Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Culik 2


__ADS_3

"Dimana Zea? ".tanya Abiyan tanpa basa-basi.


Hans menggeser ponsel nya memperlihatkan Zea yg tengah diikat di sebuah kursi dengan mulut tersumpal kain karen Dara yg menyumpalnya.


" Pacar cantin gue aman kok, tenang aja".


"Jangan sesekali anada berani menyentuh istri saya!! ".


" Oke gue ga akan menyentuh Zea asalkan lo dateng ke rooftop gedung terbengkalai di jalan sartika membawa uang seratus juta dan jangan sekalipun libatkan polisi, atau pun temen lo. Gue tunggu 20 menit kalau lo telat semenit aja, gue pastikan lo udah melihat istri lo menerima kepuasan dari gue!! ".


Abiyan menghela napas bibirnya tercekat, matanya tertuju pada Zea yg terus memberontak dan menangis disana.


" Saya segera ke sana".


Panggilan pun terputus oleh Hans, Abiyan pun bangkit dari duduk nya membuat keempat sahabatnya pun yg menyimak ikut berdiri.


"Kita ikut, jangan pergi sendiri!! ".ucap Fahri.


" Dia mengancam saya".


"Tapi akan sangat berbahaya kalau kamu datang sendri, Lik".terang Fahri.


"Bener bro.. kita akan bantuin lo".saut Rio.


" Iya.. mending lo nurut kata Fahri lagian Riyan juga anggota polisi jadi dia bisa rencanain strateginya ".sarkas Rio.


" Bener bro.. tenang serahin ke gue, gue akan bantu selamatin Zea".ucap Riyan.

__ADS_1


"Saya yakin saya bisa selamatin Zea sendiri".seru Abiyan


Membuat keempat nya menggeleng mereka tidak tega dengan Abiyan segera memasang strategi untuk membekukan mereka semua...


Pov Zea.


Aku memberontak dan menangis ia seakan ingin berteriak keras.


Dara pun mendekati ku ia mantap tajam diriku.


"Cantik".


Zea membuang mukanya kesamping Dara pun membuka bukaman kain di mulut Zea.


"Lo dan Abiyan pantes dimusnahkan!! ".


" Lo udah membuat nyawa adik gue melayang, lo dan Abiyan udah banyak nyakitin hati orang. kalian pantes mati!! ".


Plak!!.


Tamparan Dara yg kedua untuk aku, ia juga bersiap mengepal tangan meniju ku. aku pasarah hanya bisa memejamkan mata dengan air mata yg sudah mengalir deras.


Bugh!!.


Benar perempuan itu tak segan-segan memukul ku pipi dan memar dari sudut bibir ku mulai mengeluarkan darah, Dara pun puas setelah menonojok ku ia mengambil balok kayu hendak memukul tubuh ku, tetapi aku lipat keatas kakiku untuk melindungi perutku.


"Lo boleh pukul gue, tapi jangan pukul perut gue!! ".

__ADS_1


"Dia sedang hamil".ucap Vano yg baru datang membuat ku membelalak kan mata kenapa Vano juga ikut? batinku bertanya-tanya.


Dara tersenyum dinis" bagus sekalian dua nyawa ikut mati bersama si ja**ng ini".


"Jangn gue mohon jangan sakitin anak gue!! ".


"Bacot!!.


Dara memukulkan balok tersebut pada bahu ku seketika sekujur tubuh ku mulai sakit.


"Kasihan ".pekik Vano mengusap pipi Zea.


" Jangan sentuh tangan laknat lo dari gue!! ".teriak ku.


" Mmm... dasar sok suci jual mahal".saut Vano.


"Lo kenapa lakuin gue punya salah apa sama lo? " tanyaku ke Vano.


"Zea, awalnya gue suka sama lo tapi setelah mengetahui fakta, rasa suka gue berubah jadi benci!! ".jawab Vano ketus ia melepaskan kacamata nya memperlihatkan mata nya yg sebam.


" Suami lo penyebab kematian kakak gue, Imel!! ".


Tentu nya aku pun dibuat terkejut ternyata Anisa mempunyai saudara Vano adik nya dan Dara adalah kakaknya? .


" Abiyan gak janji nikahin Nisa!! ".


Dara mendekati ku " kalau pun lo tidak ada diantara mereka pastinya Anisa bahagia!!Ja***ng".pekik Dara menyengkram dagu ku dengan keras.

__ADS_1


" Lo udah hancurin hidup Anisa dan lo udah main-main sama keluarga Bastian meskipun Nisa tidak menggunakan embel-embel Bastian!".


__ADS_2