Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Sakit tak berdarah


__ADS_3

Pagi Zea sudah di boleh pulang kini Abiyan membawa Zea pulang, sesampainya di rumah Zea memperhatikan Abiyan merapikan ranjang, Zea duduk di pinggiran ranjang masih menatap Abiyan.


"By".


" Hmmm? ".


"Sebenarnya kamu udah cinta sama aku belum? Ngeliat sikap kamu membuat aku berharap lebih".


"Mungkin untuk saat ini belum, tapi saya juga sedang berusaha, Zea".


Zea mengangguk " berarti kamu belum cinta dong".


Abiyan sembari duduk di sebelah Zea"sabar, ya semua butuh proses"ucap Abitan mengusap-usap pucuk kepala Zea.


.


.


Di rumah sakit kini Nisa mulai sadar dan mengerjapkan mata ia melihat sekelilingnya namun saat akan menggerakkan tangannya ia melihat jika tangannya di ikat di sela samping ranjang nya kaki nya pun juga di ikat agar dia tidak melakukan hal yg tak di inginkan.Nisa pun langsung berteriak-teriak memanggil-manggil dokter atau suster nampak Bundanya yg datang.


"Nis... Nisa, Bunda mohon kamu tenang, Nak".


" Nisa kenapa di ikat Bun, Nisa ga mau".


"Lepas... lepasin Nisa".teriak nya.


" Ya Nis, kamu tenang dulu nanti Bunda lepasin".


"Bun, Nisa cuma pengen Azam kesini, Bun".rengekannya


" Ayahmu sudah menghubungi Azam namun dia tak menjawab telfon Ayahmu".

__ADS_1


"Temui dia, Bun Nisa mau Azam kesini".pintanya mulai menangis.


Bunda masih menatap putrinya yg begitu berambisi memiliki Abiyan" Ya Tuhan kenapa putriku menggila Abiyan ".batin Bunda.


" Iya, Sayang sekarang Bunda mohon tenang dulu, ya".tutur Bunda segera memeluk Nisa membenamkan kepala Nisa dan mengecup pucuk kepala nya"Nis, tenang ya, Bunda sayang Nisa".


Nisa yg masih sesegukan menangis kini Abiyan yg baru datang pun segera mendekati nya.


"Asalamualaikum".salam Abiyan yg kini di sebelah ranjang Nisa yg masih dipeluk Bunda nya.


" Walaikumsalam ".jawab keduanya menoleh Abiyan, senyum Nisa pun terbit ketika melihat sang pujaan hati nya datang.


" Azam".pekik Nisa lalu segera memeluk nya.


"Aku rindu kamu, Zam aku ga mau jauh dari kamu".ucap Nisa yg masih erat memeluk Abiyan.


Karena Zea tadi penasaran siapa yg menelfon Abiyan berulang-ulang ia segera membalas mengechat no yg memanggil Abiyan, karena saat ini Abiyan sedang membuatkan sarapan Zea jadi dirinya bisa mengecek ponsel Abiyan dan saat no yg Zea chat membalas ternyata berisi Abiyan agar segera ke rumah sakit karena Nisa memberontak ingin bertemu dengan nya, alhasil Zea pun langsung menghapus nya dan berencana akan membuntuti Abiyan, seperti dugaan Abiyan akan ke rumah sakit setelah menyiapkan sarapan dan membantunya di rumah selesai semuanya Abiyan langsung sakit, saat itu Zea yg masih penasaran membuntuti diam-diam Abiyan hingga sampai di rumah sakit Zea pun sontak kaget kala Abiyan berpelukan dengan Nisa, Hati siapa yg tak hancur melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain bagai di iris belati sakit namun tak berdarah,Mata Zea yg sudah menanak sungai Zea menggeleng melangkah mundur namun saat itu dibelakang nya terdapat wadah sampah tak sengaja Zea menabraknya semua menoleh ke arah Zea pun spontan berlari meninggal kan Abiyan yg masih terkejut jika Zea mengikutinya alhasil Abiyan ingin mengejar Zea namun Nisa masih menahan tangannya.


" Engga, saya ga akan lepasin kamu".saut nya.Abiyan tak mampu melepas pelukan Nisa, ia pasrah menatap kepergian Zea.


Zea pun menangis di sepanjang lorong rumah sakit kini hatinya hancur sakit tak terkira ingin sekali berteriak kencang lalu ia mencari taksi didepan sudah ada taksi segera masuk ke taksi.


"Jalan, Pak".pinta Zea yg masih sesegukan menangis di mobil segera sopir taksi pun melajukan mobilnya. sopir melihat dari kaca spion tengah dilihat penumpang nya sedang menangis sesenggukan.


" Mba kita mau kemana? ".


" Ga tau pak, saya belum bisa mikir puter2 aja dulu".jawab Zea yg benar masih bingung mau kemana.


"Iya mba, maaf kalo lancang mba lagi sedih kenapa? ".


" Saya sedih suami saya lagi berpelukan dengan perempuan lain".jawab Zea yg masih menangis.

__ADS_1


"Ohhh... sabar ya mba, mungkin suaminya lagi pengen yg lain".ledek nya.


" Pengen gimana apa kurangnya saya? ".


" Ya mba tanya suaminya mba".


Zea pun tak menjawab lagi lalu ia meminta diantarkan di rumah orang tuanya, sesampainya dirumah ortu Zea masuk Maya dan Ahmad masih duduk di ruang keluarga.


"Asalamualaikum".sapa Zea.


" Walaikumsalam, Zea kok kesini ga Omong-omong ".saut Maya yg mendekati Zea.


" Ayo duduk dulu".ajak Maya seraya mengiring Zea duduk di sofa sebelah Ahmad sang papa.


"Kamu sama siapa kesini? ".


" Sendiri, Pa, Ma".


Ahmad dan Maya saking melemparkan tatapan ia membaca raut wajah putrinya yg kini cemberut dan pucat pasi.


"Kamu ada apa? cerita sama Mama dan Papa".ujar Maya.


"Zea gapapa, Ma, Pa Zea lelah mau istirahat dulu, asalamualaikum".pamitnya.


" Walaikumsalam ".jawab keduanya


Keduanya orang tuanya masih menatap Zea mereka bingung apa yg terjadi.


" Pa, kok mama jadi kepo kenapa Zea kayak gitu".keluh Maya.


"Sudah, Ma kita biarkan Zea menenangkan diri dulu nanti kalo udah tenang kita coba tanya lagi".balas Ahmad, Maya menganggukkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2