Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
meminta


__ADS_3

Pagi ini Abiyan ingin menemui Bang Narji karena hanya dia yg bisa bantu Abiyan melanjut mobilnya ke pesantren segera ke ndlem menemuinya.Bang Narji dipanggil Aji karena ia seorang yg baik telaten dan dipercaya untuk menjadi wakil pengurus pesantren oleh Kyai Zaid Abah Abiyan, ia juga dikenal PNS yg baik ramah.


"Asalamualaikum".


" Walaikumsalam, ada Gus? ".tanya nya.


Abiyan duduk di sebelah nya" Bang Abiyan minta bantuan Bang Aji".


"Bantuan bagaimana maksud kamu? ".


" Gini Bang , Abiyan dulu waktu masih di kairo ada perempuan nama nya Nissa yg suka sama saya, terus dia sampai depresi karena Abiyan udah nikah ".


" Terus? ".


" Dia minta Abiyan menikahi nya karena penyebab dia depresi adalah Abiyan".


"Ohh".


" Bang kan belum punya pendamping apa salahnya jika Abang saja yg nikah sama dia".


"Abang belum janji Gus".


"Biyan minta Bang Aji mau menggantikan saya? ".


"Masalah itu saya lihat dulu Nisa seperti apa? "


"Dia baik, soleha bang dia juga lulusan dari kairo, pasti Abang suka".


" Abang belum ingin menikah sebenernya masih mau lanjutin kuliah Gus".


"Bisa-bisa Bang Aji malu sama Nisa yg udah lulusan tinggi nikah sama saya yg baru Kuliah".


" Engga masalah Bang, dia pasti nerima Abang secara Abang juga PNS ini".


"Ya sudah kita coba ketemu saja Gus".


.


.


Di rumah sakit Nisa tau jika Abiyan dan Zea bertengkar karena orang suruhan Nisa memberi info jika Zea tidak pulang melainkan pulang ke rumah orang tuanya.


" Nis, hari ini kamu sudah dibolehin pulang".ulas Bunda nya.


"Iya Bun, tapi Mas Azam kok ga kesini sih".keluh nya.

__ADS_1


" Dia juga sibuk, Nis kamu tau sendiri Azam dosen juga ngurus pesantren lagi dia punya istri".ujar nya.


"Udah Bun, ga usah dilanjut in Nisa kesel Bunda cerita perempuan itu".pekiknya.


Nisa bener muak jika bicara tentang Zea


" Tok... tok..


"Masuk".teriak Bunda.


" Asalamualaikum ".ucap Abiyan dan Bang Aji.


" Walaikumsalam, Azam".ucap Nisa ia merentang kan kedua tangan nya agar dirinya bisa memeluk Abiyan.


"Maaf, Nis saya kemari hanya ingin menjenguk dan mengenalkan Abang sepupu dari Ayah saya".ucapnya.


" Saya Narji bisa dipanggil Aji".


Nisa mengakat alisnya "ganteng juga sih, tapi keliatan nya ga selevel Azam".batin Nisa.


" Nis".panggil Bunda menyenggol tangan nya.


"Iya, Bun".


"Kalo begitu Biyan pamit ingin mengajar, biar Bang Aji bantuin Nisa disini".ujar Abiyan.


" Ya sudah Abiyan sana kamu berangkat Bunda ngerti kok".ulas Bunda .


"Terimakasih, Bun asalamualaikum".


" Walaikumsalam ".


Hari ini Abiyan padat hari ke kampus mengajar beberapa mata kuliah selanjutnya ia akan menemui istri nya.


.


.


Zea turun duduk di sofa menyetel TV Ahmad segera mengikuti putri nya yg duduk " Zee... papa boleh bicara? ".


" Boleh Pa".


"Zea semalam Abiyan udah cerita semua kejadian yg terjadi, Nak menurut Papa kamu salah paham".


" Salah paham bagaimana? ".

__ADS_1


" Nak, papa yakin Abiyan tidak seperti itu".


"Tapi pa, Zea cemburu lagi Abiyan mau-maunya di peluk".


" Udah kasihan Abiyan maafin aja papa yakin Abiyan juga terpaksa ".


" Pa, kenapa papa belain Biyan? ".


" Papa ga belain siapa-siapa papa hanya ingin kalian rukun dan ga berantem terus kan papa pingin punya cucu".cuit nya.


"Ahhh papa nyebelin".umpat Zea.


Ahmad tertawa lepas kalau Zea mencubit perutnya Zea ikut tertawa papanya adalah cinta pertama nya sebelum Abiyan ia bahagia bisa becanda dengan nya.


" Assalamualaikum ".salam Abiyan keduanya menoleh ke arah pintu dilihat Abiyan datang.


" Walaikumsalam, sini masuk Nak".ucap Ahmad


Abiyan pun masuk dan tersenyum kalau Zea ada di depan nya ia duduk berhadapan dengan Zea dan Papa mertua.


"Kamu baru dateng? ".basa basi papa menetralkan suasana karena Zea rautan wajahnya masi diselimuti kabut.


" Iya Abiyan baru datang selesai ngajar, Pa".jawab Abiyan.


"Ya sudah papa tinggal ke dalem kalian ngobrol dulu ya".pamitnya menepuk bahu Zea agar dia mau bicara dengan suaminya.


setelah Ahmad tak terlihat Abiyan pindah duduk nya disebelah Zea. namun Zea tetap diam.


" Zee,, udah dong marah nya? ".pekik Abiyan.


" Saya minta maaf ".


" Udah dimaafin kok".saut Zea ketus.


Abiyan memberanikan diri menggenggam tangan nya "bener sayang".balas Abiyan.


Zea mengangguk " tapi ada sarat nya".


"Apa? InsyaAllah aku kabulkan".


"Kamu bawa aku temui Nisa dan bilang kalo kamu ga mau nikah sama dia terus bilang jangan sesekali temui kamu".ujar Zea.


" Iya, sayang, Aby kabulkan".


Zea pun memeluk Biyan karena di rindu 2 hari tidak bersama rasanya nyaman di pelukan Abiyan.

__ADS_1


__ADS_2