
Abiyan terbangun mengusap peluh di dahi zea, ia masih tertidur dipeluk kanya dengan tubuh saling rapat, Abiyan menatap fokus pahatan diwajahnya Zea yg terlihat cantik Alis yg tebal, hidung mancung, Abiyan menyadari jika istrinya begitu cantik jika tertidur seperti ini.suhu tubuh nya mulai normal.
tiba-tiba zea menggeliat melepaskan pelukan nya pada Abiyan, zea mengerjapkan matanya segera Abiyan memalingkan pandang nya.
"Biyan".
Zea tengah tersenyum menatap Abiyan membuat Abiyan kembali menatap nya.
" Kapan pulang? "
"Semalam".
"AC nya mati ya? kok panas banget ? ".
" I... iya".jawab Abiyan gugup.
Zea mencoba membuka selimut yg membungkus dirinya dan Abiyan, saat ia melirik kedalam selimut seketika Zea terbalak mata nya.
"Zea, maaf".
" Semalam kamu? ".
Zea tak berani menatap Abiyan ia benar-benar sangat malu, alhasil ia segera merapat kan selimut nya.
" Kenapa nglakuin ini, BI? kalau pun kamu menginginkan hak kamu bisa bilang baik-baik? bukan seperti ini memperkosa aku".tambah Zea serak.
Abiyan pun bingung "memperkosa? ".
__ADS_1
" Apa yg kamu lakukan semalam, By? ".
" Zea kamu salah paham ".
Kini Zea menatap wajah Abiyan air matanya sudah siap terjun.
" Salah paham dari mana? buktinya aku dan kamu gak pakai baju, kamu perkosa aku kan? ".
Abiyan mengerang frustasi" astaghfirullah, Zea".
Zea yg kini terisak persis gadis malang yg direnggut keperawanannya, Abiyan harus menjelaskan dari mana?
"Baiklah aku akan menjelaskan semuanya semalam kamu sakit, Ngigau demam tinggi, saya berusaha peluk kamu agar kamu hangat, tapi belum cukup, baju kamu basah terkena keringat dingin akhirnya saya membuka baju kamu agar tidak sakit dan mencoba skin to skin, alhasil demam kamu turun seperti sekarang".
" Coba kamu inget lagi? ".
Zea mengingat apa yg terjadi semalam, Zea menghentikan isakan nya memang Abiyan tak melakukan nya karena Zea tak merasakan Abiyan memperkosanya.Zea teringat jika memang dirinya menggil kedinginan. detik berikut nya Zea kembali menangis kali ini lebih keras dan menutup tubuhnya hingga wajahnya.
" Maluuuuu?! ".pekik Zea.
Abiyan tersenyum lebar melihat kelakuan Zea.
Abiyan pun berlalu ke kamar mandi membersihkan diri meninggalkan Zea yg masih tersimpu malu.
Selesai membersihkan diri abiyan keluar kamar menuju dapur ingin membuatkan bubur untuk Zea, melihat abiyan keluar dari kamarnya Zea segera mengambil pakaian nya di almari lalu pergi kekamr mandi mengganti baju nya.
Zea kembali lagi duduk diranjang dengan kepala tertunduk, Abiyan tengah masuk membawa semangkuk bubur, menatap Zea dan duduk dipinggir ranjang Zea.
__ADS_1
"Hari ini gak usah kuliah dulu, biar saya telfon dosen kamu meminta izin".
" Aaa.. "
Zea membuka mulut nya ketika Abiyan menyedok bubur.
"Kamu gak kerja? ".
Abiyan menggeleng.
" Biy, sebenarnya kamu kerja apa, kok bisa masuk dan libur seenak nya? ".
Abiyan menyeringkit " saya mengurus Pesantren dibawa bimbingan Abah, setil malam senin-malam jumat mengisi acara di pesantren, senin selasa,Rabu dan kamis saya mengajar di Universitas Islam Darussalam ".
Zea terkejut dengan penuturan abiya" kamu dosen, Biy? ".
" Iya".ucap Abiyan mengangguk.
"Dosen apa? ".
" Fakultas ushuluddin, studi sosiologi Agama Aqidah dan filsafat ".terang nya.
" Ohhh... ".ucap Zea tiba-tiba ia terdiam mengingat Lea sodari kembar nya juga menginginkan masuk fakultas yg sama dengan Abiyan, raut wajah Zea kembali sedih.
" Ada apa? ".
" Kamu cocok sama Lea kalau saja dia masih hidup pasti kalian jadi pasangan serasi dan jadi keluarga yg bahagia beragama, beda sama aku, aqhidah akhlak ku aja minim".
__ADS_1
"Saat ini istri saya adalah Zea buka lea. kamu hanya perlu dibimbing untuk menjadi perempuan yg jauh lebih baik, Sekarang saya suami kamu sudak seharusnya saya membimbing kamu dan menuntun menjadi sholehah.".tambah Abiyan .
"Jangan pernah kamu membanding-bandingkan dirimu dengan siapapun, terlebih dengan Lea, karena saya menikah kamu, Zea".