
Sore ini pukul 5 selesai membersihkan diri Zea melihat jadwal periksa kehamilan ia dia antar Abiyan ke rumah sakit memeriksakan kandungan nya.
Zea segera masuk keruangan Dokter kandungan.
"Silakan masuk, Pak /Bu".
" Terimakasih ".saut keduanya masuk dan Zea menuju brankar untuk di periksa membaringkan tubuhnya dan Dokter membuka pakaian Zea yg menutupi perutnya mengoles gel dan mengusap menggunakan alat pendeteksi jantung.
" Detak jantung dedek bagus, Bu,Pak".
"Alhamdulilah".ucap keduanya.
" Bisa ga liat jenis kelaminnya? "
"Bisa sebentar saya ambil alat".
Dokter beralih mengambil alat USG. Zea dan Abiyan sudah tak sabar melihat jenis kelamin nya.Dokter menggeser alat mencari-cari yg ditanya Zea.
" Perempuan, Bu, Pak".
Senyum Abiyan dan Zea mengembang mendengarkan perkataan Dokter kandungan yg tengah memeriksa Zea.
"Dedek bayi perempuan, nanti kalau udah besar girl time. sama Ummat ya! ".ucap Zea dengan lembut.
"Anak saya sehat kan, Dok? " tanya Abiyan.
"Alhamdulillah, sehat, Pak usia kandungan memasuki 22 minggu, beratnya 500gram dan panjangnya 25cm.Mau".ulas Dokter.
"Ada keluhan, Bu? ".
" Ada sedikit suka pegel pegel udah gitu pengen manja terus sama suami, Normal kan Dok? ".
Dokter wanita itu pun menahan tawa" itu sangat normal, Bu. Memang saat usia kandungan masuki 22 minggu Ibu sangat sensitif karena rasa sakit itulah menyebabkan sang ibu selalu ingin disayang ".
Zea mengulum senyum menggenggam tangan Abiyan saling melempar senyuman.
" Kalau wajahnya bisa dilihat Dok? '. tanya Abiyan.. "Sebentar, saya cari kan wajahnya".
__ADS_1
" HAAHAAHA.. ABY.. ANAK KITA UDAH BISA MELET-MELET".
Zea tertawa melihat layar monitor "Dokter, bisa di screenshot, eh maksudnya diprint".
Dokter mengangguk, lalu mengprint nya.
Sedangkan Abiyan masih melongo ia tak habis pikir, baru dalam kandungan saja anaknya sudah bisa seperti itu, bagaimana ketika sudah diluar? perempuan, pasti akan seperti Zea.
Usai periksa ia pulang di.mobil Zea tak henti-hentinya memandangi foto hitam putih USG digenggaman nya.
"By, anak kamu keren kan? ".
" Jangan sampai keras kepalanya ikutin kamu, Zea? ".
Zea tertawa cengengesan"buah jatuh ga jauh dari pohonnya, sayang".
Mendengar jawaban Zea ,Abiyan menggeleng segera Zea mencubit gemas pipi Abiyan.
" Maksudnya mirip kamu, aku yakin anak kita bakal jadi anak yg hebat karena Abba nya laki-laki hebat".
Abiyan tersenyum hangat ia mengusap lembut kepala Zea "lagi pengen sesuatu? ".tanya Abiyan.
" Sosis es krim? ".tanya Abiyan.
Zea mengangguk sebagai jawaban.
" Konsepnya gimana? sosis es krim? Zea, sosis panas sedangkan es krim dingin?.
"Ih, pokoknya aku mau sosis es krim, Aby! ".
" Tapi car dimana? ".
" Ya aku ga tau, kenapa aku jadi ikut pusing? kamu yg cari ding?".sebal Zea.
Abiyan menghela napas frustasi melajukan mobilnya mulai berkeliling untuk mencari sosis eskrim.
Mobil Abiyan menepi dan berhenti dibahu jalan"Zea itu ada tukang sosis ".sarkas Abiyan.
Zea ikut arah telunjuk Abiyan yg mengarah sebuah stand penjualan sosis bakar. Segera Zea menggeleng.
__ADS_1
" Aku mau sosis es krim, By. Buka sosis bakar! ".
" Mau sampai kapanpun ga ada yg jualan sosis es krim, Zea".
Mendengar itu Zea mengerucutkan bibirnya mendadak sedih. Abiyan seketika panik, apakah ia salah bicara?.
"Maksudnya gini, sayang. Yang jualan sosis es krim itu ga ada, gimana kalau kota beli sosis dan es krim, setelah itu kamu bisa campur sosis dan es krim nya ".Abiyan berusaha menjelaskan pelan-pelan jika tidak bumil ini bakal ngambek.
Mata Zea langsung berbinar mendengar penjelasan dari Abiyan pun mengangguk setuju mencubit gemas pipi Abiyan.
"Pinter bingit sih, suami Zea. Oke beli sosis dan es krim. Let's Go dedek bayi!! ".
Zea segera keluar membuka pintu membuat Abiyan dengan cepat mengikuti nya.
" Abang, mau sosis nya ya, 3".
"Yang berapa, Neng? 15 ribu, 20 ribu, atau 25 ribu".tanya penjual.
"Bedak apa? ".
" Yang 15 ribu kecil, 20 ribu sedang, 25 yg besar, dijamin bakal kenyangin, Tapi gak nyampe ngenyangin 9 bulan 10 hari!.
Penjualan terkekeh oleh ucapan nya sendiri, sedangkan Zea mengernyit tak mengerti maksud dari kalimat penjual.
"Emang ada sosis yg ngenyangin sampai 9 bulan 10 hari, ya, Bang? " pertanyaan polos itu keluar dari mulut Zea.
"Ada dong! Sosis--".
" Zea masuk mobil. Biar aku yg beli kamu tunggu di mobil, ".potong Abiyan yg sudah berdiri di sebelah nya.
" Tapi aku mau liat dibakarnya, By".
"Asep ga baik untuk ibu hamil cepat masuk".
Zea bingung karena tiba-tiba Abiyan memaksa untuk masuk mobil, tetapi Zea menurut ia masuk ke mobil Abiyan dengan hati yg sedih gagal melihat proses pembakaran.
Setelah memastikan Zea masuk mobil Abiyan beralih menatap penjual sosis yg tengah tersenyum. canggung padanya. Tatapan nya tersorot menghunus.
"Tolong dijaga ucapan nya, Bang. yang besar 3,gak pedas".
__ADS_1
" Baik, Mas".