Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Umma


__ADS_3

Pukul 7 malam Zea dan Abiyan sampai di rumah nya sesampainya Arsha yg bertelanjang dada berlari menghampiri kedua yg Arsha rindu kan.


"Umma!! ".


" Abang Caka".


"Afwan, Ummat".


Arsha berlari kearah Zea membuat Zea segera mensejajarkan dirinya dengan ArShandis dan memeluk tubuh mungil anak nya.


" Umma gapapa? ".


" Gapapa sayang, Ummat udah sembuh, Abang kenapa ga pakai baju? ".


" Cakap abic PUP Umma, Jadi bacah cemua".


Ucap Shaka yg masih cadel membuat Zea gemas.


"Ayo Umma Pakaikan baju".Zea ingin menggendong Caka namun ditahan Abiyan.


" Shaka di gendong Abba aja ya, Sayang ".


Shaka mengangguk dan dibawa nya ke kamar nya setelah menaruh saka di tempat tidur nya Abiyan keluar sedangkan Zea membantu Caka memakaikan baju nya



Siapa yg gak gemes liat tingkah polah Arsha yg mirip dengan nya, Zea begitu gemas melihat Caka yg tiba-tiba menggodanya.


" Umma.. Uma liat dech Caka, anteng ga? ".


" Uhh.. ganteng banget anak Umma ini".Zea gemes mencubit hidung mungil nya.


Abiyan menenemui Zidan Dan Shayda yg tengah menidurkan kedua anak kembar Abiyan. "Terimakasih kasih sebelum nya zidan dan syahda, sudah mau merawat anak saya".ucap Abiyan tulus.


" Gapapa, Mas !Zidan dan Shayda seneng kok, maaf kami tidak menjenguk Mba Zea dirumah sakit".

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kalian sudah menemani ke3 anak kami pun sudah sangat membantu saya dan Zea".


Zudan dan Syahda mengangguk sebagai jawabannya.


" Kalau begitu kami pamit pulang, Mas ".


" Asalamualaikum ".


" Walaikumsalam ".saut Abiyan.


...****************...


" Udah tidur? Cepat banget? "tanya Abiyan.


Zea mengangguk " udah ngantuk dari tadi ".balas Zea.


Ponsel Abiyan berdering segera merogoh nya dilihat panggil dari rumah sakit.


" Siapa, by? ".


" Mungkin kamu lupa ada yg belum dibayar? ".


" Udah kom semuanya udah dibayar, tagihan Ustazah Shafira juga lunas ".


" Yaudah angakat dulu".


Abiyan mengangguk ia menangkat panggilan tersebut.


"Selamat malam Pak Abiyan, Dengan Rumah Sakit Sejahtera center, kami ingin mengabari terkait pasien bernama Shafira Adiaya".


" Malam silakan ".


" Pasien bernama Shafira baru saja selesai melakukan operasi, Tetapi mohon maaf sekali, Pak. pendarahan pada saat operasi tidak bisa dihentikan, sehingga pasien bernama Shafira tidak bisa diselamatkan. Kami pihak rumah sakit menelpon Pak Abiyan karena Pak Abiyan selalu yg bertanggungjawab atas biaya administrasi pasien Shafira, keluarga jenazah mengatakan mereka tidak memiliki kerabat dijakarta, Apakah jenazah Shafira di mandikan dan diurus dari pihak rumah sakit saja, Pak? ".


" Inalillahi wainnailaihi raji'un, Silakan urus semuanya dari rumah sakit, untuk biayanya nanti saya tranfer".

__ADS_1


"Baik, Pak kalau begitu terimakasih selamat malam".


Sambungan telepon terputus tangan Abiyan bergetar membuat Zea mengernyit bingung.


"By, kamu kenapa? ".


Abiyan tak menyaut ia masih terkejut tak menyangka padahal baru sore tadi ia dan Zea menemuinya.


" Abiyan kami kenapa? ".ulang Zea.


" Zea.. Ustazah Shafira meninggal ".


" Inalillahi waini rajiun. Kok bisa, By? ".


" Saat operasi pengangkatan rahim terjadi pendarahan, gak bisa di selamatkan ".


Zea tak kalah terkejut juga baru 3 jam yg lalu dirinya dan Abiyan bertemu Shafira. Masih bisa berbicara panjang dengan Shafira, tetapi sekarang dia sudah tidak ada.


" Zea aku tau Ustazah Shafira orang baik, aku kenal dia sudah 8 tahun".


Zea mengerti ia menarik Abiyan ke pelukkan nya mengusap lembut punggung Abiyan.


"Kamu mau kerumah sakit? Gapapa kalau kamu ingin ke sana? aku di rumah jaga anak anak".


" Tap--? ".


" Gapapa sayang ".


Abiyan menggeleng, ya memejamkan matanya di dalam peluk kan Zea.


" Aku ga kemana-mana, aku tetap disini sama kamu dan anak-anak ".


...****************...


Shafira hanya kembali untuk pergi untuk selamanya dan kembali disisiNya.

__ADS_1


Nah bingung ya Zidan dan Shayda dijodohkan? setelah cerita ini tamat akan cerita Cika dan Fahri berlanjut dan akan ada cerita Fahri dan Cika.


__ADS_2