pengalaman yg tak terlupakan untuk kita, yg penting sekarang sudah bisa merasakan nikmat nya menikah ".


" By".


"Hmm".


" Aku sayang kamu"..


.

__ADS_1


.


Sudah lima hari Zea dan Abiyan berlibur di Bali, akhirnya hari ini keduanya kembali ke Jakarta. karena besok Zea sudah kembali masuk kuliah sedangkan Abiyan masih mempunyai 1 minggu libur.


"Kamu kesepian ga, di rumah seminggu jarang bareng aku".


Abiyan menggeleng membuat Zea mengernyit" kok jujur banget? Boong sedikit gitu bilang, iya kesepian".


"Iya kesepian".ralat Abiyan.


Zea memutar kedua bola matanya " huh, udah ga baper, males! ".


" Apa itu mata diputer gitu, ga boleh".larang Abiyan.


"Kenapa? ".


"Ga sopan, mau dihukum? ".


"Kalo hukuman nya nikmat mau".ucap Zea mengedipkan matanya.


Abiyan menyentil kening Zea " kamu ini emang bener-bener nakal ya".


"Nakal sama suami ini gapapa kan dapat pahala".


Taksi yg ia tumpangi sudah memasuki halaman rumahnya kini mereka turun Abiyan segera membayar taksi sedang Zea sibuk membawa paperbag besar berisi oleh-oleh yg sempat ia beli.


" By, aku ga mandi ya aku capek banget".keluh nya.


"Baik, Pak dokter Abiyan ".seraya mengalungkan tangannya dileher Abiyan.


" Gih mandi duluan".


"Ga mau bareng".


" Zea... ".


Zea cengengesan tertawa mencubit gemas hidung Abiyan lalu melangkah ke kamar mandi.


..


.


Hari ini Zea berangkat masuk kuliah pukul delapan pagi hingga pukul lima sore ia belum juga pulang. Zea sudah mengabari Abiyan jika dirinya pulang telat dikarenakan praktikum, Abiyan memaklumi abiyan pun juga mengatakan jika beberapa mahasiswa nya juga ada dirumahnya sedang melakukan bimbingan tambahan.


"Zea.. lo baik-baik aja? '. tanya Cika.


" Hmm".

__ADS_1


"Tapi muka lo pucet banget Zea, udah makan? ".


Zea menggeleng " lo harus makan lo pinter bukan berati lo ga mikirin kesehatan lo".


"Lo kenapa sih, Cik? kayak lo tau gue lebih jadi ga usah ikut campur".


" Karena gue peduli sama lo".


Pukul tujuh malam Zea baru pulang Tanpa melepaskan jas putih nya Zea langsung pulang saat sampai dirumah Zea melihat 3 sepeda motor terparkir dihalaman rumah nya pasti milik mahasiswa Abiyan.


"Asalamualaikum".


Mereka semua menoleh, Abiyan terkejut melihat Zea yg sudah pulang tanpa memberitahunya.


" Walaikumsalam ".


" Zea kenapa ga bilang kalo udah pulang? biar ku jemput".


"Gapapa aku ga mau ganggu kamu yg lagi Bimbingan".


Abiyan beranjak menghampiri Zea " pulang naik apa? ".


" Naik Taksi, By, aku ke kamar dulu ya".


Abiyan mengangguk sedangkan Zea beralih menatap lima mahasiswa Abiyan yg sedari tadi menyimak. Zea memberikan senyum tipis pada mereka sebelum berlalu menuju kamar.


Abiyan kembali melanjutkan bimbingan nya lagi.


Dikamar Zea membersihkan diri dan berganti pakaian menggunakan kaos polos dan celana pendek nya.


"Abyy".teriak Zea hingga terdengar sampai ke ruang tamu segera Abiyan menghampiri Zea ke kamar.


" Ada pa? ".


" Aby... itu".ucap Zea langsung bergelendotan ditubuh Abiyan.


"Itu apa? ".


" Cicak By, ada cicak jatuh! ihhh!! ".


" Astaghfirullah, cuma cicak takut? ".


" Kok cuma? tadi cicak nya jatuh di kaki ku geli, By ".zea bergidik geli.


"Udah turun dulu biar aku bunuh cicaknya".


" Kok bunuh kasihan cicaknya ".

__ADS_1


" Nanti aku jelasin turun dulu kamu".


Perlahan Zea turun dari tubuh Abiyan membiarkan Abiyan membunuh cicak.


__ADS_2