Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Rujak


__ADS_3

Pagi hari pukul 7 pagi Abiyan sudah diperbolehkan Dokter pulang. Zea dan Abiyan segera pulang kerumahnya ,alhasil Zea pun harus meminta izin telat datang kuliah karena dia ingin mengantarkan Abiyan ke rumah sebelum dirinya berangkat kuliah.


"By.. aku berangkat dulu, ya".pamit Zea mengecup tangan Abiyan.


" Iya hati-hati ".


Zea mengangguk berlalu berangkat ke kampus.


Dikelas pun Zea tak bisa berkonsentrasi karena pikirannya ada di rumah, ia memikirkan Abiyan yg ditinggal di rumah sendiri, karena suaminya masih butuh dirinya untuk pemulihan.


Pukul 2 kelas Zea selesai ia segera beranjak pulang namun Cika menghadang.


" Eh... eh lo mau kemana? ".


" Pulang, Cik".


"Beneran lo diculik? ".


" Beneran lah, lo aja kudet ".


" Maaf gue ga tau! gue juga baru tau dari Kak fahri".


"Cie cie si pejuang cinta lagi PDKT ama jones".ledek Zea.


" Terus.. terus gimana? cerita donk gue penisirin?.


"Ah... ga bisa sekarang jelasinnya ".


" Ih... Zea lo nyebelin! ".


" Besok aja ya, pejuang cinta sono lo pepet deh Jones Fahri".


"Dah... Byee".ucap Zea meninggalkan Cika yg masih mematung menghentak hentak kan kakinya.

__ADS_1


Zea pun menaiki taksi online yg ia pesan selang 30 menit ia sampai di rumah Zea masuk didapati Abiyan yg duduk disofa tersenyum saat Zea datang" udah pulang? ".


" Udah, Sana mandi gih, bentar lagi mahasiswa ku dateng kesini ".


" Iya ,aku kemar dulu".sautnya


Zea bergegas membersihkan diri tak lama 15 menit Zea pun selesai. ternyata mahasiswa Abiyan sudah datang 5 menit yg lalau Zea kembali menghampiri Abiyan yg dudu di sofa berhadapan dengan mahasiswa nya Zea bergelendotan di lengan Abiyan.


"Hai..".sapa Zea pada mahasiswa.


Nyatanya Zea akan bersikap ramah jika mereka semua bersikap ramah dan tak mengusik.


" Kita lanjut ".ucap Abiyan


Selama Abiyan memberikan bimbingan Zea juga ikut mendengar kan kepalanya ia sandarkan di bahu Abiyan ia melirik Abiyan dan mahasiswa Abiyan bergantian.


Zea mengamati wajah Abiyan yg Tengah berbicara dengan serius Abiyan terlihat tampan suara tegas nya mampu membuat lawan bicara nya fokus menatapnya.


Baru saja Zea beranjak tetapi Abiyan sudah menahan nya"mau kemana? ".


" Mau beli rujak didepan ".


" Nanti aja, tunggu aku selesai ".


" Aku maunya sekarang, By. Gapapa aku ke depan sendiri ".


" Diluar panas, kita pesen online ya".


"Ga mau, enakan rujak didepan ".


" Yaudah tunggu aku selesai ".


" Ah.. keburu anakmu ngeces! ".

__ADS_1


Abiyan mengernyit" emangnya ngaruh? ".


Zea mengangguk kepala, membuat Abiyan menjadi bingung. salah satu mahasiswa Abiyan bersiada membelikan.


" Biar saya saja Pak yg belikan ".


" Eh.. jangan ga usah saya bisa kok beli sendiri ".elak Zea.


" Gapapa, Zea lagian diluar panas jadi lebih baik saya saja ".


Zea tersenyum senang mendengar nya" gemes banget sih".


"Hey, astaghfirullah".ucap Abiyan.


Zea menoleh menatap Abiyan mengadahkan tangannya" uang nya mana sayang? ".


Abiyan merogoh dompet nya mengeluarkan uang seratus ribu menyerah kan ke Zea.


Zea pun memberikan uang tersebut pada mahasiswa Abiyan " tolong ya rujaknya dua bungkus yg satu kasih es, kembaliannya buat beli jajanan untuk kalian semua ".


Segera mahasiswa pun kedepan membelikan rujak selang waktu 10 menit rujak nya datang mahasiswa memberikan ke Zea.


" Ini Zea rujaknya ".ujar Mahasiswa.


" Mana, makasih ya".balas Zea kemudian Zea beranjak ke dapur mengambil mangkuk dan sendok ia memakan rujaknya di meja makan sendiri sambil mengutak-utik ponselnya ternyata Cika mengchat nya.


"Zea lo dirumah kan? ".


" Iya kenapa? ".


" Gue boleh main kesitu ga? ".


" Boleh".

__ADS_1


__ADS_2