
Sesampainya di rumah Abiyan yg turun lebih dulu Zea pun segera mengikutinya
"Biyan".ucap Zea namun " Oops... salah".
"Abi".panggil Zea
" Apa? ".jawab Abiyan datar.
" Kamu masih marah? dia cuma nawarin pulang karena rumah nya searah ".
" Saya mengizinkan kamu pergi bersama temen perempuan, tapi tidak untuk teman laki-laki ".
Zea masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang, ia langsung memejamkan mata, rasanya tubuh Zea bener-bener lelah.
" Zea.. ".
zea tak menjawab dia bener-bener sudah di alam mimpi, Abiyan menggeleng karena Zea sudah tertidur pulas dengan posisi setengah badannya di ranjang dan kaki nya dibawah masih menggantung memakai sepatu, Abiyan segera melepas sepatunya dan mengangkat kaki Zea keatas lalu menyelimuti.Abiyan mengambil kaosnya dan berganti pakaian di kamar mandi.
" Biyan ".Ucap nya yg baru saja terbangun melihat langit sudah gelap dan melirik jam sudah pukul 9 malam.
Zea segera mencari Abiyan dia yg masih berkutat dengan laptop nya di ruang tamu" baru bangun? ".
" Hmmm".saut Zea lalu menghampiri Abiyan di sofa.
"Maaf aku ketiduran".
"Ya sudah, makan dulu, lalu sholat".
" Hmm".
Zea beranjak ke dapur makan malam sendiri karena Abiyan sudah makan.setelah selesai kemudian mandi dan sholat.
Zea yg sudah selesai sholat menuju meja rias memakai Skincare melirik Abiyan dari cermin dia masih duduk di sofa ditemani kitab yg tengah ia baca. Abiyan beranjak dan mendekati Zea tiba-tiba Abiyan mengusap usap kepala nya. "dia ngapain pak elus-elus segala".gerutu Zea.
" Zee, udah malam jam sebelas, cepat tidur".
"Hmmm".
Abiyan berbaring dan memejamkan matanya lebih dulu, Zea pun segera menyusulnya berbaring disebelah Abiyan mematikan lampu dan menyalakan lampu tidurnya.
" Gimana bisa tidur, kan tadi gue udah tidur udah kayak simulasi mati".ucap Zea lirih namun terdengar Abiyan.
"Duh, mana perut sakit, kebiasaan pake kram segala kalau datang bulan".oceh nya lalu menekan nekan perutnya yg sakit.
" Ya Allah sakit banget, mau tendang orang! ".
Abiyan melirik Zea yg berbicara sendiri" perutnya sakit? ".tanyanya.
" Enggak papa".kelih Zea.
...Abiyan mendekat menarik Zea dan merentang kan tangan kanannya menaruh dia kepala Zea tangan kiri nya terangkat mengusap kepala Zea sekejap lalu membuat Zea terkejut saat Abiyan mengecup keningnya dan tangan kiri Zea beralih mengusap perut Zea"biar saya saja yg usap, jangan diteken teken ".kekeh Abiyan. membuat Zea seperti kepiting rebus wajah nya merah merona membuat Zea gugup dan canggung....
Zea yg dirasa perutnya membaik menyuruh Abiyan berhenti mengusapnya, Abiyan pun menurut Zea yg sudah tertidur segera Abiyan menyusulnya.
...Cinta itu akan tumbuh seiring nya waktu dan kebencian itu akan luluh dengan perhatian dan ketulusan hati....
,
..
.
"Lea jangan tinggalin, aku tunggu!! ".
Dengan langkah nya Zea berlari mengejar Lea yg semakin menjauh tetapi Zea enggan berhenti mengejar nya" Lea tunggu
__ADS_1
".
Lea pun menghentikan lari nya dan menoleh Zea ia tersenyum. Zea segera memeluk Lea dengan erat, Lea pun membalas pelukan Zea dan mengusap punggungnya, Zea yg tengah menangis dipeluk Lea".kak jangan menangis, Lea baik-baik aja".
" Kak, karena ridho Allah pada seorang istri ada pada suaminya, jadi istri yg baik, jangan membantah".ucap nya Lea melepaskan pelukan dari Zea "jadilah istri yg baik ya, kak"ucap Lea seraya mengusap air mata Zea di pipi nya.
" Lea pamit, kak jangan sedih Lea sayang kak Zea".
"Lea, tunggu".pekik Zea perlahan Lea menjauh, anehnya Zea tak bisa mengejarnya lagi.
" Lea tunggu aku, Lea jangan tinggalin aku".teriak nya.
"Zea.... bangun".ucap Abiyan mengoyak tubuh Zea.
" Lea,, jangan tinggalin aku, Lea!! ".teriak nya lalu bangun dari mimpinya.
" Bangun Zea ".
" Lea".ucap Zea membuka matanya keringat dingin, dan deru napasnya tersenggal, Abiyan yg ada dihadapan nya sangat khawatir"Tenang Zea".
segera Abiyan mengambilkan segelas air putih yg ia siapkan semalam sebelum tidur, Zea menerima dan meminumnya.
Zea menangis di pelukan Abiyan " Biyan Lea... ".
Abiyan berusaha menenangkan Zea mengusap-usapnya kepalanya.
" Ssssst... nanti kita ke makamnya".ujar Abiyan, Zea memang merindukan Lea akhirnya membuat Zea mimpikan Lea.
"Hmm".saut Zea.
.
.
.
"Maaf aku baru menjenguk mu, kenapa semalem datang cuma sebentar di mimpiku? aku masih kangen".
Abiyan hanya diam mendengar Zea bercerita pada makam Lea" Maaf ya, selama ini aku belum bisa menjadi kakak yg baik untukmu Lea"
Zea menghela napas dan mengusap air matanya yg sudah tumpah ruah"aku akan berusaha melakukan yg terbaik seperti kamu bilang ke aku".
"Tenang di sana, ya".ucap Zea segera mencium nisan Lea. Abiyan mulai untuk mendoakan Lea diikuti Zea mengangkat kedua tangannya , Zea menatap punggung Abiyan yg ada dihadapannya, pria yg ia benci sejak awal perjodohan karena menuruti kedua orang tuanya, namun saat ini Abiyan sudah menjadi suaminya melihat perlakuan Abiyan yg penyabar, dan tidak pernah kasar, membuat Zea merasa bersalah karena tidak sopan dengan nya.
Abiyan segera mengajak Zea pulang sampai di parkiran Abiyan membukakan pintu untuk Zea, lagi-lagi perlakuan dan perhatian nya membuat Zea semakin luluh. Abiyan segera melajukan mobilnya melirik Zea yg membuang muka di jendela menatap jalanan"kita mampir ke masjid dulu ya, udah waktu dhuhur".ucapnya membuka obrolan.
"Iya".zea mengangguk.
Sesampinya di masjid Zea hanya menunggu Abiyan di teras mesjid Zea karena Zea sedang haid dan tak ikut sholat,segera Zea mengambil ponsel nya. Dilihatnya notifikasi
"illyaslover00786folowing ig"
Zea tersentak saat membaca ponsel nya saat membuka aplikasi itu "inikan kak ilyas kok follow gue".gerutunya , sedangkan Zea mendengar segerombolan gadis yg keluar dari musilah.
" Itu Imam nya ganteng banget".
"Iya, gue jadi mau sholat terus kalo Imam nya dia terus".
" Ganteng banget, apalagi suaranya merdu bikin gue melayang".
zea menyipitkan matanya melihat kempat remaja perempuan heboh itu.
"Eh, lihat itu yg tadi jadi imam kan? ".
Zea mengikuti arah telunjuk gadis itu Zea mendengus kesal karena yg di tunjuk Abiyan. emosi Zea semakin memuncak keempatnya semakin heboh memperhatikan Abiyan. zea melepas sepatu sandalnya menghampiri Abiyan yg tengah berjalan menyunggar rambutnya" tebar pesona ".gerutu Zea dalam hati.
__ADS_1
" Abi".panggil Zea dengan senyum manis dan mengambil tangan Abiyan mencium punggung tangan nya.
"Yuk, pulang".
Abiyan mengangguk Zea mengeratkan genggam nya dan Zea berjalan melewati ke empat gadis itu, "Abi, kita makan di sana ya".zea menunjukan tenda biru yg bertuliskan soto lamongan berada di samping masjid.
" Iya".
"Yah... udah nikah Ustadz nya".
ucap salah satu gadis itu namun Zea masih bisa mendengar nya.
" makanya jangan kecentilan sama suami saya".batinnya membuat Zea merasa menang Zea tersenyum sinis.
"Zea lepas dulu tangannya".
Zea menggeleng " gak".
"Gimana aku bisa makan, kalau tangan ku masih digenggam kamu".
Zea menatap tangannya yg masi menggenggam tangan Abiya." hehehe... maaf".
"Makan dulu".ucap Abiyan.
Zea segera menyendok soto lamongan yg enak itu, karena Zea sedari tadi menahan laparnya, selama makan keduanya tak membuka percakapan hingga habis makanan,
Zea pun kembali mengambil tangan Abiyan dan menggenggam nya" habis ini mau kemana?. tanya Abiyan.
"Hmmm.. kita ke mall boleh gak".Zea mengedip-ngedipkan mata nya dan masih menggenggam erat tangan Abiyan. Abiyan yg bingung masih berpikir kenapa Zea menjadi seperti ini. Apakah kesambet?.
"Boleh".
"Mmm.. aku pengen beli baju tidur dan baju yg lebih santai untuk di rumah".
" Setiap malam juga pakai kaos saya, ".
" Gak mau saya pake baju kamu terus, gak enak dong! ".
" Yasudah. tapi jangan sampai malam saya masih ada urusan sama Bang Narji".
"Oke".
.
.
.
" Pak uangnya gak ada yg kecilan ".ucap pelayanan toko.
"Yaudah pake uang ku aja,".ucap zea mengambil pecahan 50 rb lalu diberikan ke pelayan.
" Maaf mba tapi saya juga belum ada kembaliannya ".
"Gak apa-apa, ambil aja kembalinya buat Bapak".
" Benar mba? "
"Iya."
"Masyalloh, terimakasih mba".
"Sama-sama".
Abiyan sangat bingung tingkah Zea yg tak biasanya , Abiyan yg tinggal bersama dengan zea beberapa bulan ini melihat sikap Zea berubah.
__ADS_1
"bener-bener ketempelan setan makam!! ".batinnya.