
"Abiyan mana? ".
" Ada didepan kamu".
"Bener? ".
" Iya sayang ".
Zea merekah kan senyumnya, ia tak sabar untuk melihat Abiyan.
" Aby, kamu ada didepan aku? Aku udah sembuh, aku udah bisa melihat lagi, bener kata kamu kalau rencana Allah sangat baik, aku bisa melihat lagi, By. Aku kangen banget sama kamu".
Tangan Zea terulur kedepan, berharap Abiyan menggenggam tangannya tetapi Zea mengernyit bingung saat itu tak merasakan genggaman Abiyan.
"Kamu kenapa ga mau genggam tangan aku? kamu gugup ya? Gak usah gugup, Aby".
" Zea".panggil maya.
"Iya? ".
" Mau buka sekarang perban nya? ".
Zea mengangguk penuh semangat senyum nya ia terbit kan dari sudut bibirnya.
" Aby, setelah ini aku mau peluk kamu, ya. jangan gugup! ".ucap Zea dengan kekehnya. Maya membantu melepaskan perban Zea, tetapi Zea masih memejamkan matanya. ia tampil ingin membuka matanya lebih dulu.
" By, aku kangen banget sama kamu".
"Buka mata kamu sayang".bisik maya.
__ADS_1
Zea mengerjapkan matanya, ia menatap sekelilingnya dan seketika senyum manisnya menghilang bagai ditelan bumi. Zea melihat adanya kedua orang tuanya, mertuanya, sahabatnya, dan sahabat Abiyan.
"Dimana Abiyan, Ma? ".
" Abiyan ada didepan kamu".
Kepala Zea kembali menoleh ke depan seketika mematung melihat apa yg ada dihadapannya. Jantungnya terasa terhenti telapak tangannya terasa dingin.
عزام أبيان مالك
ابن
زيد الملك
مات: ٢٦ نوفمبر ٢٠٢٢
"Abiyan ada didepan kamu".
" Engga, ini pasti bohong, Abiyan dimana, Mah? ABIYAN KELUAR KAMU, JANGAN BECANDA BERCANDA KAMU GA LUCU!! ABIYAN KELUAR!!. pekik Zea seraya mengedarkan pandangannya.
"Zea istighfar. Zea. Abiyan sudah tidak ada".
" Engga, Abiyan masih ada! suami Zea masih hidup, Mama, pasti ini cuma bohongan kan!! Dimana Abiyan, Ma?? Abiyan tolong muncul, bilang kalau ini cuma bercanda ".
" Abiyan ga mungkin meninggal!! Abiyan baik-baik aja. Abiyan masih bisa peluk Zea. Abiyan masih bisa cium Zea, Abiyan aku kangen!! ABIYAN KAMU MASIH HIDUP KAN? ABIYAN AKU MINTA KAMU MUNCUL!! ".
" Zea istighfar! kita sedang ada dimakam! ".
Zea menangis terisak, ia masih menggeleng tak percaya, dengan tubuh gemetar tangannya memberanikan untuk menyentuh papan nisan Abiyan menggenggam erat papan tersebut.
__ADS_1
" Abiyan kamu ga boleh pergi. Kamu udah janji selalu ada disisi aku. Kamu udah janji ga akan pergi tinggalin aku, kenapa kamu bohong?! ".
"Zea".Maya meraih tubuh Zea dan memeluknya dengan erat. Bahkan Zea tidak henti-hentinya masih erat memeluk makam Abiyan, seolah makam itu tubuh Abiyan.
" Zea kamu bisa melihat lagi karena Abiyan ".
Zea menghentikan isak tangisnya, ia terkejut dengan pernyataan Maya.
"Abiyan mendonorkan matanya untuk kamu. Mata yang sekarang kamu gunakan untuk melihat adalah mata Abiyan".
" Abiyan ".
" Iya, Zea. mata ini milik Abiyan, sayang".Maya menangkup wajah Zea dan menghapus air matanya.
"Kenapa, Mah? kenapa Abiyan melakukan ini? ".
" Abiyan meninggal karena gagal jantung, Zea. Kamu ingat kejadian beberapa tahun lalu saat kamu disekap lalu Abiyan bertarung dengan orang itu? Disitulah awal mulainya Abiyan mengalami kerusakan saraf simpatik dan parasimpatik nya. Saraf simpatik dan parasimpatik nya menjadi parah, tetapi saat kejadian obat bius masuk kedalam pembuluh darah Abiyan dengan dosis tinggi, kerusakan pada saraf Abiyan semakin parah. Selama ini Abiyan menutupi rasa sakit nya dari kamu. Abiyan ga ingin kamu sedih, Abiyan ingin terlihat baik-baik aja dihadapan kamu dan anak-anak kalian ".
"Tapi nyatanya Zea ga baik-baik aja, Ma!! kenapa mama dan papa sembunyikan ini dari Zea? Dulu kalian juga sembunyiin penyakit Lea, dan sekarang kalian juga sembunyiin penyakit Abiyan!! ".
" Abiyan berusaha untuk tetap kuat, tetap hidup bersama kamu. Tapi sebelum kamu operasi, kondisi Abiyan sudah sangat menurun, Abiyan dipaksa untuk operasi tapi Abiyan menolak, Abiyan memberikan wasiat pada kami untuk memberikan matanya untuk kamu".
"15 menit sebelum kamu operasi Abiyan pergi meninggalkan kita semua, sayang Abiyan gak bisa menahan rasa sakitnya lagi".
...****************...
Stop duluan ya!! Author makin nyesek ketik nya nggak sanggup dilanjutkan nanti aja ya
Ngetik sambil netes air mata author, gak sanggup liat Zea seperti ini😭😭😭😭😭😭😭netes eluh😭😭
__ADS_1