
"Maaf".
"Berhenti minta maaf, sayang ini bukan salah kamu. jangan sedih lagi ya".ucap Abiyan mengusap kepala Zea.
Keduanya terdiam Abiyan memberikan ruang untuk Zea menenangkan pikiran nya ia yakin jika Zea masih sangat sedih.
" By, aku boleh pulang kan? "
"Boleh, nanti malam kamu boleh pulang".
" Anak-anak gimana? ".
" Zidan dan, Syahda menjaga anak-anak kita".
"Jangan sedih lagi? ".
" Hm. ".zea mengangguk patuh.
" Zea, aku ingin cerita. Tapi aku mohon sama kamu untuk ga salah paham, ya? ".
"Cerita apa? ".
" Tadi saat aku keluar, aku ngeliat seorang perempuan yg aku kenali, aku juga kenal dengan Ayah dari perempuan itu. Mereka ada di rumah sakit ini, perempuan itu sakit kanker rahim dan harus segera dioperasi pengangkatan rahim. Tetapi mereka ga punya uang, mereka memohon untuk diperbolehkan memakai kartu kesehatan tapi pihak rumah sakit ini swasta, ga melayani pengguna kartu kesehatan ".
" Resepsionis menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit khusus kanker yg menyediakan layanan bantuan tapi perempuan itu sudah lemah, Akhirnya aku memutuskan untuk membayar semua biaya rumah sakit dia agar segera dioperasi mengingat kondisi saat ini dia tidak baik".
"Astaghfirullah, siapa perempuan itu, By? ".
"Aku kasih tau kamu, tapi janji kamu ga marah, salah paham, atau berpikir macam-macam, ya? ".
Zea mengangguk cepat membuat Abiyan menghela napas dan mengusap lembut kepala Zea.
" Perempuan itu Ustadzah Shafira ".
__ADS_1
" Inalillahi, ya Allah.. kok bisa? ".
"Aku juga ga tau, Zea tapi aku mohon sama kamu jangan salah paham dan jangan berpikir macam-macam aku hanya menolong dia".
" Sejahat apapun orang lain terhadap kita, jangan pernah berpikir untuk membalas kejahatan orang tersebut, Karena Allah yg lebih tau, Allah yg lebih berhak membalasnya. Setiap perbuatan pasti ada konsekuensi nya, Biarkan orang-orang jahat dengan kita, tapi kita ga boleh jahat dengan orang lain, perca Allah mempunyai rencana lain yg lebih baik daripada apapun itu ".
Zea tertegun mendengar penuturan Abiyan. Ia menatap mata Abiyan yg begitu tulus, perlahan Zea terangkat mengusap pipi Abiyan.
" Hati kamu terbuat dari apa, By? ".
" Kenapa kamu begitu baik? ".
" Allah yg memberikan hati ini untuk aku, maka ga seharusnya aku memiliki perasaan dendam dan marah pada orang yg sudah menjahati aku, Allah Maha Pemaaf kenapa kita hanya manusia tidak bisa memaafkan sesama makhluk? ".
" By, mau peluk".
Dengan cepat Zea merentangkan tangan untuk memeluk Abiyan, mengusap punggung Zea dengan lembut dan membalas erat pelukan nya.
"Istriku juga pasti memiliki hati yg lapang".
" Iya sayang? ".
" Aku boleh menemuinya? ".
Abiyan mengangguk sebagai jawabannya.
...****************...
Zea mengetuk pintu ruang rawat Shafira lalu membuka nya senyum kecil ketika melihat seorang yg sangat ia kenali tengah duduk bersandar di kepala ranjang rumah sakit dengan tatapan terkejut akan kehadiran Zea dan Abiyan.
" Asalamualaikum ".salam Zea.
" Walaikumsalam ".
__ADS_1
" Apa kabar, Ustazah Shafira? Hampir dua tahun lamanya kita ga bertemu ".
" Seperti yg kamu lihat saat ini".
"Saya turut sedih kabar ini. Semoga kamu ikhlas menerima ini".
Zea berjalan mendekati Shafira dengan memberikan senyuman manisnya.
" Pertemuan terakhir kita memang kurang mengenakan tapi saya ingin pertemuan kali ini akan baik-baik saja".
"Kamu senang melihat saya seperti ini!! ".
"Sama sekali tidak, saya mengerti keadaan kamu saat ini, karena dulu adik saya mengalami kanker".
" Saya minta maaf".
"Saya sudah memaafkan kamu sebelum kamu meminta maaf sama saya, seharusnya kamu minta maaf pada Allah atas apa yg telah kamu perbuat. Kamu telah bersumpah dusta atas nama Allah memfitnah suami saya merendahkan harga diri seorang wanita muslim. Maka kamu harus bertaubat pada Allah".
" Saya tau kamu orang baik, hanya saja kamu salah mencintai pria dan tindakan mu menyimpang, Tapi lebih baik kita lupakan itu semua karena Abiyan ga pernah dendam sama kamu".
"Shafira, bertaubatlah dengan sungguh-sungguh".
Shafira menundukkan kepala merasa malu dihadapan Abiyan dan Zea.
"Semoga kamu cepat pulih, jangan khawatir Abiyan yg akan menanggung biaya rumah sakit kamu sampai kamu sembuh dan pulang, Saya ga marah akan hal itu, karena saya tau kamu sedang membutuhkan itu".
" Semoga operasi mu berjalan dengan lancar, saya dan suami pamit "Asalamualaikum".
" Walaikumsalam ".lirih Shafira.
...****************...
Nah jelaskan Shafira hadir bukan jadi pelakor ya☺☺
__ADS_1
Like dan komen lanjut gak nih? mau tau lagi gimana Shafira selanjutnya??