Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Anak kecil


__ADS_3

Setelah Abiyan membunuh cicak ia menjelaskan tentang dalil yg mengatakan cicak hewan yg boleh dibunuh karena cicak merupakan hewan pembawa sial dan setelah panjang lebar memberi penjelasan Abiyan kembali menuju ruang tamu melanjutkan bimbingan nya .


Zea merasa bosan dikamar seorang diri akhirnya ia ingin membawa laptopnya untuk ke ruang tamu sebelum turun Zea mengganti pakainya menggunakan rok dan Cardigan dan khimar nya.


"By aku disini ya, bosen dikamar sendiri".


Abiyan mengangguk membuat Zea tersenyum senang, ia duduk di kursi sebelah mereka meletakkan laptopnya dia atas meja.


" Kalian lanjutkan aja saya ga akan ganggu ".


Kini mereka sama-sama sibuk Zea yg kini tengah mengerjakan tugas sesekali melirik Abiyan yg tengah memberi bimbingan pada mahasiswa nya. pandangan Zea teralih ketika melihat mahasiswi yg sedari tadi terus memperhatikan wajah Abiyan dan tangan mahasiswi itu sedang memegang ponsel diarak pada Abiyan. Zea berusaha melihat dengan jelas apa yg sedang dilakukan oleh mahasiswa perempuan itu.


Tiba-tiba Zea emosi ketika melihat layar ponsel perempuan itu membuka aplikasi kamera dan mengarah ke Abiyan alhasil zea pun segera menutup laptop nya beranjak menghampiri sang pemilik ponsel membuat mereka terkejut zea yg sudah berdecak pinggang dihadapan nya.


"Zea"?.


Zea merebut ponsel nya membuka galeri di ponsel itu sudah banyak foto Abiyan yg diambil. Zea langsung memperlihatkan layar ponsel itu pada pemilik nya.


" Maksud, lo apa? "


"lo apa-apa foto fotoin suami gue? jawab! ".


" Zea jangan seperti itu".ucap Abiyan bangkit mendekati Zea.


"Jangan seperti itu bagaimana? jelas-jelas dia foto fotoin kamu!! ".


" Hey.. lo gue udah mengizinkan lo dan yg lainnya untuk bimbingan sama Abiyan disini, gue udah berusaha Rama sama lo dan semuanya, tapi kenapa lo malah ngelunjak? Lo suka Abiyan? Bisa ga jadi cewek ga usah kecentilan? ".


" Zea jaga bicara kamu yg sopan".


"Aku kurang sopan apalagi? By masih untung aku cuma rebut ponselnya dan hapus foto kamu bukan nampar langsung ke muka dia".


Zea menatap tajam perempuan yg sejak tadi menunduk " gue minta lo keluar dan jangan pernah nginjek kaki kesini lagi! Gue ga mengizinkan lo bimbingan sama Abiyan ".


Zea meletakkan ponsel yg sudah tidak ada foto Abiyan, setelah itu beranjak kekamar.


Abiyan menghela napas, menatap satu-persatu mahasiswanya" saya rasa pertemuan kali ini cukup sampai disini, maafkan perkataan istri saya".


Empat mahasiswa itupun mengangguk paham dan berpamitan ke Abiyan


"Terimakasih banyak, Pak. kita semua permisi. assalamualaikum".


" Walaikumsalam ".


Abiyan segera menyusul Zea ke kamar.

__ADS_1


" Zea".


Zea yg masih berdiri di balkon tak membalikkan badan nya dari atas Zea melihat lima mahasiswa Abiyan yg sudah pergi pulang.


"Seharusnya kamu ga bilang seperti itu".


" Terus aku harus apa? ".Zea membalikkan badannya.


" Mereka mahasiswa ku Zea".


"Aku istri kamu".


."Tapi sikap kamu tadi ga seharusnya kamu lakukan. Kamu udah janji ga akan ganggu aku yg sedang bimbingan, kan? ".


" Aku ganggu kamu? iya? ".


"Zea bukan gitu maksud aku".Abiyan ingin menghapus air mata Zea namun tangannya ditepis Zea.


" Aku cuma ga mau suamiku disukai perempuan lain, apa salah aku? ".


"Itupun baru satu dari semua mahasiswa mu dikelas? Ada berapa banyak, By? ".


"Aku ga suka sama mereka semua".


" Sama aja mereka suka sama kamu! ".


" Oh.. anak kecil? Anak kecil gimana? Aku cemburu suamiku diidolakan perempuan lain, salah?.


"Perempuan bisa menyembunyikan rasa cintanya bertahun-tahun tapi perempuan ga bisa nahan rasa cemburu nya walaupun hanya satu detik! ".


Zea menarik napa panjang" seharusnya kamu tu seneng aku cemburu, artinya aku cinta sama kamu".


"Sedangkan kamu ga pernah cemburu sama aku, Aku baru sadar kamu ga pernah cemburu dan seharusnya aku juga sadar kalau kamu ga cinta sama aku".


" Aku cinta sama kamu, Zea".


"Cinta? kapan? kapan kamu omong cinta Zea aku mencintaimu. kapan? Abiyan? Ga pernah! selalu aku yg bilang cinta sama kamu, sayang sama kamu, jangan tinggalin aku. Kamu ga pernah omong kayak gitu!! ".


Zea sudah terisak dadanya terasa sesak sakit. Semua unek-unek yg terpendam ia lontarkan semua dihadapan Abiyan.


" Aku kurang apa? cantik? aku yakin diri aku udah cantik. Oh iya aku yakin aku kurang solehah ya? ".kekeh Zea sumbang suara tercekat


"Cantik ga cukup kan? iya, aku kurang solehah".


" Oke, aku akan berusaha menjadi wanita solehah seperti yg kamu mau, supaya kamu bisa jauh menghargai perasaan aku".

__ADS_1


"Aku tanya kenapa kamu bisa suka sama Anisa tanpa diminta Nisa? sedangkan kamu sulit untuk membuka hati kamu untuk aku? Apa karena aku cuma anak kecil yg ga mengerti agama? Bukan mahasiswa lulusan Mesir Kairo seperti dia? ".


" Aku selama ini berusaha mencairkan kamu. Aku bersikap manja supaya apa? supaya merasakan kasih sayang kamu. Tapi seperti nya kamu ga tulus kamu cuma kasihan dan iba sama aku, kan".


Zea menunduk"sakit..Abiyan".


Abiyan memeluk Zea ia tak memberontak ia sangat lemah hatinya pun hancur.


"Aku cemburu karena aku cinta sama suami ku, tapi suamiku justru bilang kalo aku seperti anak kecil".


"Aku memang anak kecil umurku baru 19 th kalo kamu ga suka sama anak kecil kenapa kamu nikahi anak kecil ini? Kenapa kamu ga milih perempuan yg dewasa ,ga seperti anak kecil ini?". ucap Zea dengan suara tercekat.


" Dulu aku benci banget sama kamu tanpa sadari sikap dan perhatian kamu membuat aku luluh dan benci itu berubah jadi cinta .


Tapi mengapa saat aku mulai cinta banget sama kamu, kamu ga pernah memberikan cinta yg tulus".


"Aku malah seperti pengemis cinta! ".


" Maaf.. ".ucap Abiyan sekilas hanya kata itu yg ia tuturkan.


Zea tersenyum sinis merasakan sesuatu menetes dihidung nya tepat mengenai lengan Abiyan.


" Zea.. ".Abiyan menatap Zea terkejut, hidung Zea sudah banyak mengeluarkan darah Zea mimisan.


" Zea kamu mimisan? ".


"Gapapa cuma kecapean aja, suamiku sibuk bimbingan sama mahasiswa nya sampe lupa kalau istrinya anak kecil ini yg menjadi tanggungjawab nya terabaikan belum makan".


Abiyan merasakan sakit mendengar sindiran Zea yg dilontarkannya. tanpa kata Abiyan menuntun Zea ke ranjang mendudukkan nya dan membersihkan darah di hidung Zea lalu menyumpal lubang hidung Zea dengan tisu setelah itu keluar mengambil makanan dan minuman .


Zea terdiam saja sudah lelah matanya sayu menatap Abiyan yg khawatir.


"Khawatir banget sih kamu, Baru takut anak kecil ini kenapa-napa? ".sarkas nya.


" Diam Zea. ".


" Hmm.. ternyata masih suka ngatur! ".


" Sayang.. ".


" Maaf aku suapin kamu ya setelah itu istirahat ".ucap nya lembut dan mengecup kening Zea lamat-lamat.


.


.

__ADS_1


. $$$$__&&&&&


Maaf ya author kasih yg melow melow dulu ya kan abis bahagia sedikit kasih pedes gitu biar enak kalau makanan biar jangan manis terus 🤣🤣🤣🤣🤣🤣😄😄😄🤔 dukung terus biar up semangat💪💪💪.


__ADS_2