Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Hadiah


__ADS_3

Tentu saja Zea tak bisa berkata apapun, ia sangat terkejut dan terharu mendengar semua penuturan lembut abu tepat ditelinga nya, terlebih mengusap perut Zea.


"Aby".


" Iya, sayang? ".


" Aku lupa kalo sekarang hari lahir aku, aku akan merasa hari itu terasa indah. Tapi dengan aku bersama kamu semua hari-hariku sangat indah dan spesial, sampai semua hari terasa ga ada bedanya ".sarkas Zea.


Tak terasa air mata nya menetes perlahan isakannya mulai terdengar dengan mata yg masih terpejam.


"Boleh buka mata, By".


" Iya boleh ".


Zea membuka matanya ia terkejut dan takjub melihat pemandangan yg berada dihadapan nya.


Mereka berdiri didermaga kecil dengan sisi kanan dan kiri pepohonan dan hamparan danau biru yg dihiasi lampu2 taman kecil. Zea yakin Abiyan lah yg merancang.


" Aby".


"Hm.. apa? ".Abyan merasakan kenyamanan memeluk Zea dari belakang.


" Makasih, Ya".zea memutar tubuhnya menangkup Abiyan yg kini menatap nya.


"Cup"


Zea mendaratkan kecupan di pipi Abiyan dan tersenyum.


"Sama-sama".


Zea melirik rumah kayu yg berada dibelakang Abiyan.


" Aby itu rumah apa? ".


" Another our house".


"Kamu yg bikin? ".


"Aku mau lihat boleh? ".


" Tentu, sayang ".


Abiyan tersenyum kecil ia segera membopong tubuh Zea menuju rumah kayu tersebut mereka masuk dan ternyata sungguh indah furniture , Zea melihat dinding penuh lukisan dirinya dari wajah tersenyum nya sampai sedih nya.


" By, kamu yg buat lukisan ini".


Abiyan mengangguk tiba-tiba hujan turun Abiyan segera menutup jendela Curtain.


"Akh umma shayyiban nafi'an" gumam Abiyan dengan kembali duduk di kursinya, Zea tersenyum dalam keadaan apapun suaminya itu selalu berdoa. Pria itu benar-benar melakukan doa sehari-hari dalam hidupnya.


"Amin".saut Zea.


"Langit mendukung kita untuk menghangatkan tubuh".


Abiyan memeluk Zea lagi dari belakang " hujan kan rahmat, kapan-kapan boleh, ya main hujan, By? ".


"Boleh, sayang".

__ADS_1


" Bener? ".


"Iya kapan-kapan kita main hujan , jangan sekarang, sekarang waktunya menghangatkan tubuh".


Zea terkekeh, ia menghadap Abiyan wajahnya tak bisa terlalu dekat dengan wajahnya Abiyan karena terhalang perut buncit nya.


"Aku ga tau harus sedih atau seneng? ".


" Kenapa gitu? ".


" Aby, terimakasih untuk semuanya ".


" Karena saat ini aku menikah sama kamu. Kalau aja Lea masih hidup kamu akan menikahi Lea bukan aku, awal kamu milih Lea bukan aku".


Abiyan tersenyum "kamu salah sayang ".


"Kok salah? ".


" Dari awal aku milih kamu".


"Hah? ".


" Biarkan aku cerita ".


Flashback.


*Setelah pertemuan keluarga ahmad dan keluarga Zaid, mereka pulang ke rumah masing-masing. Abiyan yg tengah membawa mobil tak fokus dengan pikiran yg melayang kejadian direstoran tadi terus membayangi nya.


" Gak mungkin saya menikah dengan perempuan yg tidak saya sukai".Abiyan bermonolog dalam batin nya.


Abiyan terkejut saat Zaid berucap " Madza bik? "tanya Zaid (ada apa denganmu? ) ".


Abiyan tersadar akan pikiran nya" La, Abah(Tidak, Abah) ".


...sesampainya dirumah Abiyan berpamitan ke kamarnya ia merebahkan tubuhnya mengeluarkan ponsel nya dan mengamati wajah Zea dan Lea mereka kembar tetapi sangatlah jauh berbeda, Beda wajah beda sikap, wajah Lea terlihat ramah, anggun, berbanding terbalik dengan Zea yg terlihat sinis, judes di foto itu*....


...



...


"*Ya rabb".Abiyan menghela napas panjang nya.


Sejak awal Abiyan tertarik dengan Zea, tetapi melihat sikap nya tadi membuat Abiyan ilfil dan bimbang.


Wanita di nikahi karena 4 perkara kecantikan nya, hartanya, keturunannya, dan agamanya.


Abiyan ingat Hadist itu, Zea memang cantik tetapi sikap tak menunjukan bahwa gadis itu baik agamanya. Sedangkan Lea sudah sangat terlihat dari tutur bicara nya.


menikahi perempuan baik agamanya memang bagus, tetapi menikah dengan perempuan yg tidak membuat hati berdebar saat menatap wajahnya adalah sesuatu yg buruk".gumam Abiyan.


Abiyan menggeleng kala teringat ucapan Zea tadi saat di toilet ber telfonan dengan laki-laki yg tidak beradap menurut nya.


"Lea maaf saya harus memilih kamu disaat saya tidak menyukai kamu, tapi insyaallah, seiringnya waktu saya akan belajar menyukai kamu dan mencintaimu".


"Bagaimana Abiyan kamu memilih siapa? " tanya Abah.

__ADS_1


Abiyan masih terdiam berpikir keras.


"Byan, ambil keputusan terbaik. kamu pasti sudah paham kriteria calon istri yg baik? ".timpal Umi.


Abiyan sudah paham akan hal itu kriteria semua kitan, terlebih pada kitab-kitab yg terdapat masa depan.


" Iya Abiyan paham, umi, abah".


Abiyan menarik napas dalam-dalam dan memejamkan mata"Maafkan saya Lea harus memilih kamu disaat saya tidak menyukai kamu".batin Abiyan.


"Abiyan pilih Lea, Umi dan Abah! ".


Setelah mendapatkan kabar Lea masuk rumah sakit mereka menuju ke sana Abiyan melihat Zea sedang terduduk dilantai dengan memeluk lututnya dengan isakan tangisan.


Melihatnya membuat Abiyan merasa iba. ia menundukkan wajahnya tak ingin hatinya luluh kembali pada Zea disaat dirinya dan Lea akan menikah.


Dan saat Lea meminta Zea untuk menikah dengan dirinya, ia tau jika Zea gadis yg tak mau menerima kenyataan. tapi gadis itu mencoba belajar menerima kenyataan, sehingga ia harus menuruti permintaan sang adik karena pilihan orang tuanya terbaik dimasa depan Zea.


...****************...


Didepan sana Abiyan melihat Zea yg tengah memberikan senyum tulus dengan memegang dua piala penghargaan atas nila unggulnya dalam ujian nasional


, setelah berucap zea segera mundur terlihat gadis itu menghapus jejak air matanya yg turun dipipi .


Abiyan tak sadar jika dirinya tersenyum dan bertepuk tangan untuk pertama kalinya senyuman itu terbit untuk zea.


"Gadis itu baik hanya perlu bimbingan dan tuntunan agar menjadi gadis yg jauh lebih baik".batin Abiyan dengan menatap zea di depan sana*.


Flashback On.


...****************...


Tanpa sadar air mata zea turun mendengar cerita Abiyan.


" Hey kenapa menangis? ".tanya Abiyan seraya mengusap air mata Zea.


"Jadi dari awal kamu milih aku? ".


" Dari awal hatiku memilih kamu, Zea".Abiyan tersenyum dan mengangguk


"Aby, aku janji akan menjadi istri yg baik untuk kamu, aku minta maaf karena sifat kekanak-kanakan ku masih ada, aku ga bisa hilangin sifat manja ku, ga tau kenapa aku bucin banget sama kamu makanya aku jadi manja gini banget sama kamu, terimakasih. Aby".


Zea berjinjit dan memeluk leher Abiyan menyandarkan kepalanya dibahu Abiyan.abiyan mengusap pucuk kepala Zea dengan lembut.


"Aku ga masalah sama sifat kamu yg gemesin itu, Zea justru aku suka kamu periang, cuek kita saling melengkapi.".


"Ah.. manis bingit suaminya Zea, Zea kasih hadiah ya".


" Apa".


Zea mendekati wajah Abiyan lalu mencium bibir Abiyan seraya Abiyan menutup matanya.


......................


😄😄😄Udah ah.. author ga mau lanjutin kalian pasti tau mereka sedang apa? menghangatkan tubuh!!! 🤣🤣🤣🤣🤣😁.


Terimakasih atas dukungan nya saya janji rajin Up terus setiap hari 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺☺

__ADS_1


__ADS_2