Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Junkfood


__ADS_3

Saat ini hati Zea benar tersentuh karena Abiyan menangis.


"Maaf".ucap Abiyan


" Tolong lepasin dulu".


"Ga mau aku ga akan lepasin kamu".Abiyan menggeleng.


" Abiyan lepas, atau aku tambah marah!! ".


Abiyan mengendurkan Peluk kan nya membuat zea bisa bernapas.


" Maafin aku sayang".


"Iya aku maafin".jawab nya


Zea menatap lekat wajahnya masih tersisa jejak air matanya diujung mata "gak boleh nangis, dasar cengeng".


Zea segera ke lemari mengambil baju nya.


" Zea kamu mau ngapain? Gak, kamu ga boleh tinggalin aku".ucap Abiyan seraya menahan tangan nya.


"Apa-apa siapa yg mau pergi?? aku mau mandi".


Abiyan mengangguk ia paham " aku ikut ya".


"Hah..? ".


" Aku ikut kamu mandi".


"Loh kamu kan udah mandi, itu rambut kamu masih basah".


" Aku mandi lagi".


Zea berdecak pinggang "Ga boleh".


" Zea aku mau ikut".


Zea pun segera mengambil pakaian ganti nya dan menuju kamar mandi Abiyan yg masih mengekori nya.


"Abiyan.. kalo kamu ikut maka beda cerita".pekik Zea segera menutup pintu kamar mandi.


" Brak" .


Selesai mandi dan sholat Zea menghampiri Abiyan yg berada disofa.


"Udah selesai sayang? ".


" Hmm...


"Aku laper, By".


" Mau makan apa? ".


"Mmm... kalo junkfood, boleh ga? ".tanya nya penuh hati-hati pasalnya Abiyan paling ga suka dan tidak diperbolehkan makan makanan siap saji.


" Oke boleh".


"Hore... dibolehin".zea tak menduga abiyan mengijinkan makan junkfood ia memesan lewat aplikasi mulai burger, chiken wing, kentang goreng, chiken nagget, pizza, minuman float es krim.


Abiyan terkekeh melihat tingkah Zea akhirnya Abiyan buka suara boleh kali ini tapi jangan lagi makan junkfood tidak baik untuk kesehatan.


Akhirnya pesanan datang Zea segera membuka pintu dan kurir pun mengantarkan pesanan. Zea pun beranjak ke dapur menyiapkan ke meja makan Abiyan pun segera menuju meja dan duduk.


" Makasih, By".


"Sama-sama sayang".


Zea memakannya Abiyan sengaja tidak makan dia tidak begitu suka.


.


.


Pagi hari Zea sudah siap berangkat kuliah diantar abiyan sesampainya di kampus.

__ADS_1


" Nanti aku jemput, ga ada penolakan ".


Zea mengangguk ia membuka pintu mobil Abiyan pun ikut keluar .


" Belajar yg fokus, Bu Dokter, jangan lupa makan, kambarin aku biar ku jemput ".seraya memeluk tubuh Zea sedikit mengoyak tubuhnya.


" By, lepas, Dilihat banyak orang".


Abiyan pun melepas pelukannya"Aku masih kangen".bisik Abiyan.


"Kangen-kangennya nanti aja disambung dirumah".


" Dah, asalamualaikum ".zea pamit mengecup punggung tangannya.


" Walaikumsalam ".ucap Biyan mengecup kening Zea lamat-lamat.


Zea tersenyum dan Abiyan membalas senyum.


Dari kejauhan Vano melihat Zea dan Abiyan bermesraan" Jadi dia pacarnya Zea yg dimaksud Zea kalau udah milik orang" . batin nya Vano menundukkan kepala ia sedih .


Cika yg sedari Zea datang.


"Woi.. ".


" Hmmm.. salam kel bikin kaget aja".


"Sory, Cika bawel".


" Gimana tuh parfume nya? ".


" Parfum? ".


" Hmmm, manjur kan? ".slidik Cika.


" Iya gue pesen lagib ada ga? ".


" Ada kebetulan aku nyetok ntr deh aku kerumah kamu".


"Oke".


"Iya-iya".


" Nar... Nara".panggil Cika dan Zea.


Nara menoleh kearah mereka"Ada apa? ".


" Sini lo keliatan lesu, pucat gitu? kenapa? ".


" Ga tau nih, badan aku lemes banget terus perut ku sakit banget dari tadi mual gitu? ".


Zea dan Cika saling melempar tatapan.


" Lo jangan jangan bunt...,? ".ucap Cika.


Zea segera membungkam mulut Cika " Apa-apa sih Zea! ".Cika menepis tangan Zea.


"Hei lo jangan kenceng kenceng omong nya Cika".bisik Zea.


" Nar... nanti kita pulang mampir ke Apotik dulu ya".ajak Zea di anggukkan Nara ,Cika


Pukul 4 Abiyan sudah menunggu menjemput Zea.


Zea, Nara dan Cika keluar bersamaan. dilihat mobil Abiyan menunggui nya Zea pun meminta ijin Abiyan membolehkan Cika dan Nara ikut bersama nya Abiyan mengiyakan mereka semua masuk ke mobil Abiyan.


"By, nanti berhenti diapotik ya".


" Untuk? ".


" Ada yg pengen kita beli".jawab Zea.


"Ya".Abiyan memutar setir berbelok ke apotik.


Zea dan Cika Nara pun keluar menuju Apotik Zea bergegas memesan testpack dan mereka susah mendapatkan nya.


" Nar... ntar lo mampir dulu kerumah gue lo pastiin itu".ucap Zea mengangguk menurut.

__ADS_1


"Iya Nar... gue sebagai sahabat peduli".saut Cika.


Kembali ke mobil Abiyan dan menuju rumah nya Abiyan tak menjadikan masalah jika teman-teman Zea main kerumah Abiyan pun meminta ijin ke ruang kerja dianggukan Zea.


Kini tinggal mereka bertiga.


" Ayo Nar.. lo ke kamar mandi pake tu".cerocos Cika.


Nara masuk ke kamar mandi ia segera menadah kan urien nya kewadah kecil dan menenggelamkan setengah benda pipih strip menunggu benda itu bergambar garis Nara yg gugup menunggu hasil nya selang 10 detik benda strip itu menampakkan garis 2 merah Nara pun sontak terkejut dan mulai meneteskan airmata nya. Nara pun menahan isak tangis nya membuka pintu kamar mandi.


"Gimana Nara? ".tanya Cika penasaran.


Nara menyodorkan benda itu ke Zea dan Cika.


" Positif ".ucap mereka berdua pun saling melempar tatapan.


Cika menggeleng" kamu hamil, Nar! kamu hamil sama siapa? ".pekik Cika.


" Jawab, Nar? ".lanjut Zea. Nara pun sudah menanak sungai airmatanya.


" Nar... ada kita! lo cerita apa yg terjadi? ".


Nara menggeleng " Tidak... tidak".ia merosot duduk menekuk lutut nya. Zea dan Cika ikut duduk bersimpuh mensejajarkan tubuh Nara.


Zea menarik tubuh Nara memeluk nya "lo ga usah takut, Nar! ".ucap Zea memeluk mengusap Nara Cika pun ikut merangkul nya. Nara masih terisak menangis.


Setelah tenang Nara pun menceritakan semua apa yg terjadi.


" Gue diperkosa Abang tiri gua Zea, Cika".terang nya.


"Abang tiri lo? siapa? ".


" Bang Riki".


"Apa Riki? ".


" Iya, semenjak bokap gue nikah lagi gue ikut bokap ke rumah istri baru nya dan dia punya dua anak satu laki-laki dan satu perempuan ".


" Gue saat itu ditinggal dirumah sendiri saat bersaman Bang Riki pulang mabok dan dia memaksa gue melayani nya, gue diperkosa ".ucap Nara dengan suara tercekat.


" Bukan sekali itu aja tapi berulang-ulang ia memperkosa gue dia ngancem kalo gue ngadu ke bokap .dia ngancem bakal bunuh gue, alhasil gue takut dia kan ketua gengster gitu".


"Astofirullohalajim".ucap Zea.


" Terus Kak illyas tau? ".tanya Zea.


Nara menggeleng" ga Zea, dia ga boleh tau".


"Tapi Nar, lo harus ceritain ini semua ke Kak illyas dia kekasih lo".saut Cika.


" Gue ga berani ceritain ini dia bakal marah dan kecewa sama gue" . ucap Nara.


"Tapi lo ga boleh menyerah Nar, kita bakal bantu lo ".ucap Zea.


" Lo nanti malam nginep sini aja".ajak Zea.


"Ga Zea makasih gue ngerepotin lo".sarkas Nara.


" Ga Nar, Abiyan pasti ngijinin kok".


"Makasih Zea".


Zea dan Cika mengajak cika ke kamar tamu ia meminta Nara beristirahat, Cika pun pamit pulang karena sudah larut malam.


Zea menuju kamar dilihat Abiyan sedang membaca kitab " By".


"Hmm ada apa? ".


" Biar Nara malam ini nginep di rumah kita boleh? ".


" Kenapa kok nginep? ".


" Mmmm.. jadi cerita nya Nara hamil".


Zea menuturkan dan menjelaskan panjang lebar ke Abiyan dan meras kasihan Abiyan memperbolehkan Nara menginap semalam.

__ADS_1


__ADS_2