
Zea menggeleng kecil"aku minta Abah untuk membatalkan hukuman rajam kamu. Dan sebagai gantinya kamu menikahi dia".
"Sedangkan aku ga ingin di madu dan kamu ga ingin menalak aku, Abiyan aku sudah menyerahkan berkas perceraian kita di pengadilan agama, aku akan memberikan kamu surat gugatan itu secepatnya. Hak asuh Arshaka masih jatuh ditangan ku, karena Caka masih membutuhkan aku. Tapi kamu tenang aja, kamu boleh kok, menemui Shaka kapan pun yg kamu mau ".
" Engga, sayang. Yang harus kita selesaikan masalah ini, bukan hubungan kita".
"Oke.. seumpama. Kalau sebaliknya kamu melihat aku dan Hans seperti kamu dan shafira saat itu, apa kamu percaya? aku pun juga begitu?. tanya Zea yg membuat Abiyan terbungkam.
" Maaf, Abiyan. Aku ga bisa melakukan apapun lagi. Terimakasih sudah menjadi suami ku".
Zea mendekati wajahnya dan mengecup bibir Abiyan sebentar lalu mengusap lembut pipi nya.
"Abiyan jaga diri baik-baik. Aku mencintaimu karena Allah".
Zea segera beranjak dari duduk, ia keluar dari ruang kesehatan dengan menghapus jejak air matanya dan rasa sakitnya. sedangkan Abiyan dengan susah payah mencoba mengejarnya, Abiyan melepas paksa infus, lalu berjalan tertatih-tatih karena tubuhnya saat ini masih lemah, tetapi Abiyan tak menyerah ia bangkit menyusul Zea.
"Zea.. tunggu".
Seluruh santri pun berdesis , berbisik melihat Abiyan berjalan mengejar Zea, tak ada satupun santri-santrinya yg iba atau mau menolong nya.
" Ga usah ditolongin, ngapain nolong pezina! ".
" Pasti abis berantem sama istri nya, jelas istrinya marah, kelakuan nya aja ga mencerminkan dirinya seorang Ustadz dan Gus".
"Kyai zaid dan Nyai sarah malu punya anak seperti dia".
"Padahal Ning Zea cantik, pinter. Kom bisa ya Gus Abiyan selingkuh sama ustadzah shafira? ".
__ADS_1
" Namanya juga selingkuh, dimana-mana kalo selingkuh itu dapet selingkuhan jelek".
"Dikasih berlian kok pungut krikil".
Desis dan bisik-bisik para santri, Abiyan tak menghiraukan nya ia tetap berjalan mengikuti Zea pergi.
" Zea".lirih nya.
"Bruk".
Tubuhnya terjatuh, darah mengalir dari punggung tangannya bekas infus karena ia mencabut paksa begitu saja.
" Zea.. ".teriak nya disertai isak tangis.
Tak satupun orang yg mau menolong nya.
" Zea jangan tinggalin aku".pekiknya.
"Astaghfirullah.. Mas!! ".
Seorang laki-laki berjongkok hendak menolong Abiyan, ia membantunya bangkit berdiri dan memapahnya.
" Mas, kita ke rumah sakit ya".bujuk nya.
"Zidan, tolong bawa Zea kembali.. aku mohon".ucap Abiyan sebelum pingsan.
...****************...
__ADS_1
Zea mencoba menenangkan Arshaka yg terus rewel menangis terus, ia tak tahu kenapa anaknya menjadi rewel seperti ini? Setelah ia keluar dari ruang kesehatan dan meninggalkan Abiyan, Zea dan Maya segera pulang ke rumah karena Cika mengabari jika Arshaka terus menangis.zea menjemput pulang, setibanya dirumah Shaka masih egan diam terus menangis.
"Sayang, kamu kenapa Nak? Cup.. cup... anak Umma ga boleh rewel".zea terus menimang.
" Zea, Mama yakin Arsha kangen Abiyan, kontak batin anak dan Ayah nya itu kuat".
Zea menggeleng keras ketika Maya bicara"Shaka ga pernah nangis seperti ini kalau ditinggal Abiyan pergi atau kerja. Mah".
"Mungkin Arshaka tau keadaan Ayah nya saat ini, dia gak ingin kamu dan Abiyan pisah! dia masih membutuhkan kalian untuk membimbing dan dia ingin tumbuh besar bersama kalian".
" Zea.. Mama Minta kamu berpikir lagi sebelum benar-benar mengambil keputusan ".
Baru Maya ingin berbicara, tetapi ponsel nya berdering ia merogoh ponsel nya terdapat telpon dari Sarah.
"... "
Tubuh Maya membeku, menatap Zea yg masih mencoba menenangkan Arsha yg masih berdiri.
"Akan saya sampaikan pada Zea".
Zea menoleh, Maya yg terlihat bingung.
"Ada apa mah? ".
" Benar kan apa yg baru Mama katakan, insting anak dan orangtua itu kuat. sedari tadi Arsha menangis terus itu karena saat ini Abiyan sedang tidak baik-baik. Zea Abiyan masuk rumah sakit,dan keadaan nya Abiyan kritis".
...****************...
__ADS_1
Siapa Zidan?
Gimana ya kabar Ustazah Shafira? Ada apa dengan nya????