Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Do


__ADS_3

..."Huek!! "....


...Zea mengikuti Abiyan yg berlari menuju toilet ia memuntahkan semua makanan nya yang ia makan...


" By, kamu gapapa? ".tanya Zea seraya memijit-mijit tengkuk leher Abiyan.


Abiyan menggeleng ia membasuh mulutnya di wastafel setelah itu menghadap zsa menyenderkan kepala nya di bahu Zea.


" Maaf.. sayang. Makanannya aku muntah in".


"Ga Papa kita ke kamar aja yuk".Zea menggiring Abiyan yg terlihat pucat lemas menuju kamar.


Sesampainya di kamar Zea mendudukkan Abiyan di tepi ranjang, membuat pria itu segera memeluk pinggang Zea dengan kepala yg ia dongak kan sehingga bisa menatap wajah Zea.


"Kenapa sayang? ".tanya Zea.


" Jangan kemana-mana disini aja sama aku".


"Iya, By".


Abiyan mengulum senyum ia senang menatap perut Zea yg berada di hadapan nya memberikan kecupan kecupan kecil pada perut Zea yg datar.


"Jangan sakitin Umma ya, Nak gapapa biar Abba aja yg mual-mual seperti ini".


" Jangan dong.. nanti kalau Aby mual terus, ga bisa beraktivitas seperti biasa dong".saut Zea.


"Bisa sayang kuh".

__ADS_1


Abiyan menarik Zea agar duduk dipangkuan nya ia memeluk Zea erat menatap dalam mata Zea yg ditatap pun makin salah tingkah.


" Zea, aku cinta kamu karena Allah ".


.


.


Hari ini Zea kembali berangkat ke kampus walaupun harus dengan Abiyan yg merengek tak memperbolehkan Zea kuliah, Entahlah Abiyan menjadi sangat manja pada Zea.


Zea datang pagi-pagi sekali masih sepi ia segera menuju kelasnya namun saat ia baru duduk teman kelas nya pun datang dan mendekati Zea.


" Zea, lo beneran hamil? ".


"Kenapa? ".


" Ya engga lah! ".


" Oh, lo married by accident ya? ".


Zea mengernyit tak suka" Ga, nyet! Gue punya suami, udah nikah dari sebelum masuk kuliah ".


" Zea"..


Zea menoleh mendapati Dekan Fakultas yg berdiri di ambang pintu kelasnya "kamu disuruh menghadap ke Rektor setelah selesai kelas ini".


Semua mata menatap nya ia mengangguk " Baik Pak".

__ADS_1


Dekan fakultas nya pamit undur diri ke Profesor yg baru datang mengajar ke kelas Zea. ia menundukkan kepala merasa bersalah menutupi status nya, sehingga saat ini dirinya dipanggil Rektor kampus pun sudah turun tangan.


Saat jam istirahat Zea masih memilih dikelas setelah bertemu dengan Rektor ia sama sekali tak memiliki nafsu makan dan berkeinginan ke kantin. pikiran nya hanya tertuju pada nasib nya.


"Hey...! napa lo ga istirahat? ".


Zea menoleh kearah Cika memasuki kelas nya.


" Gue denger-denger lo dipanggil Rektor.


"Iya cik, gue yakin setelah ini bakalan di DO".


" Lo udah omong Abiyan lum? ".


Zea menggeleng " belum, Abiyan lagi kurang enak badan ga mungkin aku nambah beban dia".


"Beban gimana? lo bini nya lagi mengandung darah daging nya, udah seharusnya dia tau masalah ini, Zea! ".


"Tapi, Cik gue ga tau harus gimana? pasti Abiyan juga sedih karena disaat dia menginginkan anak, keadaan malah ga mendukung".


"Laki lo kan Dosen, jadi dia paham dunia kampus, suruh aja laki lo yg omong ke Rektor".


" Ga cik, kasihan Abiyan gue udah banyak nyusahin dia".


"Zea keadaan lo lagi genting! pilihan cuma ada 2 lo omong Abiyan dan berakhir di DO".


Zea menghela napas panjang kepalanya terasa pusing melihat itu Cika tak tega mengusap bahu Zea dengan lembut " Nih, makan. Jangan karena masalah ini, lo lupa ada nyawa diperut lo yg harus lo jaga".pekik Cika

__ADS_1


__ADS_2