Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
mengintimidasi


__ADS_3

Selesai mengerjakan soal Lea langsung pergi ke ruangan Zea dilihat Zea masih sibuk dgn soalnya Lea pun menunggui nya di depan gerbang.


"Lea".panggil Zea ketika melihat nya.


" Iya kak, ayo pulang".ajak nya.


"Hmmm, tadi gimana sulit gak? ".tanya Zee.


" Nggak kok, biasa aja".


"Yaudah kita pulang naik taksi aja biar cepet, aku capek banget".


" Ayo.


Sesampainya dirumahnya Zea dan Lea yg baru datang melihat mama nya tengah sibuk memilih kan baju pernikahan.


"Kalo Lea, yg ini lebih bagus gak Lea pasti terlihat cantik".ungkap mama Maya.


" Ini terlalu mewah, Ma".


"Engga kok, ini cocok sama kamu".tambah mama


"Kak Zea".bisik Lea.


Zea mendongak, "iya ada apa"?.


"Menurut kakak bagus yg ini atau yg ini? ".tanya Lea.


"I think this one simple but elegant".


Lea mengangguk setuju" bener sih, simple lebih baik".


Akhirnya Lea memilih gaun pilihan Zea.


Sarah menelfon Maya untuk besok memberi tahu Lea besok Abiyan akan menjemputnya ke toko perhiasan untuk memesan cincin pernikahan mereka dan Sarah berpesan dia tidak bisa mendampingi mereka lalu meminta tolong agar Zea ikut menemani mereka, Maya mengiyakan.


.


.


.


"Lea, pagi ini Abiyan dan kamu pesan cincin nya ya".Ujar mama ketika lea dan zea duduk di meja makan.


" Terus sama siapa ma? ".tanya Lea.


" Oh iya kebetulan mama nanti mau arisan gak bisa ikut, kamu sama Zea ya".ucap mama.


Zea yg sedang membaca koran menutup nya"Maaf, aku gak bisa temenin kamu, Lee".


"Yahh, kenapa gitu kak? ".

__ADS_1


" Udah ada janji belajar bareng temen".


"Tapi kak, aku mau nya kak Zea yg nemenin ".ulas Lea. Akhirnya Lea pun mengalah dan mengerti jika Zea tidak suka melihat wajah Abiyan membuat Zea emosi nya naik .


#Sekarang emosi, tapi nanti bucin nya gak ketolongan ,wakakaka#


.


.


.


Langit gelap dengan bintang dan bulan menghiasi, Zea baru saja pulang pukul 08.00malam , ia melepaskan helm nya dan memberikan pada Hans.


" Makasih ya, udah mau anter juga jemput aku pulang".Cuit Zea.


"Iya, semangat UN nya, semoga hasilnya maksimal dan masuk di Universitas favorit".ucap Hans.


" CUP"


Zea terkejut Hans mencium kening secara tiba-tiba dan begitu cepat melihat ekspresi Zea, Hans terkekeh pelan


"Mau lebih? ".


Zea menggeleng, ia menutup bibirnya dengan kedua tangan nya.


" Nggak, jangan macem-macem, Hans,! ".cerca Zea.


Setelah kepergian Hans, Zea masuk ke rumah dilihat mobil Abiyan berada dihalaman rumahnya.


"Ngapain itu om-om di rumah gue".batin nya.


segera Zea langsung masuk.


" Assalamualaikum ".ucap Zea.


Semua orang yg ada diruang tamu menoleh, Ada Ahmad, Maya, Zaid, dan Abiyan.


" Walaikumsalam ".jawab semua.


" Baru pulang, Zea? ".


Zea pun mengangguk ia menyalami kedua orang tua nya.


" Tadi nunggu, temen-temen yg lain dijemput dulu, pa, ma".ucapnya dgn jujur.


"Kamu pulang dianterin siapa? ".tanya Maya.


"Dianterin temen".jawab Zea.


" Teman? mencium kening? ".

__ADS_1


Zea membelalakkan mata nya. " eh, Pa, Zea gak tau kalo... kalo".


"Papa telfon juga gak diangkat".


"Maaf, HP Zea lowbet, maaf".. ".ucap nya kelihatan Zea ketakutan karena Papa mengintimidasi nya.


" Oh, iya lea mana? ".tanya nya.


" Sedang istirahat ".saut Mama


" Tadi adikmu pingsan ".ucap Papa.


" Pingsan? kok bisa, Pa, Ma? ".


" Kelelahan makanya kamu di telfon untuk diberikan kabar malah gak aktif ".tambah Maya.


"Maaf, Zea gak tau kalau lea pingsan, tapi dia baik-baik aja kan? ".


Diah harus istirahat total, kamu sebagai kakak nya seharusnya kamu jagain adikmu Lea selama ini sering pusing dan pingsan saat disekolah".timpal Papa nya..


"Suka pusing? Zea gak tau, Pa kan kelas Zea dan lea beda, Zea gak bisa pantau lea".


" Iya, tapi, ".


"Udah, Pa sudah jangan salah ini Zea".. lerai Maya.


Zea segera berlalu meninggalkan mereka dan pergi ke kamarnya. Abiyan merasa tidak enak hati dengan keberadaan dirinya di sini. Apalagi ia baru melihat perdebatan Ahmad dan Zea.


" Anak itu sudah salah pergaulan ".ujar Ahmad.


" Sabar, Pa. jangan emosi, Mama yakin kok Zea memang gak tau tentang Lea, dan sebenarnya Zea sangat peduli dengan Lea".ulas Mama.


"Papa, gak abis pikir Ma sama Zea, kenapa susah diatur? Dia berbeda dengan Lea".keluh Papanya.


" PaPa, Zea dan lea itu berbeda".


Ahmad menatap Abiyan yg menunduk canggung "sekarang aku tau kalo alasan mengapa Abiyan memilih Lea bukan Zea".batin Ahmad.


.


. .


.


Hari ini terakhir UN, hari yg sangat ditunggu oleh murid karena rasanya mereka sudah lelah menghadapi UN.


Tetapi berarti mereka sudah aman, karena mereka harus menggunakan 2 minggu pengumuman kelulusan, 3 hari setelahnya adalah acara Graduation.


Ketika yg lain sibuk dengan soal-soal nya mereka, berbeda dengan Lea yg sejak tadi sibuk membersihkan darah nya yg terus keluar dari hidung nya.


Kepalanya pusing, hidungnya tak henti-hentinya mengalir darah, ia sangat bingung haru bagaimana Tak mungkin ia membuat keributan ditengah-tengah Ujian.

__ADS_1


__ADS_2