Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Hadiah


__ADS_3

Abiyan menghampiri Zea yg tengah berada dikamar mandi memuntahkan makanan yg tadi dimakan.


"Abiyan, Zea kenapa? ".


" Muntah, Ma".


"Iya, Mama tau Zea muntah, Tapi kenapa bisa muntah? ".


Zea menyingkirkan tangan Abiyan yg memijit tengkuknya, ia membersihkan mulut sebelum berbalik menghadap Abiyan dan Maya.


" Aku kesel banget sama kamu! ".ucap Zea pada Abiyan.


" Ada apa sih? ".


" Aby, aneh-aneh, Mah, Masa Zea abis makan dua piring diajak naik kuda dengan kecepatan 45km/detik.Apa gak perut Zea ke goncang ".


Maya terkekeh mendengar penuturan Zea" Ada-ada aja kalian ini. Udah cepat ambil Wudhu 10 menit sholat maghrib, udah ditunggu yg lain.


Maya berlalu dari hadapan mereka hingga tersisa Zea dan Abiyan, wajah Abiyan penuh penyesalan ia menangkup kedua pipi Zea "maaf sayang, kamu gapapa kan? ".


" Tau ah kamu ga jelas! ".zea menyingkirkan tangan Abiyan yg berada di pipinya.


...****************...


"Bangun pak ustad! saya siram pake air loh!! ".terang Zea.


" Hmm".


"Abiyan, bangun Subuhan!! ".


" Ngantuk, sayang ".


" Tumben banget dibangunin susah begini, Abiyan bangun!! ".


"Baik Ustadzah Zea Nacita Salika Asomething part 2".


Abiyan mengangguk menurut, ia mengecup kening Arshaka yg masih bobok.


" Selamat satu tahun, Nak semoga Allah memberkahi kamu umur ".bisik Abiyan ditelinga Shaka.


" Aby, jangan diunyel Caka nya!! nanti bangun kamu mau aku cubit ya? ".


" Galak nya punya istri".segera menuju kamar mandi.


Zea menepuk-nepuk bokong Shaka yg menggeliat, agar anak nya kembali bobok lagi. Selesai mandi Abiyan giliran Zea yg mandi. Ia menyuruh Abiyan dulu ke ruang utama untuk bergabung bersama orang tua mereka yg melaksanakan shalat subuh.


Selesai subuh mereka saling mencium tangan. Zea menghampiri Abiyan dan memeluk Abiyan ia menyembunyikan wajahnya didada nya.


"Kenapa sayang? ".


Zea menggeleng. Abiyan mengangkat dagu Zea terkejut melihat wajahnya penuh air mata dan sebam matanya.


"Kami nangis? kenapa? kenapa nangis sayang? ".


" Maafin aku".


"Kenapa ada apa? ".


" Maafin aku dulu! janji dulu ga marah sama aku".


"Iya janji ga marah aku! kamu kenapa nangis? ".


Zea menarik napas dalam-dalam, membisikkan ditelinga Abiyan"Cincin nikah aku hilang".

__ADS_1


" Astaghfirullah, kok bisa, Zea? ".


" KATANYA GAK MAU MARAH! ".ucap Zea kesal meninju bahu Abiyan.


" Engga, sayang aku ga marah tapi kok bisa? ".


" Ya man aku tau!! kalau aku tau namanya bukan ilang! ".


"Ada apa sih? ".tanya maya.


Abiyan menggeleng " ga ada apa-apa, Ma, Abiyan dan Zea pamit duluan kekamar ".


Abiyan membawa Zea masuk kekamar nya.


" Ceritain kenapa bisa hilang? ".


" Tadi aku mandi, terus pas aku cuci tangan aku copotin, eh aku lupa naruh dimana? ".


"Kenapa kamu copot? Biasanya ga kamu copot? ".


" Ya ga tau ih!! Kamu kok marah sih! katanya janji ga marah, kamu kan banyak duit bisa kan beli lagi. Harga nya berapa sih? Aku ganti? ".


" Harganya memang cuma 200juta tapi aku bukan nya mempermasalah kan harga cincinnya. Tapi itu cincin nikah kita Zea. Gimana bisa sampek kamu copot cincin kamu? ".


" 200jt? Ya.. maaf, By".


"Aku ga masalahin harganya tapi itu cincin nikah kita".


Zea Menundukan kepala menangis membuat Abiyan tak tega Abiyan menghela napas pendek, lalu merengkuh tubuh Zea dipeluk nya.


" Kita cari ya, Sama-sama "


"Maaf, By".


Abiyan mencari cincin di wastafel, meja rias, kamar mandi, laci hingga lemari dan nakas.


" Kamu inget ga terakhir naruhnya dimana? ".


Zea menggeleng Abiyan kembali mencari lagi dengan teliti sampai akhirnya Abiyan menemukan di kotak perhiasan milik Zea yg berada di tumpukan pakaian.


" Ini apa? ".


Zea tersenyum senang" yeay! ketemu ".


"Besok-besok jangan dilepas ya cincin nya cincin itu ga akan karatan kok".


" Iya suamiku ".


Abiyan membuka kotak perhiasan tersebut, tetapi seketika ia mengernyit bingung saat mengetahui bukan cincin yg berada di dalam kotak tersebut.


Zea memeluk Abiyan"Selamat ulang tahun untuk yg ke 3 kalinya bareng aku, Aby".


" Aby, Caka akan punya adik".


Abiyan menatap lekat-lekat alat tes kehamilan tersebut "sayang kita akan punya anak lagi? ".


Zea mengangguk sebagai jawaban.


"Iya sayang, kayaknya kita bakal punya 11 anak deh, kita bikin club sepak bola".


Abiyan tertawa mendengar nya, ia membalas pelukan Zea dan mengecup kening nya.


" Alhamdulillah ya Allah, terimakasih Zaujati'.

__ADS_1


...----------------...


Zea berlari kearah Arshaka yg tengah bersama dengan Opa omah nya.


"Abang Caka".


" Astaghfirullah, jangan lari-lari Zea".ucap Abiyan.


Zea mengecupi wajah Shaka gemas setelah itu beralih mencubit pipi Abiyan.


"Maaf sayang".


"Sana jauh-jauh disini banyak asap".


Zea menggeleng" ndak mau, mau sama kamu ".


" Manjanya".ucap maya.


"Gapapa dong, Ma. Manja sama suami ini dapet pahala, Abiyan pernah omong gitu".


" Iya tapi ga didepan umum juga dong".saut Maya.


"Mama kan ada Papah, Umi ada Abah. Ya gak perlu iri, tinggal manja juga kayak Zea. wkwkwk".


Maya menggeleng kepala beralih mengambil Arsha yg berada di gendongan Ahmad.


" Yuk sayang, kita jauh-jauh dari Umma kamu yg manja bingit".


"Ih, mamah!! Caka mau dibawa kemana? ".


Maya tak menjawab, Ia menjauh berapa meter lalu duduk di rerumputan dan bergurau dengan Arshaka.


" Nanti malem kita kembali ke jakarta ya".ucap Zaid.


"Iya, Bah".


" Zea menjauh sebentar ya, ini banyak asep ucap Abiyan yg sedang mengipas-ngipasi Ayam bakar.


"Ga mau, By! kamu kok jahat si! nyuruh aku jauh-jauh? ".


"Udah Biyan, biar Abah yg lanjutin".


Abiyan menaruh alat panggang dan membawa Zea menjauh dari pemanggang.


" By, sekarang hari lahir kamu. Mau hadiah lagi gak ? ".


" Enggak, sayang Hadiah yg kamu kasih setiap tahunnya udah menjadi hadiah terindah untuk aku. Tanpa kamu sadari, hadiah-hadiah yg kamu kasih sangat istimewa melebihi apapun ".


" Ich liebie dich, Habib ".


Zea menghampiri orang tua mereka yg sedang duduk bersama setelah menyantap makan Siang .


" Oh iya.. Zea sama aby punya kabar baik untuk kalian semua".ucap Zea dengan gembira. "Apa? ".


" Cucu Ma, Pah, Abah dan Umi akan bertambah! Caka akan punya adik".


"Yang benar, Zea? ".mereka terkejut.


" Iya, Masa Zea bohong sih ".


" Masyallah Alhmdllh ".


"Wah Arsha mau jadi Abang".ucap Maya dengan gemas mencubit pipi Shaka.

__ADS_1


Mereka semua sangat bahagia membuat Zea senang melihat reaksi kedua orang tua dan mertuanya.


__ADS_2