
"15 menit sebelum kamu Operasi, Abiyan pergi meninggalkan kita semua, sayang. Abiyan ga bisa menahan rasa sakitnya lagi".
Zea menggeleng, ia memejamkan matanya tangannya menggenggam erat tanah makam Abiyan.
" Kenapa kamu sembunyiin ini dari aku, By? Kenapa kamu pergi? Aku butuh kamu, Siapa yang akan menghapus air mata aku ketika aku menangis? Siapa yang akan peluk aku ketika aku rapuh? Siapa yang akan meluruskan aku ketika aku salah arah? Siapa yg akan memimpin aku dan anak-anak kita? Aby. Siapa? ".
"Zea".
" Aku butuh kamu ABIYAN!! ".
Zea terisak menangis saat ini benar-benar rapuh. Dadanya sesak, detik berikutnya Zea kembali menangis.
" Zea kita pulang, ya. Udah mau turun hujan".ajak Ahmad memapah Zea untuk bangkit, Zea pun menurut melangkah pergi meninggalkan makam Abiyan ia menoleh sebelum langkah kaki ketiganya.
"By, aku yakin kamu sudah tenang disana, tunggu aku ya, jangan macem-macem di surga meskipun disana banyak bidadari".batin Zea masih menoleh kearah makam Abiyan.
Setelah itu Zea kembali tak sadarkan diri.
...****************...
"Dokter, anak saya baik-baik aja kan? ".
Dokter mengangguk, ia tersenyum kecil pada Maya, Ahmad, sarah dan Zaid.
" Bu Zea baik-baik aja, karena terlalu syok dan stres. Bu Zea pingsan. Tetapi saya harap jangan terlalu membebani pikiran Bu Zea, Bu, Pak. Karena akan berpengaruh pada janinnya ".
Mereka semua terkejut saling melempar tatapan.
"Janin? Ma--Dokter, Maksudnya anak saya hamil? ".
__ADS_1
Dokter kembali mengangguk," Iya, Bu Zea tengah mengandung, usia kehamilan nya memasuki minggu ke-5 memangnya Ibu dan Bapak tidak tahu jika Bu Zea tengah hamil? ".
Maya dan Sarah kembali menangis sedangkan Ahmad segera mengambil alih untuk berbicara dengan Dokter.
" Saya akan jaga putri saya, Dok. Terimakasih ".
" Baik, kalau begitu saya permisi ".
" Aby.. ".zea mengigau.
" Zea, Papa disini ".
Zea mengerjapkan matanya, kedua matanya kembali menanak ketika mengingat kejadian sebelum dirinya tak sadarkan diri.
" Aby".
"Zea, Abiyan sudah tenang, tolong ikhlas kan ya".
" Raga Abiyan memang pergi, tetapi hati Abiyan ada di hati kamu dan Abiyan menitipkan cintanya disini".ucap Ahmad seraya mengusap perut Zea.
"Maksud Papa? ".
" Iya, sayang. Kamu tengah mengandung, usia nya 5 minggu jaga cinta Abiyan baik-baik ".
Zea mengangguk sebagai jawabannya.
Setelah Zea sudah merasa tubuhnya kuat, ia memutuskan untuk pulang kerumah untuk menemui ke tiga anak-anak nya.
" Umma!! ".
__ADS_1
Zea menyambut pelukan Arsha, Arayyan dan Zyana. Ia menciumi wajah ketiganya dengan bergantian.
" Sayangnya Umma, Umma kangen banget sama kalian ".
" Kita juga kangen Ummat, Umma udah sembuh?".
Zea mengangguk "udah sayang, Umma udah sembuh".
Mata Zea menangkap tasbih milik Abiyan yg dibuat oleh dirinya berada di leher Arshaka. Ia mengamati lekat tasbih tersebut.
" Abang, itu punya Abba kan? ".
Arshaka mengangguk" iya Umma ini punya Abba. Waktu itu Abba kasih tasbih ini untuk abang, Abba juga berpesan untuk menjaga baik-baik tasbih ini".
Zea tersenyum, ia mengangguk kecil "iya, jaga baik-baik tasbih ini ya, sayang".
" Iya Umma. Abang liat wajah Abba sebelum ditutup kain putih loh. Abba senyum, terus Abang adzan ditempat terakhir Abba".
"Abang yang adzan? ".
"Iya Umma, Soalnya Abba pernah bilang kalau Abba mau denger Abang adzan dengan baik. Akhirnya Abang adzan sebaik mungkin yg Abang bisa untuk Abba".
Zea tak bisa menahan air matanya lagi, ia memeluk tubuh Arsha dengan erat, mencoba menghela napas panjang agar isak tangis nya tak terdengar anak-anak nya. ia harus tegar dihadapan anak-anak nya.
" Iya Umma. Abang janji akan menjadi malaikat untuk Umma dan Abba. Dan janji akan menjaga adik-adik Abang ".
...----------------...
Hufttt... Nyesek banget ketik nya😭😭😭😭
__ADS_1
Dukung terus ya🙏🏻🙏🏻🙏🏻😊😊
Jangan menangis ya karena aku sudah menangis 😭😭😭😭😭