
Abiyan yg sudah sampai dirumah sakit setelah pulang menyiapkan pakaian Zea untuk besok dibawa ke Pesantren. Abiyan mengucap salam dan duduk di kursi sebelah Zea.
"Zea setelah 2 minggu dipesantren, 2 minggu di rumah Mama dan Papa ya, setelah itu kalian boleh pulang kerumah ".ucap Maya seraya bersanda gurau dengan Arshaka.begitu pun Zaid dan Maya yg masih ikut mengelus lembut pipi cucu kesayangan.
Zea tersenyum tanpa menjawab Maya.
" Zea, Mama gemes banget sama Arsha, Setelah ini kasih cucu lagi ya untuk Mama, kan, Arsha nanti buat Umi ".celoteh Maya.
"Nifas aja belum kelar, udah mikirin cetak cucu lagi, Ma".saut Zea.
" Iya, kan nanti nunggu Arsha 2tahun atau 3 tahun, Mau nya? ".
" InsyaAllah, Ma. Kalau Allah menitipkan amanah".ucap Abiyan.
Hati Zea menghangat mendengar ucapan Abiyan, ia mengusap pipi Abiyan dan mendekati Abiyan memeluk nya dari samping.
"By.. ".
" Iya? ".
Zea mendekatkan bibir nya ditelinga Abiyan" i love you, husband ".
...----------------...
Lantunan shalawat Badar terdengar saat Abiyan dan Zea memasuki area pesantren. Keduanya turun dari mobil begitu pun Ahmad dan Maya yg menggendong Arshaka.
" Ning Zea!! ".
Zea menoleh ketika mendengar pekikan tersebut, Ia melambaikan tangan pada Zainab santriwati yg melambaikan tangannya pada Zea.
"Marhaban anakku, menantu ku dan cucuku".
__ADS_1
Abiyan dan Zea menyalami kedua tangan orang tuanya mereka secara bergantian, Maya memberikan alih Arshaka untuk digendong Sarah membuat Sarah sangat senang.
" Masyallah , Arsha".
"Biyan, Arsha bener mirip kamu saat masih bayi".ucap Sarah mengecup pipi mungilnya.
" Yakan Caka anaknya Abiyan, Umi masa mirip tetangga ".gurau Zea yg mengundang tawa mereka semua.
" Terimakasih, Nak. Karena kamu sudah memberikan penerus untuk keluarga ini".ucap Zaid mengusap kepala Zea.
"Sama-sama Abah, Zea hanya melakukan apa yg seharusnya seorang istri lakikan,".
"Anak Papa udah dewasa, sekarang udah bijak".ucap Ahmad mengecup pucik kepala Zea.
...****************...
"Arshaka Atharrazka Malik bin Azam Abiyan Malik bin Zaid Almalik bin Abdulaziz Malik.
Penerus ketiga pesantren Darussalam setelah Zaid dan Anak saya Abiyan".
"Arshaka akan menjadi bagian besar pesantren Darussalam".
Setelah mengatakan itu, Abiyan membawa Arshaka mengelilingi dekan pesantren dan Santriwan untuk mencukur rambut Arsha , sedangkan Zea hanya menunggu giliran bersama Sarah dan Maya.
" Caka abis ini di botakin ya".gemes Zea ketika melihat rambut Arshaka yg tak karuan bentuknya.
"Iya abis ini dicukur abis".saut Abiyan.
Acara Aqiqah berjalan lancar tentu sesuatu yg membuat Zea bahagia dirinya dikelilingi orang-orang baik dan anaknya pun mendapatkan doa-doa dari orang shalihdan shalihah.
Zea memeluk pinggang Abiyan menaruh dagunya dibahu Abiyan, Menatap Arshaka yg tengah tertidur di gendongan Abiyan.
__ADS_1
" Aby, aku gemes banget sama Caka. Mau aku makan, udah kayak gelindingan Bakso ".gumam Zea.
" Ngawur".saut Abiyan.
"By, aku terharu banget liat Abah digendong Caka terus memperkenalkan Caka kesemua warga pesantren. Aku keingetan saat Nabi Muhammad masih bayi lalu kakeknya Abdul Muthalib gending Nabi Muhammad ke seluruh pembesar Quraisy".
Abiyan tersenyum kecil "InsyaAllah Shaka akan menjadi pemimpin yg baik, sesuai dengan namanya".
" Aminn ".
...****************...
Sudah hampir 2 minggu lamanya Abiyan dan Zea tinggal di pesantren setiap harinya Sarah selalu membantu nya, dalam merawat Arshaka karena Zea baru pertama kali untuk merawat seorang bayi.
"Shaka... shaka.. Anak Abba Umma Shaka.. Shaka yang selalu tertawa. Shaka anak Abba umma".lirik lagu Zea.
Abiyan tersenyum tertawa mendengar Zea menyanyikan lagu dengan lirik absurd untuk Arshaka.
"Shaka anak Abba Umma, linting daun suntik tangan hirup asal obat ditelan ingi terbang melihat awan".
Mata Abiyan membelalak terkejut, Ia cepat-cepat mendekati Zea dan Arshaka, dengan cepat menutupi kedua telinga Arshaka.
"Astaghfirullah Zea, kenapa kamu nyanyiin lagu seperti itu didepan Shaka? ".
" Ih.. aby kenapa? itu lagu viral ditoktok, bagus tau? ".
" Zea seorang anak itu harus didengarkan sesuatu yg baik sejak kecil. Kalau kamu mendengarkan sesuatu yg ga baik untu Arshaka, kelak Arshaka akan terbiasa mendengar hal yg ga baik".
Zea mengerucut bibinya"yaudah deh maaf, ganti aja lagunya ".
Baru saja Abiyan hendak membuka mulut tetapi ia katupkan kembali ketika mendengar nyanyian Zea
__ADS_1
" Anak-anak Nabi ada 7 orang, 3 laki-laki 4 perempuan. Pertama Qasim, Abdullah, Ibrahim, Zainab, Ruqyah, Ummu kaltsum, Fatimah. Ibunya bernama Siti Aminah, Ayah nya bernama Abdullah, kakeknya bernama Abdull Muththalib,Pamanya bernama Abu Thalib.
"Istri shalihah ku".ucap Abiyan mengecup kening Zea.